Tampilkan postingan dengan label Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Games. Tampilkan semua postingan

30.9.21

Ingin Naik ke Level Lebih Tinggi dalam Main Game? Gunakan Powerful Portofolio Gaming dari HP!


Manteman, pada suka ngegame, kan? Sama dong kayak saya. Tapi, saya sih gamer casual. Bukan jenis gamer hardcore. Iya, tukang main game yang santai-santai saja. Yang game-nya ringan-ringan saja. Semacam Bubble Shooter, Zuma Deluxe, Fruit Slash, Virtual Villagers, Tetris, Cooking Dash, Farm Frenzy, atau sejenisnya. Pokoknya yang ringan dan yang lucu. Dan mainnya, cuma saat selow aja. Gak ada waktu khusus untuk main game. 

30.11.17

CERDIK, 'Mainan Baru' yang Mendidik, Unik, dan Menarik


Manteman, beberapa hari yang lalu saya bermimpi ketemu almarhum bapak. Mimpinya sih gak terlalu istimewa, cuma saling sapa biasa aja. Tapi begitu bangun, saya langsung menangis. Berjam-jam lamanya hingga akhirnya saya bisa tenang kembali. Entahlah, mungkin karena terlalu kangen, almarhum bapak sampe kebawa mimpi. Padahal, bapak sudah tiada hampir 3 tahun.

7.11.16

Curhatan Gamers Lemot


"Mi, lagi ngapain, sih?" Tanya A Radit penasaran.
"Maen games," jawab saya anteng mainin hape.
"Hah, games apa? Tanyanya lagi semakin heran.
"Bubble Shooter."

Seperti itulah kayaknya percakapan saya dengan A Radit, anak saya yang kedua. Dia langsung ketawa ngakak begitu tahu emaknya main games. Bubble Shooter pula. Jelas begitu sebab dia tukang main games Berbagai macam games dalam waktu sekejap, pasti bisa dia kuasai. Ya mungkin demikianlah anak-anak zaman sekarang. Games atau apa saja yang berhubungan dengan gadget dan teknologi, begitu mudah dimainkan. Dan sebaliknya. Generasi X macam saya, begitu susah untuk menaklukkan hal-hal baru. Entah karena susah move on atau memang males untuk belajar. Yang jelas, kengakakan A Radit waktu itu, tentu karena tahu, emaknya memang pemain Bubble Shooter sejak zaman firaun. Tepatnya sejak zaman kuliahan di akhir tahun 90-an. *Duh, ketahuan umur* Saya pernah cerita soal itu kepadanya.

29.8.15

Tip Menyikapi Games (yang Dimainkan Anak-anak) di Ponsel Pintar

Tip-Menyikapi-Games-yang-Dimainkan-Anak-anak-di-Ponsel-Pintar

Kemaren sore, saat mau googling di hape, saya kaget banget. Kagetnya begini, di jejak pencarian via Google tersebut, ada banyak sekali kata kunci pencarian yang asing dan tidak saya kenal. Dan jelas, itu bukan saya yang mengetikkannya. Meski bukan sesuatu yang berbau porno atau pun kekerasan, kata-kata kunci pencarian itu sangat membuat saya penasaran.

Pikiran saya langsung tertuju pada A Radit. Iya, selain dia, cuma De Zaudan yang biasa minjem hape saya. Dan cuma dia yang sudah bisa baca tulis. Jelas sekali, A Raditlah 'tersangka' yang mengetikkan kata-kata kunci pencarian itu.

Untuk tahu apa yang dicari A Radit, saya pun langsung searching setiap kata-kata pencarian yang aneh tesebut. Meskipun tak menemukan hal yang 'bahaya', saya cukup 'tersadar' dengan apa yang dicari A Radit. Benar, A Radit ternyata mencari semua hal yang berhubungan dengan games kesukaannya yang ter-install di hape saya, Minecraft dan juga Clash of Clan. Dari mulai turorial cara mainnya di Youtube hingga server yang membuat dia bisa main multiplayer.

4.7.15

Bermain Bareng Boci di Pasar Malam, Yuk!

Pak, Bu, hapenya sering dipinjem anak-anak buat maen games, gak? Hape saya iya. Soalnya, anak saya yang saya kasih hape cuma baru anak pertama (Reihana, 13 tahun) saja. Anak saya yang kedua (Radit, 10 tahun) apalagi yang ketiga (Zaudan, 3 tahun) belum saya kasih hape. Jadinya, hampir tiap hari, mereka pasti minjem hape saya. Dan di hape saya, si anak kedua dan ketiga punya games sendiri-sendiri. 

Awalnya sih cuma A Radit aja yang nginstall game di hape saya, tapi karena sering lihat, De Zaudan ikut-ikutan. A Radit yang sukanya games perang-perangan juga diikutin De Zaudan. Tapi A Radit sering marah kalau gamesnya dimainin adiknya. Jadi berantakan, katanya. Akhirnya, saya pun nginstall games sendiri untuk de Zaudan.

Jujur, nyari games buat anak 3 tahun gampang-gampang susah. Gampangnya, apa pun games yang saya install, De Zaudan pasti mau, tapi susahnya, kemudian dia jadi sering bĂȘte karena gamesnya susah. Misalnya games balap mobil. Mobilnya nabrak melulu. Gak cuma karena susahnya, tampilannya yang kurang sreg (menurut De Zaudan), musiknya yang ga enakeun (masih menurut De Zaudan), hingga loadingnya yang terlalu lama (gamesnya berat) pasti juga bikin De Zaudan uring-uringan. Jadinya, hampir tiap hari, De Zaudan pasti minta dicariin game. Dan saya, bolak-balik Play Store untuk install-uninstall games.