20.12.16

Cerita Baik Bersama JNE Itu Bernama "Berbagi Kebahagiaan"


"Mama… paket!” Anak ketiga saya lari sambil nyodorin kardus bekas sepatu. Tak lama, adiknya menyusul.
“Paket… paket!” Ujar mulut mungilnya.
“Wah, asyik!” Ucap saya.
“Ini apa, sayang?” Tanya saya.
“Ini paket, Ma. De Dudan sama De Rayyan lagi main-main jadi Mamang JNE.” Jawab anak ketiga saya. Adiknya pun mengangguk.
“Oh….”

Itulah salah satu permainan favorit anak-anak saya, Zaudan (4,5 tahun) dan Rayyan (2 tahun). Menjadi Mamang JNE pengirim paket. Gak sekali dua kali mereka memainkannya. Hampir tiap hari, gak bosen-bosennya mereka lakuin itu. Sebab kata mereka, menjadi Mamang JNE itu menyenangkan. Ngasih kejutan buat siapa saja.

Semua bukan tanpa alasan. Apa yang mereka lakukan, berdasarkan pada apa yang mereka rasakan. Iyap, tiap kali kami menerima paket, mereka kesenengan. Sekali pun paket itu, bukan buat mereka. Apalagi ketika jelas-jelas buat mereka. Sudah pasti, mereka girang luar biasa. Dan sampai-sampai, si paket terus mereka pegang. Bahkan sampai dibawa ke tempat tidur.

Kesan Pertama Begitu Menggoda. Selanjutnya?
Perkenalan dengan JNE Express terjadi di awal tahun 2013. Saat itu, saya menang di sebuah lomba blog. Meski hanya dapat sebuah powerbank, saya senang bukan kepalang. Sebab itu adalah kemenangan pertama saya di dunia lomba blog. Sayang banget, sekarang powerbank-nya hilang entah ke mana.

Saya masih inget cerita mamang JNE yang nganterin hadiah tersebut. Katanya, beliau sempet nyasar-nyasar. Iyalah, saya kan tinggalnya di kampung. Perlu masuk jalan-jalan kecil, dan kemudian gang. Udah gitu, nama Nia juga lumayan banyak. Nah si mamang JNE itu, nyasar ke rumah Bu Nia yang lain. Untunglah si mamang sabar. Walopun dipandu saya melalui telpon, dia banyak nanya ke tetangga-tetangga saya. So, si powerbank pun akhirnya sampai di tangan saya.

Setelah powerbank, berdatangan paket-paket lain yang diantar mamang JNE. Ada hadiah lomba blog. Ada hadiah giveaway. Ada sampel gratisan. Ada barang endorse-an. Ada produk untuk review. Ada surat-surat kerjasama. Hingga ke barang-barang yang saya beli secara online. Dan ya, semuanya membuat kami loncat-loncat kegirangan. Hehehe… iya, termasuk saya. 

Ah ya, untuk yang kedua, ketiga, dan seterusnya, mamang JNE gak lagi pake nyasar-nyasar. Meski mamangnya beda-beda, semua pada tahu rumah saya. Dan paket-paket itu, gak sempet mampir ke rumah Bu Nia Bu Nia yang lain.

Cerita Baik Itu Seperti Sebuah Lingkaran 
Mendapat banyak paket, terutama hadiah, barang endorse, barang untuk review, dan semua barang gratisan, tentu sangat menyenangkan. Tapi, jika ditanya apakah itu cerita (paling) baik saya bersama JNE? Saya akan menjawab TIDAK! 

JNE sudah memberi saya dan keluarga saya banyak sekali cerita baik. Tapi hadiah-hadiah dan paket-paket yang saya terima itu bukanlah cerita yang paling baik. Ada yang lebih besar daripada itu. Dan cerita baik itu punya nama: BERBAGI KEBAHAGIAAN.

Iyes, bener banget! Berbagi kebahagiaan yang melibatkan JNE-lah segala cerita paling baik dari yang baik yang pernah saya rasakan. Bertolak dari rasa bahagia saat saya mendapat kebahagiaan dengan paket-paket itu, muncul keinginan untuk membagi perasaan tersebut dengan orang-orang lain.

Hal ini bermula di awal tahun 2016 ini. Keinginan untuk membuat syukuran atas blog niaharyanto.com, membuat saya nekad membuat hajatan kecil berupa giveaway. Tanpa disangka, banyak sekali teman yang menawarkan diri menjadi sponsor. Dan menjelang giveaway berakhir, puluhan paket hadiah dari sponsor tersebut, membanjiri rumah saya melalui JNE.

Paket-paket hadiah giveaway yang siap dikirim via JNE

Tanda bukti pengiriman paket-paket via JNE

Saat itu, saya merasakan indahnya dibagi kebahagiaan oleh teman-teman. Tanpa sponsor-sponsor itu, giveaway saya mungkin akan sangat ‘garing’. Dan inilah yang kemudian menyadarkan saya bahwa kebahagiaan sejati itu adalah berbagi. Saya dibagi, maka saya harus berbagi. Cerita baik sudah sepantasnya menjadi sebuah siklus, sebuah lingkaran yang tak terputus. Semua orang, berhak untuk dibagi kebahagiaan. 

Pilihan saya untuk berbagi kebahagiaan sama seperti teman-teman yang lainnya. Menjadi sponsor di beberapa giveaway yang diselenggarakan teman. Meski belum seberapa, meski nilainya tidak besar, tetapi saya ikhlas melakukannya. Dan selalu melibatkan JNE dalam penyebarannya, juga sudah menjadi pilihan saya. Ah ya, dalam hal berbagi ini, sebuah ucapan seorang teman pernah menohok saya. Berbagi bukanlah tentang kemampuan. Berbagi adalah persoalan kemauan.

Cerita Buruk?
Jika semua hal yang ada di alam ini selalu berpasangan, misalnya ada yang baik dan ada yang buruk, maka pengalaman saya bersama JNE adalah perkecualian. Sejak menjadi pelanggannya dari tahun 2013, tak satu kali pun saya dikecewakan JNE. Baik saat menerima paket atau pun saat mengirim paket. Dan sebaliknya, saya cukup puas dengan pelayanan JNE. Apalagi sekarang. Aplikasi MyJNE dan layanan sms notifikasi dari JNE sangat menenangkan pelanggannya. Iyalah, saya bisa tracking, saya bisa ngecek harga ongkos kirim, dan lain-lain. Gak perlu waswas jadinya. Paket tiba di tepat waktu dengan kondisi barang yang prima seperti saat dikirimkannya.

Fitur Tracking di MyJNE yang bikin tenang pelanggan

Eh, ngomong-ngomong soal ongkos kirim, beberapa waktu lalu, JNE telah sukses menyelenggarakan Hari Bebas Ongkos Kirim pada 26 - 27 November 2016, ya. Wuih… temen-temen saya yang punya toko-toko online, omzetnya pada naik berkali-kali lipat lho di 2 hari itu. Sebuah program yang keren dalam rangka ulang tahun JNE ke-26. Dan catet, JNE pun, gak segan-segan untuk berbagi kebahagiaan, kan? Semoga tahun depan bisa ada lagi program ini. siap-siap deh untuk belanja atau ngirim ini itu via JNE.

Well…
Bicara tentang JNE sebenernya gak ada habisnya. Banyak sekali kebahagiaan yang disebarkan JNE di rumah saya. Tentang smartphone pertama saya yang saya terima dari hadiah lomba. Tentang sepatu lari yang saya beli di harbolnas tahun lalu. Tentang kado baju batik untuk suami. Tentang camilan-camilan nonton dvd yang saya beli online. Dan masih banyak lagi. Semua jelas tak bisa kami lupakan. Jangankan di mata saya, jika ditanya ke anak-anak balita saya pun, mereka pasti antusias menceritakannya. Bahkan bermain menjadi mamang JNE seperti cerita saya di atas, menjadi salah satu favorit keluarga.

Oke, itu cerita-cerita baik saya bersama JNE. Meski banyak hal yang saya rasakan, satu saja pesan moral yang bisa saya ambil dari JNE. Yaitu berbagi dan menyebarkan kebaikan. Yuk turut berbagi dan menyebarkan kebaikan juga!


16 komentar:

  1. Wah ini mah langganan saya teh :)

    BalasHapus
  2. Iya mbak..salut sama JNE. Aku sukanya karena mereka selalu gerak cepat, jadi kiriman selalu datang secepat mungkin.

    BalasHapus
  3. Pas paket giveaway ada buat aku gak ya hihi

    BalasHapus
  4. Begitu banyak kenangan bersama jne Mbak Nia. selalu di hati tentunya. Moga sukses lombanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak cerita bareng JNE. Aamiin. Makasih. :)

      Hapus
  5. saya juga paling sering pake JNE mbak.

    BalasHapus
  6. Teeeh, kirimi aku pake JNE doong hahahah.. aku paling seneng kalau dapet paket, dari JNE, langsung berbinar2 XD

    BalasHapus
  7. Aku kalau belanja online juga pengirimannya dengan JNE terus. Keamanannya itu loh,yang aku suka :) meski barang pecah belah, tetap terjaga dengan baik hingga di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, beberapa Kali pake JNE utk barang pecah belah, sampe di rumah/tempat tujuan selalu aman...

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)