30.12.16

Hipertensi dan Diabetes


Hari Rabu lalu, saat saya sedang asyik milih-milih baju anak di Pasar Baru, tiba-tiba saya mendengar seorang pengamen menyanyikan lagu ‘AYAH’. Sontak saya berhenti. Tangan yang tadinya sibuk pegang ini pegang itu, langsung terdiam. Saya pun menoleh ke arah lagu itu berasal. Saya terkejut lagi ketika tahu bahwa yang menyanyi adalah seorang tunanetra. Suaranya bagus dan nyanyiannya pun merdu. Gak terasa, saya dengerin lagu itu hingga selesai. Dan selama lagu dinyanyikan, hati saya bergetar. Ya, saya teringat almarhum bapak.

Hampir 2 tahun bapak meninggal. Bapak meninggal karena serangan stroke akibat diabetes. Meski sudalah dideritanya selama 3 tahun sebelum meninggal, gula darah bapak berada dalam kondisi normal sesaat sebelom stroke. Tapi ya gitu, bagi penderita diabetes, ‘bandel’ sedikit saja dengan gula, glukosa darah bisa naik dengan sangat drastis. Dan itu yang terjadi pada bapak.

Tak hanya diabetes. Almarhum bapak juga punya penyakit hipertensi alias tekanan darah tinggi. Jadi selain gula, bapak juga sering melakukan diet rendah garam. Tahu sendiri kan ya, darah tinggi dan garam itu saling ‘musuhan’. Sedikit saja makan makanan yang asin, darah tinggi langsung ‘ngamuk’. Dan sebelum diabetes, bapak sudah menderita hipertensi jauh lebih lama.

Sebagai anak dari ayah, bahkan keluarga besar yang menderita diabetes dan hipertensi, saya jelas punya risiko yang jauh lebih besar daripada orang lain yang tidak punya silsilah keluarga penderita dua penyakit ini. Sedikit bablas dalam hal konsumsi gula dan garam, saya bisa dengan sangat mudah kena hipertensi dan diabetes. Dan ini sangatlah berat. Mengingat saya yang sangat hobi makan makanan jenis apa pun.

Dari sekian macam makanan enak, ada satu macam makanan kesukaan saya yang saya sesalkan untuk dihindari. Makanan itu adalah ikan asin. Ya, saya penggemar berat ikan asin. Jenis apa saja. Dari mulai ikan asin sepat, ikan asin jambal, hingga ikan asin kere (ikan asin yang ada gulanya, persis dendeng). Kalau sudah makan goreng ikan asin, ditambah sambal, lalapan, dan juga tahu – tempe, udah deh, saya bisa makan dengan nikmat hingga berpiriring-piring. Duh!

Untungnya, anak-anak saya kurang suka ikan asin ini. Jadinya, di rumah, saya jarang masak ikan asin. Paling-paling nemu ikan asin itu saat makan di rumah makan sunda atau di rumah sanak saudara. Atau saat kakak laki-laki saya datang ke rumah. Sama seperti saya, dia juga sangat doyan dengan goreng ikan asin.

Duh… kok jadi ke mana-mana gini, ya. Dari yang asalnya denger lagu AYAH, jadi ngopmongin ikan asin. Tapi gapapa deh teman-teman. Ambil positifnya saja. Jaga selalu pola makan. Jangan sampai berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Baik itu gula atau pun garam. Gula berlebih bisa membuat diabetes. Sedangkan garam berlebih bisa mengakibatkan hipertensi. Pepatah lama masih sangat berlaku. Mencegah akan selalu lebih baik daripada mengobati. Sehat-sehat selalu!

16 komentar:

  1. Bener2 harus dijaga pola makannya ya. Tapi aku juga suka ikan asin lho Mbak, apalagi sama nasi jagung dan urap. Sedapnya...

    BalasHapus
  2. allahummagfirlahu buat ayah kaka...
    :(

    di 7 desember kemaren nenek aku juga meninggal karena stroke kak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Alfatihah buat neneknya...

      Hapus
  3. Menjaga memang lebih baik dari mengobati
    terutama sekali menjaga pola makan
    karena kebanyakan penyakit berawal dari apa yang masuk ke lambung kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Dan itu beraaaat...

      Hapus
  4. Bener mbak..mending jaga pola makan sebelum kena penyakit. Apalagi diabetes, klo sudah kena...biasanya efeknya banyak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, huhuhu.. self reminder banget buat saya :(

      Hapus
  5. Pengen juga nih diet rendah garam biar sehat ya, mbak.
    Soalnya saya pribadi suka banget makan yg asin. Udahlah mi ga sehat, eh ditambah garam pulak oleh saya karena ngerasa kurang asin. Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhuhuhuhu... Sehat-sehat selalu, dek...

      Hapus
  6. saya malah demen makan ikan asin ,, tapi alhamdulillah normal2 aja ,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Tetep hati-hati ya, mas...

      Hapus
  7. aku darah tinggi juga, ketauan nya saat sakit gigi mau cabut. Tensi di ukur selalu naik, sampai beberapa kali bolak balik dokter tetep ngak bisa di cabut karena darah tinggi
    Sekarang dah minum obat setiap hari buat menjaga kestabilan hehehe

    BalasHapus
  8. Ikan asin duh itu makanan yang merangsang napsu makan Teh :D
    BTW bener Teh seusia kita sudah harus mulai jaga-jaga pola makan dan mengurangi yang asin-asin.
    Alfatihah buat alm ayahanda Teh Nia ya :(

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)