10.10.16

#AyamDinginSegar, Kampanye Daging Ayam Segar, Praktis, dan Serbaguna


ayam-dingin-segar2

Teman-teman, di antara sekian banyak jenis daging, daging apakah yang menjadi favorit keluarga dan yang paling sering disajikan? Kalau keluarga saya sih, daging ayam. Iya, dalam seminggu, daging ayam bisa sampai 4-5 kali disajikan, lho. Dari mulai yang cuma dibumbui kunyit dan lalu digoreng, disate, disemur, diberi tepung, dibalado, hingga disop dengan tambahan sayur-sayuran. Gak tahu kenapa, keluarga saya kok gak pernah ada bosannya dengan daging ayam ini. Bahkan kalau makan di luar pun, keluarga saya, terutama anak-anak, seringnya pesan makanan berbahan daging ayam. Daging ayam lagi, daging ayam lagi. Tapi memang gak bisa dipungkiri, daging ayam rasanya memang enak. So, gak heran kalo daging ayam akhirnya jadi daging favorit di keluarga.

Ngomong-ngomong tentang daging ayam, ada hal mengejutkan dari daging ayam yang saya baru tahu kemarin lalu. Tepatnya saat saya menghadiri acara talkshow yang digelar Kementerian Pertanian, Kamis, 6 Oktober 2016, di Hotel Aston Priority Simatupang. Dalam acara yang bertajuk Launching Kampanye “Ayam Dingin Segar” itu, banyak sekali fakta yang dikupas mengenai daging ayam. Dan fakta yang paling besar, benar-benar membuat saya kaget bukan kepalang.

ayam-dingin-segar4

Daging Ayam Berkualitas
Sebelum saya tulis satu per satu fakta mengenai daging ayam, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Saat membeli daging ayam, teman-teman pasti memilih daging ayam berkualitas, kan? Nah, seperti apa sih kriteria daging ayam berkualitas menurut teman-teman? Daging yang warnanya kemerahan dan mengeluarkan aroma daging yang segar, bukan? Ya, saya pun begitu. Saat membeli daging ayam, saya memilih daging yang warnanya masih kemerahan, terlihat segar, dan aromanya segar khas daging ayam. Dengan kriteria tersebut, secara tidak langsung, saya bisa memastikan bahwa daging ayam yang saya pilih berkualitas.

Ternyata kriteria daging ayam berkualitas tak hanya itu saja. Ada banyak hal yang harus diperhatikan hingga membuat daging ayam itu disebut sebagai daging ayam berkualitas. Dan ini yang mengejutkan itu. Ayam yang berkualitas itu adalah AYAM DINGIN SEGAR. Yaitu ayam yang diolah dengan proses yang baik dan benar. Baik dari proses penyembelihan, pemotongan, pembersihan, penyimpanan, hingga saatnya untuk dimasak dengan berbagai pilihan resep yang diinginkan.

Dari namanya kita bisa langsung tahu. AYAM DINGIN SEGAR. Yupp! Daging ayam berkualitas tak putus rantai DINGINNYA. Jadi sejak dipotong hingga sesaat akan diolah menjadi makanan kita, daging ayam tersebut harus dalam kondisi dingin. Atau berada di suhu yang kurang dari 4 derajat Celsius.

ayam-dingin-segar6

Kenapa AYAM DINGIN SEGAR?
Seperti halnya daging ikan yang mudah busuk jika disimpan tanpa es, daging ayam pun demikian. Yang namanya daging kan protein. Begitu juga dengan daging ayam. Jadi jika dibiarkan dalam suhu ruangan (tanpa es), protein daging ayam tersebut akan rusak. Meski rusaknya protein tidak secepat daging ikan, tapi daging ayam yang tidak di suhu dingin, kualitas dagingnya akan menurun. Belum lagi mudahnya bakteri hinggap dan berkembang biak di daging ayam ini. Selain kualitas dagingnya tambah menurun, berbagai jenis penyakit yang ditimbulkan bakteri tersebut juga sangat berisiko jika daging tersebut kita konsumsi.

Suhu dingin membuat protein daging, segar lebih lama. Dan suhu dingin juga membuat bakteri pasif serta tak bisa berkembang biak. Nah dengan begitu, maka daging ayam yang dingin kualitasnya akan terjaga. Jadi daging ayam yang tak putus rantai dinginnya, dari mulai setelah dipotong, kemudian masa penyimpanan, hingga sesaat akan diolah, adalah daging ayam yang berkualitas.

Bukankah Panasnya Api Saat Mengolah Bisa Mematikan Kuman?
Ini yang saya percayai hingga beberapa hari yang lalu. Panasnya api saat pengolahan akan mematikan bakteri yang menempel di daging ayam. Memang benar, panasnya api bisa mematikan bakteri. Tapi tidak semua bakteri. Ada beberapa jenis bakteri tertentu yang tahan dengan panas. Dan mungkin jumlahnya masih cukup banyak di dalam daging tersebut. Jelas, bakteri ini masih bisa ada di dalam daging yang sudah masak dan akan kita konsumsi. So, risiko penyakit yang ditimbulkan kuman tersebut masih tinggi, bukan? Apalagi jika mengingat kualitas dagingnya yang sudah menurun. Bukan mustahil jika daging yang masuk ke dalam tubuh kita nilai gizinya sama sekali tidak ada. Sungguh sangat disayangkan.

ayam-dingin-segar8

Seperti Apa Ayam Dingin Segar Itu?
Jika didefinisikan, ayam dingin segar itu adalah daging ayam yang diproses dari ayam sehat di bawah lini produksi yang berstandar dan aman. Yang langsung melalui proses pendinginan setelah pemotongan hingga pengemasan. Daging ayam disimpan di suhu terjaga 4 derajat celsius (atau kurang). Keseluruhan proses produksi berada dalam keadaan dingin. Dari rumah potong hingga ke pasar dan konsumen.

Ayam Dingin Segar gak hanya bisa diperoleh di hypermart, supermarket, dan outlet khusus penjual daging ayam, tetapi juga pasar tradisional yang penjualnya sudah menerapkan proses dingin (adanya chiller). Jadi jangan khawatir ya, gak perlu ke supermarket aja, beli daging ayam dingin segar juga bisa di pasar biasa. Dan pas pulang, jika dirasa memerlukan waktu yang lama menuju rumah, menambahkan es batu pada daging ayam yang sudah dibeli, bisa menjadi alternatif agar kesegaran daging ayam tetap terjaga.

Tips Memilih Ayam Dingin Segar
Untuk teman-teman yang masih bingung dengan kriteria ayam dingin segar, yuk ikuti aja tips berikut ini saat membeli daging ayam.
  • Beli daging ayam segar yang dingin/beku di akhir waktu belanja (setelah semua barang masuk keranjang belanjaan). Atau saat kita akan pulang.
  • Pilih daging ayam yang warnanya putih krem kemerahan, dan bukan kuning atau kehijauan.
  • Pilih daging ayam yang masih kenyal dengan cara disentuh dan ditekan dagingnya.
  • Lihat tanggal kedaluwarsa daging ayam tersebut. Produsen daging ayam yang baik akan mencantumkan tanggal kedaluwarsa daging ayam tersebut di kemasannya.
  • Liat dengan teliti kemasan daging ayam tersebut. Kemasan yang rusak, sobek, dan bocor bisa mengurangi kualitas dagingnya.

Tips Menyimpan Ayam Dingin Segar
Setelah daging ayam segar dibeli, bukan jaminan kualitasnya masih terjaga bila didiamkan begitu saja di dapur, di atas meja, atau di mana saja dalam suhu ruang. Jika tidak langsung dimasak, ayam dingin segar tadi akan jadi hangat dan bersuhu ruang mengikuti suhu tempatnya berada. Dan ini bahaya, bakteri akan aktif lagi dan berkembang biak. Jangan salah, satu jam saja didiamkan, jutaan hingga miliaran bakteri bisa tumbuh di sana. Bakteri kan berkembang biak dalam hitungan detik.

Nah, supaya kualitas daging ayam segar dingin tetap bagus, segaralah masukkan kembali daging segar ke dalam kulkas. Atau sekalian ke bagian freezer-nya. Pastikan suhu kulkasnya dingin, ya. Di atas suhu 4 derajat Celsius, bakteri bisa aktif dan merusak kualitas daging ayam tersebut. Daging ayam dingin segar jika dikemas dengan baik dan disimpan dalam kondisi dingin (suhu kurang dari 4 derajat Celsius) akan tahan selama 1-2 hari. Sedangkan daging ayam dingin segar yang dikemas dengan baik dan disimpan di dalam freezer (suhu di bawah -18 derajat Celsius) bisa bertahan selama 6 bulan.

Segar, Praktis, dan Serbaguna
Seperti yang saya uraikain di atas, ayam dingin segar itu akan selalu segar jika disimpan di dalam kulkas atau freezer. Tergantung suhu dinginnya berapa dan pengemasannya. Itu manfaat pertama selain menyehatkan. Dan manfaat yang kedua adalah praktis. Ini juga jelas, sebab dengan disimpannya daging ayam dingin segar di dalam kulkas atau freezer, kapan pun kita akan memasak, kita hanya tinggal mengolahnya. Tak perlu ragu dengan kualitasnya. Ada pun manfaat ketiga adalah serbaguna. Kita bisa mengolahnya dengan menggunakan resep apa saja sesuai dengan selera kita.

Tentang Kampanye #AyamDinginSegar
Kampanye #AyamDinginSegar adalah kampanye yang dibuat Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kampanye ini merupakan bagian dari program keamanan pangan di sektor unggas. Ada pun tujuan dari kampanye ini adalah memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Kampanye #AyamDinginSegar dimulai sejak launching resminya, Hari Kamis 6 Oktober 2016 lalu, hingga akhir Juni 2017. Kampanye ini meliputi beraneka ragam aktivitas. Misalnya saja food truck roadshow di Jakarta dan sekitarnya. Di acara food truck roadshow sendiri, masyarakat bisa mencoba secara langsung ayam dingin segar dan aktivitas di sosial media. Aktivitas ini jelas memberi informasi kepada masyarakat tentang ayam dingin segar serta mendorong agar masyarakat mencoba dan beralih ke ayam dingin segar.
ayam-dingin-segar10
Lokasi roadshow Kampanye #AyamDinginSegar

ayam-dingin-segar12
Timeline Kampanye #AyamDinginSegar


Brand Ambassador dari kampanye #AyamDinginSegar ini adalah Chef Edwin Lau. Chef yang memiliki kepedulian tentang konsumsi ayam berkualitas, yang tak hanya menerapkan program ini ketika kampanye #ayamdinginsegar saja. Tetapi memang, beliau sudah terbiasa dengan hal itu. Mengonsumsi daging ayam, hasil dari olahan daging ayam dingin segar.

Mungkin pada saat setelah makan daging ayam sembarangan, tubuh kita tidak merasakan apa-apa. Tapi apakah ada jaminan jika itu terjadi seterusnya? Bagaimana jika ini terakumulasi, sehingga menjadi penyakit serius di tubuh kita?

Bagaimana juga nasibnya dengan sektor pariwisata kita jika ada turis yang tiba-tiba sakit setelah makan daging ayam sembarangan di tempat jajanan di pinggir jalan?

Seperti itulah contoh ucapan-ucapan Chef Edwin yang saya dengar di acara talkshow dan Launching Kampanye #AyamDinginSegar beberapa waktu yang lalu itu. Iya juga ya, jika kebiasaan mengonsumsi daging ayam yang salah ini dibiarkan, apa pun bisa terjadi. Dan bukan mustahil pula, banyaknya penyakit-penyakit berat yang saat ini mengintai hidup kita, salah satunya adalah karena kebiasaan salah dalam mengonsumsi daging ayam.

ayam-dingin-segar14
Talkshow Kampanye #AyamDinginSegar

ayam-dingin-segar16
Brand Ambassador, Kementan RI, dan stakeholder Kampanye #AyamDinginSegar

Yuk Ikutan Kampanye #AyamDinginSegar
Saat menerima undangan acara talkshow dan launching kampanye #AyamSegarDingin, saya kira, saya akan menghadiri acara launcing sebuah produk makanan jadi atau makanan olahan. Seperti yang beberapa kali saya hadiri. Tapi begitu acara berlangsung, saya ternyata keliru. Program ini bukanlah lauching produk, melainkan launching kampanye yang sifatnya menggugah kesadaran dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang baik. Yaitu memilih ayam dingin segar sebagai sumber daging ayam untuk dikonsumsi. Dan jelas, ini adalah sebuah kampanye positif.

Akan tetapi, sebagus apa pun program, semulia apa pun tujuannya, dan sebesar apa pun dana yang digelontorkan, semua akan sia-sia belaka jika tidak mendapat dukungan semua pihak. Terutama kita sebagai masyarakat. Nah, untuk hal tersebut, yuk kita turut menyukseskan program pemerintah ini. Tak perlu dengan cara yang besar jika kita tidak bisa. Mulai membeli ayam dingin segar sejak dari sekarang, serta mengajak orang-orang di sekitar kita untuk melakukan hal yang sama, adalah sebuah aksi yang paling nyata untuk menyukseskan program ini. Jika setiap kita melakukannya, tidak mustahil program ini bisa terlaksana seutuhnya dalam waktu yang singkat. Dan menjadi sebuah kebiasaan baik yang sifatnya permanen.

Untuk teman-teman yang ingin lebih tahu mengenai kampanye ini dan juga apdetan-apdetannya, silakan lihat sendiri semuanya melalui website dan akun sosial medianya.
Website: https://ayamdinginsegar.com

ayam-dingin-segar18
Wefie bareng Chef Edwin Lau, Brand Ambassador Kampanye #AyamDinginSegar

92 komentar:

  1. Sampe sekarang masih terngiang-ngiang gantengnya chef Edwin Lau 😂 eh soundtrack 'ayam dingin segar' maksudnya hehehe

    BalasHapus
  2. Infonya menarik dan berguna twh Nia...tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk kita biasakan mengonsumsi ayam dingin segar...

      Hapus
  3. oooh gitu justru yang dingin yah yang bagus, jadi kalau beli ayam jangan langsung dimasak dong ya, simpen di freezer dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Teh Ina, aku ge baru tahu. Tapi kalo misalnya langsung dimasak mah ga apa-apa. Masalahnya, di pasar kan jarang didinginkan...

      Hapus
  4. Info yang menarik, Mbak. Di pasar biasanya ayamnya ga dingin ya, Mbak. Kecuali di supermarket. Di daerah saya sih... Saya pernah beli ayam dan bau obat gitu. Ga berani makannya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, itu dia. Di pasar kebanyakan gak pake pendingin. Dan ayam awet karena disuntik dengan obat atau hormon gitu...

      Hapus
  5. Wah, banyak pengetahuan baru juga ini.
    Terima kasih ya, teh Nia.

    BalasHapus
  6. Teh Nia keren reportasenya.
    Daging Ayam Dingin akan lebih kenyal juga,

    Bunda hehehe . . . udah lama dan terbiasa dengan cara ini.
    Malahan tempe dan tahu mendaoat perlakuan yang sama cobian.
    Kapan review tahu dan tempe juga ikan dingin. Percaya semakin enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, masa Bun? Keren. Nanti dicoba ah tahu, tempe, dan ikan didinginin juga..

      Hapus
  7. Jadi, intinya daging ayam jangan terlalu lama di udara luar ruang ya, Mbak. Bila habis beli langsung saja dimasak, atau bila tidak segera dimasak ya dimasukkan lemari pendingin ya, Mbak.

    BalasHapus
  8. Oh begitu lebih bagus yah mbak. tak kira kalau makin lama didinginkan kualitas berkurang, hihi. noted, buat calon istri saya nanti tak kasih tahu, ngihihihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Kasih tahu ibunya juga ya, mas. :D

      Hapus
  9. Jarang beli ikan mbak. Kecuali ada hal2 mdndesak buat acara. Soalnya kadang nyembelih sendiri. Hheee.. yuk sukseskan !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo menyembelih sendiri juga jangan kelamaan didiemin, ya. Buru-buru dimasak, atau didinginkan. :)

      Hapus
  10. Jadi nambah pengetahuanku setelah membaca artikel ini.
    Makasih Bu,

    BalasHapus
  11. Saya kalao beli Ayam pasti lihat warna nya dulu. Makasih mbak artikelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu langkah yang bagus. Sama-sama. :)

      Hapus
  12. Paling suka masakan ayam goreng buatan bapak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih keren. Bapaknya jago masak, ya?

      Hapus
  13. Terimakasih tips memilih daging ayamnya.

    BalasHapus
  14. Daku piara ayam sendiri buat dipotong dan dimakan sendiri, terutama menjelang puasa dan lebaran kan suka gila-gilaan harga daging, jadi piara ayam sejak kecilnya.
    Kalau beli daging ayam atau daging sapi, berusaha beli di tukang daging, bukan di supermarket.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu waktu ada bapak, aku juga sering pelihara ayam. Tapi gak tahu kenapa, kalo dagingnya dipotong, dagingnya gak laku. Ada rasa kasian. Hehe. Beda kalo beli. Biasa aja makannya. Untuk beli daging ayam, aku juga selalu di tukang daging. Supermarket jauh dari tempatku. Untungnya, tukang dagingnya deket. Jadi begitu dipotong, langsung diolah. Jadinya gak ada waktu daging ayam dibiarkan.

      Hapus
  15. Euuh, kirain masakannya beneran namanya ayam dingin segar. Ngebayangin makan ayam dingin-dingin tapi rasanya segar jeruk nipis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... *ikut ngebayangin juga*

      Hapus
  16. Dewi Kania08.41

    Wah...saya baru tahu dengan cara-cara seperti itu,mbak. Terima kasih atas sharenya.:)

    BalasHapus
  17. Wah aku baru tau Teh. Tapi biasanya emang kumasukin kulkas dulu, karena masaknya nunggu mood hehe..

    BalasHapus
  18. Anakku suka banget makan daging ayam mba. Jadi selalu ada stok d kulkas. Biasanya aku bekuin mba kalau beli tapi nggak langsung dimakan. Makasih tipsnya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih keren. Udah jadi kebiasaan, ya...

      Hapus
  19. Awalnya ku kira postingan ini mengarah ke promosi ayam olahan ternyata memang benar2 kampanye positif ttg ayam dingin segar y mba.. :D
    Kalo di pasar malah ku lihat bnyk yg gk pake pendingi sampe di kerumunin lalat2 gt. Padahal yg bagus di taruh di ruang terturup dan didinginkan y mba

    BalasHapus
  20. Jadi dapat pencerahan tentang ayam nih.
    Sayangnya, yg masih sulit buat anak kos yg gak punya kulkas ya itu, gak bisa nyimpan dlm freezer. Hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa disiasati dengan beli ayamnya jangan banyak-banyak.

      Hapus
  21. Saya sendiri belum pernah membeli ayam beku gitu mbak. Emak saya lebih sering beli ayam potong langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau jarak pemotongan ke jarak pengolahan gak lama, gak apa-apa sih Mas...

      Hapus
  22. aku juga suka makan daging ayammm, soalnya enggak doyan daging sapi atau daging kambing...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keluargaku pun. Gak terlalu suka daging selain daging ayam...

      Hapus
  23. Okey,,ayam2 lgsg masuk frezer aja biar aman, aku kirain ini iklan produk dr salah satu merk tp trnyta dr kementrian ya mba,,tengkyu mba

    BalasHapus
  24. Wah nambah ilmu ni, berarti ayam dingin segar jauh lebih baik dikonsumsi ya. Noted mba Nia. TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak Prima. Sama-sama...

      Hapus
  25. Aaaa baru tau teh ilmunya, biasanya dari pasar-dibumbu sebentar langsung goreeeeng..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo jaraknya gak lama sih dari pemotongan hingga ke pengolahan, gapapa langsung dibumbui dan dimasak..

      Hapus
  26. Aaaa baru tau teh ilmunya, biasanya dari pasar-dibumbu sebentar langsung goreeeeng..

    BalasHapus
  27. Wah foto sama Chef ganteng ya mbak, aku kira ini tadi mau demo masak. AKu baru tau manfaat daging dingin segar. makasih infonya

    BalasHapus
  28. wah ini artikel yang dicari, secara ayam masih menjadi menu favorit anak2. skalian nanya dech, brp lama batas waktu penyimpanan di dalam freezer agar kualitas ayam ttp terjaga? krn kadang saya suka lupa klo ada ayam di dlm freezer :D

    BalasHapus
  29. Ooh gitu ya, dit ukang sayur langganan ayamnya sudah gak terlalu segar mgk pas pagi masih baru keluar dr freezer tp kalo udah siamg udah mencair esnya

    BalasHapus
  30. Oh baru tahu infonya. Aku kalau beli ayam nggak langsung dimasak pasti dimasukin freezer dulu sih cuma ya masukin aja gitu biar beku nggak merhatiin yang lain-lainnya cuma yang penting biar nggak bau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih... Sudah bagus kebiasaannya.

      Hapus
  31. Teh lengkap banget reviewnya. Jadi banyak tau deh kalau ternyata ayam didiemin itu malah penyebaran bakterinya lebih cepet. Sekarang jadi suka kepikiran deh kalau mau beli ayam..
    Eh, Chefnya ganteng juga ya teh #bukansalahfokus #emangfokuskok :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener. Chef Edwinnya ganteng banget. Hihihi...

      Hapus
  32. Berarti kalau beli harus di supermarket dong soalnya jika berada di suhu ruangan bisa banyak kuman yang aktif, aku juga baru tahu kalau ayam harus minimal disimpan dibawah suhu 4 derajat celcius.. nice info

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak mesti sih. Di pasar traditional pun bisa. Asal si pedagang menyimpannya di suhu dingin. Bisa di chiller atau dengan tambahan es batu.

      Hapus
  33. berati kalo di pasar amannya beli yang abis dipotong ya, biar kalo dibawa pulang ngga lama. hufhh syukurlah slama ini kalo abis beli ayam langsung masuk freezer, tp tetep kudu blajar dgn bener cara penyimpanan yang baik dan benar nih

    BalasHapus
  34. Oh begitu ya, ternyata ga cuma memasak, menyimpan daging pun tidak boleh sembarangan, ada cara-cara dan alasan-alasan tersendiri. Ternyata jadi seorang chef itu tidak mudah ya, hehehe...

    BalasHapus
  35. terimakasih infonya Mba Nia, baru tahu tentang ini pantasan mertuaku lebih suka beli ayam yang dibekukan :)

    BalasHapus
  36. Semenjak saya nikah, saya belum.pernah lho beli daging ayam mentahan. Makannya pun nunggu kondangan.or dirumah orang. Sering rawan sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Bagus juga sih. Tapi kalo teliti bisa kok dapet yang aman. :)

      Hapus
  37. Waah artikelnya menarik sekali Mbak Nia.Dari ciri-ciri ayam berkualitas.Cara memilih ayam yang baik di supermarket sampai cara penanganan dan pengolahan saat sampai di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, mbak. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  38. Di tmpt saya, klo beli ayam di pasar atau tukang sayur, ayamnya ga dingin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, semoga Kampanye ini bikin pedagang mengubah kebiasaannya...

      Hapus
  39. Waduh, selama ini kalau habis beli ayam dingin segar, saya diamkan dulu di dapur, setelah istirahat baru dimasukkan ke kulkas. Ternyata rantai dinginnya terputus ya? Dan bisa menimbulkan bakteri ya...haduuh
    Eh, kalo di warung atau di tukang sayur, ayamnya udah gak dingin, berarti harus selalu beli ke supermarket dong..! :(

    BalasHapus
  40. oooh, ternyata dari proses sembelih udah harus dalam suhu dingin toh, Mba? wuiih. terjamin ya segernya. Tapi ngebayanin kalo manual sembelihnya, pasti kedinginan yang motong hehehee...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, enggak pas proses sembelih, tapi mulai setelah dipotong. :)

      Hapus
  41. Sama kayak komen di atas, baru tau kalau gak boleh putus masa dinginnya. Padahal di pasar-pasar kebanyakan dibiarkan berjam-jam di suhu panas. Di kompleks rumah malah ada yg jual ayam keliling dari pagi sampai siang, ayamnya gak ditutup >.<

    Makasih infonya mbak, jadi lebih hati-hati kalau mau beli ayam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyaknya memang begitu. Dan semoga, setelah ada kampanye ini, pedagang dan konsumen jadi sama-sama aware. :)

      Hapus
  42. Pertama dengar kata 'ayam dingin segar' yang terbayang ayam beku.. ternyata begitu penjelasannya ya.. trmksh, mb Nia...

    BalasHapus
  43. Oh dingin itu menjaga protein agar ngak rusak yaa inti nya

    BalasHapus
  44. menarik sekali penjelasanya, ternyata ayam dingin bisa menjaga kandungan zat di dalamnya ta..

    BalasHapus
  45. Jadi ngga baik dong ya ayam yang dijual di pasar tradisional (yang ga pake chiller)... ceyeeem... pas klik judulnya kirain tentang produk frozen food wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang udah didiamkan lama, iya. Kurang bagus kualitasnya..

      Hapus
  46. saya kira tadi ayam segar dingin itu kayak sushi :)))) ternyata justru harus segera masuk kulkas untuk banyak alasan selain agar tidak cepat rusak

    BalasHapus
  47. Ulasan yang bagus mbak, jadi tambah ngerti tentang mengola daging ayam yang baik, sangat bermanfaat buat aku dan adekku.

    BalasHapus
  48. Ane gemes liat ayamnya pengen goreng :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)