Tampilkan postingan dengan label Emak2Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emak2Blogger. Tampilkan semua postingan

25.1.16

Berkarya Melalui Blog


“Ikatlah ilmu dengan menulis." ~ Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib

Tahun 2012 sepertinya merupakan tahun yang menjadi titik belok di dalam hidup saya. Berhenti total dari menulis buku karena memiliki bayi, dan beralih menulis di blog. Meskipun bagi banyak orang, terutama orang-orang di sekitar saya, apa yang saya lakukan dianggap ‘tak berguna’, sebab tidak menghasilkan uang, menulis di blog ternyata memberi perubahan yang sangat besar bagi hidup saya. 

Ya, dari ngebloglah kemampuan menulis saya yang awalnya saya anggap sudah bagus menjadi lebih baik. Dari ngebloglah saya mendapat banyak teman maya namun terasa nyata dekatnya. Dari ngebloglah saya ternyata bisa mendapat rezeki yang bahkan lebih besar dari menulis buku. Dan dari ngeblog pulalah, saya mendapatkan pengalaman dan ilmu yang tak bisa dihargai dengan uang sebesar apa pun. Sungguh, vakumnya saya dari dunia menulis buku yang tadinya begitu saya sesalkan, pada akhirnya membawa saya kepada dunia blogging yang sekarang begitu saya cintai.

21.4.15

Ibu Mertuaku Sahabatku

Siapa bilang ibu mertua itu galak? Siapa bilang ibu mertua itu sadis? Dan siapa bilang ibu mertua itu killer? Itu sih hanya ada di sinetron-sinetron dan film-film. Buktinya, ibu mertuaku laksana seorang malaikat. Ya, persis dengan ibu kandungku. Meski tak seterbuka ibu kandungku, kasih-sayang dan perhatian ibu mertua itu nyata adanya. Sekarang, ibu mertuaku itu seperti seorang sahabat. Ini salah satu cerita mengenai kebaikan beliau.
***

Siang itu bukanlah hari libur. Kebetulan saja, hari itu tak ada jadwal kuliah, sehingga walau pun sudah jam 11 siang, aku masih bermalas-malasan di dalam kamar. Suamiku sendiri sudah pergi bekerja. Waktu itu, adalah bulan ketiga di usia pernikahanku. Dan aku belum mengalami tanda-tanda kehamilan. Ya, aku memang menikah ketika masih kuliah. Dan karena belum mempunyai rumah sendiri, aku dan suami tinggal di rumah mertua, yang kebetulan memiliki rumah yang besar.

Angin yang besar membuat siang itu terasa dingin. Aku pun tidur-tiduran di dalam kamar dengan berselimut. Tiba-tiba, dari luar kamar terdengar suara orang mengetuk pintu. Karena aku lambat membukanya dan pintu tidak dikunci, akhirnya si pengetuk membuka pintu kamar. Dia ternyata adalah ibu mertuaku. Dengan setengah kaget, dia lalu menghampiriku.

30.1.14

[Perempuan dan Internet ] Antara Aktualisasi Diri, Pengembangan Diri, dan Keinginan untuk Berbagi

Setiap kali mendengar masalah mengenai isu kesetaraan gender, entah kenapa, hati saya selalu gemas dibuatnya. Bagaimana tidak, di era seperti sekarang, kok masih saja ada orang yang meributkan pantas-tidaknya seorang perempuan berkecimpung di dunia yang biasa ‘dipegang’ laki-laki. Bagi saya, hal itu rasanya itu sudah ketinggalan zaman. 

Perempuan dan Internet
Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang paling berjasa dalam membuat perempuan dan laki-laki diperlakukan sejajar. Berkat dua hal ini, kini perempuan tak bisa hanya dipandang dari sisi fisiknya saja. Sisi intelektualitas bahkan menduduki tempat yang lebih penting. Karenanya tak heran, jika kini kita mendapati banyak perempuan menempati jabatan penting.

Internet adalah bagian dari teknologi. Menurut saya, internet merupakan sebuah temuan yang paling berguna di abad ini. Terutama bagi perempuan, sebab internet, kini menjadi tempat untuk mengaktualisasikan diri. Sekali pun si perempuan tersebut ada di tempat yang jauh terpencil. Tentu, karena internet, kini bisa diakses di hampir seluruh penjuru dunia. Internet ini tak hanya membuat ‘eksis’ di dunia maya saja, bahkan di dunia nyatanya, kehidupan si perempuan tersebut bisa kena imbas. 

Saya yang ada di kota kecil pun kini bisa mengakses internet

22.12.13

IBU, Cinta Tanpa Akhir

Malam itu begitu sempurna. Bintang dan Rembulan bersinar dengan cerahnya. Secerah hatiku yang dipenuhi sinar kehidupan dan harapan yang akan dimulai esok pagi. Ya, semenjak pagi hingga malam beranjak, hari rasanya memang begitu bersahabat. Tak ada setitik pun air langit yang jatuh ke bumi. Sepertinya mereka sangat mengerti. Hari itu, malam itu, dan esok hari adalah milikku. Hari yang akan sangat bersejarah untuk aku, dan kehidupanku.

Air langit memang tidak jatuh di sepanjang hari itu. Dia ternyata pindah ke ujung mata mamaku. Awalnya, hadirnya tak bisa aku rasakan. Tapi sembab matanya, perubahan warna matanya, hingga isak dari hidungnya jelas kentara pada sosok perempuan yang sudah melahirkanku itu.

“Mama, nangis?” tanyaku heran.
“Enggak,” jawabnya pelan sambil menebarkan seulas senyum yang dipaksakan.
“Kenapa nangis?” tanyaku lagi.
“Enggak nangis, ah!” Mama menghindar tatapan mataku.
“Mama… kenapa?” tanyaku memberondong.

14.11.13

Acer Aspire E1, The Best Notebook untuk Emak-emak yang Sibuk

Memasuki minggu terakhir tantangan #30HariBlogChallenge Bikin Notebook 30% Lebih Tipis, aku rasanya semakin kenal dengan Si Slim Series Acer Aspire E1 ini. Tanpa terasa, si notebook idaman yang awalnya hanya tergambar saat membuat postingan untuk tantangan ini, kini mulai ‘gak sopan’ dengan merasuki mimpi. Yupp! Beberapa kali, di dalam mimpi, notebook perjuangan yang selama ini hadir di hidupku tiba-tiba saja raib. Dan entah datang darimana, di meja kerjaku, ada sebuah benda cantik yang menclok dengan anggunnya. Jelas aku girang karenanya, sebab si anggun itu adalah benda yang selama ini dipuja-puji oleh ratusan emak di grup KEB. Semoga saja, ini menjadi pertanda baik dari akan beralihnya masa ‘suram’ per-notebook-an jadulku. Sehingga era modern yang ditawarkan si Acer Aspire E1 tak lagi menjadi mimpi. Eh lagian, aku sudah pantas menyandang si Acer Aspire E1 ini, lho! Mau tahu kenapa?

Aku Ikut Berperan Dalam Menopang Tulang Punggung Perekonomian
Aktivitasku bareng notebook
Huah… dahsyat amat ya subjudulnya? Hehehe…. Begitulah. Sebut saja aku lebay untuk itu. Tapi, percaya atau tidak… itu benar 1000%. Ya, sebab walaupun sebagai isteri aku dinafkahi suami, sebagai mitra hidup yang (inginnya) baik, aku gak mau tinggal diam saja. Aku juga sebisa mungkin membantu suami untuk urusan keberlangsungan ngebulnya dapur kami serta terkumpulnya sekarung berlian. Karena itulah, sebagai makhluk yang hanya bisa mengandalkan keahlian jari dalam mengetik (walau pun cuma telunjuk tangan kanan dan kiri), aku bener-bener tergantung dengan benda kotak berlayar, ber-keyboard, dan sangat jenius ini. 

6.11.13

Acer Aspire E1, Teman Kerjaku, Sahabat Keluargaku

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, notebook yang keren bukanlah monopoli kaum tertentu saja. Emak-emak rempong yang kesehariannya nongkrong di rumah macam aku, pun termasuk ke dalam salah satu golongan yang wajib memilikinya. Tentu saja, sebab zaman sudah banyak berubah. Notebook yang dulu merupakan barang mewah sudah bergeser sudah menjadi barang kebutuhan primer.

Sambil Menyelam Minum Air, Sambil Hiburan Dapat Bonus
Begitulah adanya. Menulis, buatku adalah hiburan. Sebab ketika menulis, aku bisa menjadi apa pun yang aku mau dan mengeluarkan yang selama ini tidak terungkapkan. Dan dengan menulis, aku bisa 1000 kali lebih cerewet daripada biasanya. Dan ini berarti aku bisa mengeluarkan semua ganjalan serta semua kekesalan yang tak terucapkan. Sehingga setelah menulis, hati bisa menjadi lebih plong dan siap untuk melakukan rutinitas keseharian.

Selain melegakan hati dan pikiran, hasil tulisan bisa memberi bonus. Baik itu uang atau manfaat bagi orang lain. Dan bonus-bonus ini membuat kebahagiaan menjadi berlipat ganda.

31.10.13

Notebook Tipis, Kerja Online Makin Praktis

Sebagai emak-emak yang biasa ber-multitasking ria, diam adalah kegiatan yang paling malas untuk dilakukan. Mau itu di rumah, di sekolah anak-anak, atau bahkan di mal saat jalan-jalan, ada saja hal yang kudu dikerjakan. Dan menulis adalah si pembunuh waktu favorit sehingga paling banyak aku lakukan saat diam itu. 

Dulu, nulis cerpen, nulis buku, atau nulis artikel untuk media cetak adalah jenis nulis yang paling doyan aku lakukan. Sebabnya tentu saja sebab ketiga jenis nulis ini bisa ngasilin uang saku. Tapi sekarang, sejak kenal deket emak-emak keren yang hobi dan jago ngeblog, ngisi buku harian di dunia maya itu menggeser hobiku yang dulu. Sekali pun ngeblog gak ada bayarannya. Dan kalau pun ngeblog untuk lomba, belum tentu juga kemenangannya. Jujur, ngeblog itu ngasih kepuasan tersendiri yang gak bisa diungkapkan. Apalagi kalau tulisanku yang diposting itu dikomen orang lain atau menang lomba. Pulsa sepuluh ribu saja, rasanya aku sudah jadi raja dunia. Bener-bener indah deh!

Salah satu ekspresi di saat menang.
Harus pake manyun-manyun gitu, ya? :p

Semua orang yang gemar nulis pasti setuju. Nulis yang paling nyaman itu pasti di depan laptop atau notebook. Apalagi buat aku. Selain bisa sekalian pakai berbagai program, benda pintar ini sangat bersahabat dengan tangan dan jari jaheku yang gede-gede. Dengannya, dijamin gak ada typo atau salah-sala kata. Itu sebabnya, ke mana pun aku jalan, si notebook perjuangan selalu menjadi teman.

24.10.13

Lebih Produktif dan Semakin Eksis dengan Notebook Tipis yang Ekonomis

Sebagai seorang emak beranak 3 dengan tanpa asisten rumah tangga, menyalurkan hobi nulis dan ngeblog itu bukan hal yang mudah. Apalagi jika salah satu dari anak-anak itu adalah balita yang lagi belajar jalan. Bisa dipastikan, anteng sedikit di depan laptop, si balita udah jatuh duluan.

Bukti sebagai emak 3 anak :D

Menulis adalah ‘me time’. Karenanya, setiap hari, walau pun bukan naskah buku, artikel, atau pun apdetan blog dan cuma curhatan di facebook atau pun ocehan di twitter, mutlak aku lakukan. Tanpa itu, bisa dipastikan, hidupku jadi timpang dan tak karu-karuan. Lebay? That’s every woman's middle name, kan? :D

Agar bisa eksis, narsis, serta tetap bisa nulis, aku butuh gadget yang keren. Gak sekadar bisa browsing, ngeblog, atau pun ngapdet di media sosial. Performa, tongkrongan, spek, hingga harganya juga harus keren. Tentu saja, sebab me time ini dijabanin tak hanya di rumah saja. Di sekolah anak saat mereka sedang anteng belajar bareng gurunya; di meja foodcourt saat anak-anak bermain di KiddyLand; di pinggiran kolam renang saat anak-anak dan suami main air; hingga di dapur di sela-sela memotong sayuran ketika memasak. Belum lagi menulis pada saat seminar, workshop, pelatihan, atau menjadi instruktur menulis di luar rumah. Tanpa gadget canggih dan keren, mustahil semuanya bisa dilakukan.

Berbagai aktivitasku di dunia menulis dan blogging

21.10.13

Meet Chef Arnold bareng Emak-emak Blogger

Beberapa waktu lalu, saat MakPuh Indah Julianti di grup Emak-emak Blogger ngasih kuis yang hadiahnya tiket gratis ikut demo masak bareng Chef Arnold, aku seneng bukan kepalang. Soalnya, selain bisa ketemu chef nan kiyut itu, untuk pertama kalinya, aku juga juga berkesempatan ikut kopdar bareng Emak-emak Blogger Bandung. Jadi ga heran, dengan semangat '45, aku pun ikut kuis itu. Dan Alhamdulillah, terpilihlah aku bersama 9 emak blogger asal Bandung lainnya. 

Begitu mendekati Hari H, kekhawatiran untuk bisa ikutan acara ketemu Chef Arnold mulai dateng. Si kecil #BabyZ tiba-tiba sakit. Entah karena mau ditinggal emaknya atau emang si sakit itu keterlaluan :D, #BabyZ pun jadi rewel. Dari mulai muntah-muntah, diare, panas, sampe batuk pilek. Tapi Alhamdulillah, walau pun gak ke dokter karena aku males (gara-gara dokter-dokter di Soreang itu demen banget ngasih antibiotik, apa pun sakit si bayi dan aku gak tega liat si bayi harus nenggak antibiotik sampe habis), akhirnya #BabyZ pun sembuh. Ya, batuk pilek dikit mah jamak lah ya. Itu mah emang penyakit yang awet. Nanti juga sembuh sendiri. 

Hari Minggu tangal 20 Oktober pun tiba #halah. Ternyata eh ternyata, batuk pilek #BabyZ makin parah. Mendekati jam-jam aku harus pergi, si bungsu yang biasanya tidur siang tibra itu, mendadak rewel. Sempat terpikir untuk cancel ikut acara itu. Tapi karena udah kadung janji dan gak enak sama Emak-emak Blogger yang udah dikasih jatah 10 tiket dan kalo aku ga pergi berarti buang 1 tiket sekaligus ngilangin kesempatan emak blogger Bandung lainnnya, aku pun nekad untuk pergi. Satu jam sebelum pergi, si bayi yang mau berumur 1,5 tahun itu pun, aku kasih obat. Eh ternyata, batuk pilek dan ingus-ingusnya yang sejabrod itu mau juga berkurang. Alhasil, dia pun bisa dibebenjoin neneknya. So, aku pun bisa pergi melenggang dengan tenang. Bareng misua tercinta tentunya.