27.9.19

Gaji Rp5 Juta? Ini Cara Beli Rumah Dijual di Jakarta Barat Harga 300 Juta!


Siapa bilang dengan gaji Rp5 juta per bulan kita tidak bisa membeli sebuah rumah? Walopun kita ingin membeli rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta sekali pun, semuanya bisa saja diwujudkan. Bukan dengan hanya menunggu datangnya sebuah keajaiban lho. Yang perlu kita lakukan hanyalah disiplin dalam mengelola rencana keuangan kita.

Skema cicilan rumah lewat KPR mungkin bisa dijadikan salah satu cara dalam mendapatkan rumah tersebut. Namun biaya uang muka (DP) dan cicilan rumah per bulannya juga patut untuk kita pikirkan. Jangan sampai, setelah pengajuan KPR dikabulkan, kita malah kesulitan untuk melunasi kredit rumah tersebut. Sehingga akhirnya rumah yang kita huni disita oleh pihak bank.

Lantas, bagaimana sih caranya membeli rumah dijual di Jakarta Barat harga 500 dengan gaji Rp5 juta per bulan? Simak penjabarannya di bawah ini, yuk!

1. Memperhitungkan Kampuan Finansial

Hal pertama yang harus dilakukan ketika ingin beli rumah dijual di Jakarta Barat Harga 300 juta adalah memperhitungkan kemampuan finansial pribadi kita sendiri. Bagaimana cara menghitung kemampuan finansial kita? Ya, dengan mengetahui berapa anggaran belanja yang kita keluarkan setiap bulannya. Dengan begitu, nantinya kita dapat mengetahui seberapa besar biaya cicilan rumah yang sesuai dengan pendapatan kita per bulannya. Berikut simulasi perhitungannya.
  • Biaya makan = Rp1.500.000
  • Biaya transportasi = Rp500.000
  • Tabungan = Rp250.000
  • Biaya lain-lain = Rp500.000

Sehingga, total pengeluaran per bulannya adalah Rp3,25 juta. Jika gaji kita sebesar Rp5 juta, maka sisa dana yang kita miliki adalah Rp1,75 juta (atau 35 persen dari total gaji).

Menurut pakar keuangan, anggaran tabungan sebesar 30 persen per bulan sudah cukup aman untuk seseorang bisa mencicil rumah. Sehingga, peluang diterimanya pengajuan KPR atas rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta yang hendak kita beli menjadi lebih besar.

2. Menghitung Biaya Cicilan Rumah


Berdasarkan perhitungan di atas, maka sisa uang yang Anda miliki, setelah dipotong dengan biaya kehidupan sehari-hari adalah sebesar Rp1,75 juta. Nah, sisa uang tersebutlah yang akan digunakan untuk melunasi cicilan rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta yang ingin kita beli. Caranya, dengan memanfaatkan tenor KPR yang tersedia.

Pelunasan KPR sendiri biasanya dibagi atas tiga jangka waktu, yaitu cicilan 10, 15, dan 20 tahun. Pilihlah tenor mana yang paling mengakomodir kebutuhan kita dalam membeli rumah.
Contoh perhitungannya bisa seperti ini.
  • Jangka waktu KPR 10 tahun: (Rp1.750.000) x (10 x 12 bulan) = Rp210.000.000
  • Jangka waktu KPR 15 tahun: (Rp1.750.000) x (15 x 12 bulan) = Rp315.000.000
  • Jangka waktu KPR 20 tahun: (Rp1.750.000) x (20 x 12 bulan) = Rp525.000.000

Dari perhitngan di atas kita mengetahui, bahwa tenor waktu yang tepat untuk dimanfaatkan dalam melunasi rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta adalah minimal 15 tahun. Usahakan menabung dengan jumlah yang sama, yakni Rp1,75 juta per bulannya, paling tidak selama 3-4 tahun. Jika berhasil, kita akan memiliki dana tabungan sebesar Rp63 juta dalam kurun waktu 3 tahun. Uang sebesar Rp63 juta tersebut sudah cukup. Namun, dana ini diluar biaya lain ya, seperti booking fee, biaya admin, notaris, dan sebagainya.

3. Membayar Biaya Uang Muka

Uang muka atau down payment (DP) sering kali menjadi momok bagi banyak orang yang ingin membeli rumah. Sebab, pada umumnya biaya DP hanya bisa dicicil dalam jangka waktu singkat, yakni 1-5 tahun.

Melunasi biaya cicilan rumah saja sudah berat, apalagi harus membayar DP-nya yang cukup besar. Oleh karenanya, perlu kedisiplinan dalam mengelola anggaran belanja supaya kita bisa menutupi DP tersebut.

Seperti contoh perhitungan sebelumnya, sisa uang yang kita miliki setiap bulannya sebesar Rp1,75 juta. Tabunglah uang tersebut selama kurun waktu 3-4 tahun, sebelum kita mengajukan KPR. Pasalnya, dengan menabung sebesar Rp1,75 per bulan selama 3 tahun saja, kita sudah dapat mengumpulkan uang sebesar Rp63 juta, lho.

Jumlah tersebut kurang lebih sama dengan 20 persen dari rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta yang ingin kita beli. Sebagai catatan, biaya DP biasanya dipatok 10-30 persen dari total harga rumah. Kendati demikian, waspadai juga biaya-biaya tak terduga lainnya yang harus kita keluarkan pada saat proses jual beli rumah tersebut ya. Seperti booking fee, biaya admin, notaris, dan lain-lain. Itu sebabnya, sangat disarankan agar kita menabung terlebih dahulu selama 3-4 tahun, demi mencukupi segala biaya tetek bengek pembelian rumah.


4. Pilihlah Jenis Suku Bunga KPR yang Sesuai

Menghitung anggaran belanja sudah, menghitung biaya DP dan cicilan rumah juga sudah, sekarang saatnya kita memilih jenis cicilan KPR rumah tersebut. Ada beberapa jenis cicilan KPR yang biasanya ditawarkan oleh bank, sebagai berikut.

Suku Bunga Flat

Suku bunga flat artinya nilai suku bunga yang ditawarkan oleh bank sama setiap bulannya. Hal ini membuat para debitur tidak perlu khawatir adanya risiko lonjakan biaya cicilan rumah di masa depan. Nilai bunga yang dijatuhkan diambil berdasarkan perhitungan persentase bunga dikalikan dengan pokok pinjaman awal, sehingga jumlah pembayaran ditambah bunga setiap bulan akan sama besar.

Suku Bunga Efektif

Jenis suku bunga ini dianggap lebih fair dibandingkan suku bunga flat. Mengapa demikian? Sebab, bunga yang dibayarkan sesuai dengan sisa pokok pinjaman. Sedang suku bunga flat (meski tidak mengalami kenaikan), namun perhitungannya diambil dari biaya bunga berdasarkan nilai awal pokok pinjaman.

Suku Bunga Anuitas

Secara umum, perhitungan suku bunga anuitas dan efektif cukup mirip, perbedaan keduanya terletak pada komposisi cicilan pokok dan nilai bunga tiap bulannya. Perhitungan cicilan pokok bunga anuitas dilakukan dengan mengurangi jumlah total cicilan dengan nilai bunga per bulan. Setelah membaca keterangan di atas, jenis suku bunga KPR mana yang sesuai dengan kebutuhan kita dalam membeli rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta?

5. Tinggalkan Pola Hidup Konsumtif dan Cari Penghasilan Tambahan


Alangkah naifnya jika kita ingin membeli rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta dengan gaji 5 juta, namun tetap menjalankan sebuah pola hidup yang konsumtif. Ketika kita sudah berniat untuk membeli sebuah rumah, maka persiapkan segala kebutuhan dana yang akan dikeluarkan dengan baik, salah satu caranya ya dengan berhemat.

Kurangi membeli barang-barang yang sebetulnya tidak terlalu penting. Jika perlu, cari penghasilan tambahan dengan bekerja sebagai freelance. Agar lebih mudah dalam menemukan rumah dijual di Jakarta Barat harga 300 juta, cobalah untuk mencarinya lewat situs properti terpercaya di tanah air, 99.co/id atau biasa disebut 99.co Indonesia.

Semoga informasi ini bermanfaat, selamat mencoba!

31 komentar:

  1. bener banget, mba
    harus punya tujuan keuangan, supaya ketika ber-financial planning kita jadi makin semangaaaattt
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Masih adaaa ya mba harga seginiii.. swmangnyaaa. Banyak cara utk dpt rumah idaman yaaa

    BalasHapus
  3. Cari tambahan terus jalan, kurangi beli-beli yang tidak dibutuhkan amat ya, Mbak.

    BalasHapus
  4. Harus rajin menabung dan mengencangkan ikat pinggang ya kalau pingin beli rumah dengan gaji segini

    BalasHapus
  5. Memang kalo mau beli rumah itu kitanya harus memiliki keteguhan hati dan niat yang kuat yah Teh. Aku waktu baru nikah langsung maksa ngambil rumah, ketika DP-nya kurang bela2in menggadaikan cincin kawin dong hahaha.

    Trus karena kita sama2 dodol dan belum paham tentang gadai-menggadai gitu, cincinnya kelupaan gak ditebus dong dan sampai sekarang gak punya cincin kawin dong hahaha *malah curhat*

    Biarin lah gak punya cincin, yang penting punya rumah hehe

    BalasHapus
  6. Iya jaman ini gaji 5 juta utk yg berkeluarga beraat..
    Tapi buat yg masih single dan punya cita2 beli rumah bagus...artikel ini bisa jadi acuan.

    BalasHapus
  7. Hahaha, suka banget Mbak bagian terakhirnya. Betul naif sekali ingin membeli rumah tapi ogah mengubah gaya hidup. Apalagi gaya hidup konsumtif dimana sebagian besar barang yang kita beli sebetulnya nggak perlu-perlu amat

    BalasHapus
  8. Wah tips banget nih, bukan tifak mungkin kita bis membeli rumah dengan gaji lima juta ya mbak😍

    BalasHapus
  9. Sepakat dengan 5 tips di atas.
    Rumah temasuk kebutuhan pokok, harus dibela-belain untuk disiplin menabung agar memiliki tempat tinggal sendiri.

    BalasHapus
  10. Duh pas banget nih dengan yang saya alami skrg, kudu berhemat banget dan sebisa mungkin mengurangi cuci mata ke mall demi cicilan bulanan yang lumayan besar :(

    BalasHapus
  11. Kalau dipikir-pikir dengan gaji 5 juta kayaknya agak riskan untuk bisa nyicil rumah di Jakarta.
    Tapi ternyata kalau udah diitung-itung bisa juga ya nyisihin dana untuk nyicil rumah. Gimana kemauan aja ya Teh hehehe

    BalasHapus
  12. Nah suku bunga yang flat juga jadi pertimbangan soalnya temen-temen kantor kasian menginjak tahun ke-4 bunganya naik drastis bikin kasian akhirnya pada pindah bank deh

    BalasHapus
  13. Bermanfaat banget ini infonya. Kalau punya rumah sendiri tuh rasanya ayem, meski pakai KPR. Tapi kan bayar pakai duit sendiri ya

    BalasHapus
  14. Iya banget, teh..
    Ibu bolak-balik ingetin aku untuk gak bergaya hidup konsumtif. Kalau bisa, anak-anak selalu disediakan masakan rumahan. Jadi gak biasa makan makanan enak terus...

    Tipsnya oke banget, teh...

    BalasHapus
  15. Sekarang nyari rumah di Jakarta Barat tuh susaaah. Hehhe. Dan kalaupun dapat harga segini tuh pastis enang banget mba. Makasih informasinya ya mba

    BalasHapus
  16. Rumah adalah gak serius, karena itu untuk memilikinya dibutuhkan persiapan serius juga karena menyangkut masa depan.
    Cari rumah idaman ternyata bisa lewat 98 co yang membantu kita untuk menentukan hal sesuai kemampuan dana dan kebutuhan.
    Gaji 5 juta itu besar tetapi butuh pengelolaan gaya hidup

    BalasHapus
  17. Harus pintar-pintar mengelola keuangan juga ya hidup di mana pun. Apalagi kota besar biaya hidup tinggi. Bagi yang singel gajin5 juta jelas bisa melakukan apapun tapi bagi kepala rumah tangga anak tiga dan sekolah semua berat juga jika sambil mencicil rumah.

    BalasHapus
  18. Wah kyknya itu pas bujangan belinya hehe, mumpung belum ada tanggungan anak istri jadi bisa menyisihkan tabunagn kyk gtu buat beli rumah di jakbar :D

    BalasHapus
  19. Cara pertama dan utama adalah menghitung kemampuan finansial yang akhirnya bisa mencicil rumah. Kalau saya dari sebelum menikah udah nabung buat rumah mbak cuma belum kesampean hehe, masih nyaman di rumah dinas hihi

    BalasHapus
  20. Boleh juga tuh perhitungan financialnya, kayaknya cocok ya buat yang masih single. Jujur kalau saya sendiri biaya untuk sekolah anak2 dan ongkos ga cukup segitu huhu,, sedih deh.

    BalasHapus
  21. Klu kt bisa mengatur keuangan psti bsa membeli apapun yg kt mau trmsuk rumah seharga ratusan juta, tp btuh effort banget

    BalasHapus
  22. Kalau mau beli sesuatu yg mahal, kita memang harus berkorban ya.. Entah itu berkorban nggak makan2 mewah atau nggak liburan terlalu jauh :D

    BalasHapus
  23. Kudu hemat banget ga boleh hura hura kalo mau beli rumah. Aku pengen punya rumah nggak nemplok ama mertua wkwkqk

    BalasHapus
  24. Setuju banget teh nia.. kalo kita sudah berniat untuk membeli sebuah rumah, maka persiapkan segala kebutuhan dana yang akan dikeluarkan dengan baik, salah satu caranya ya dengan berhemat.. jadi tersentil akutuh karena masih sering bocor halus untuk pengeluaran bulanan hiks.. kapan beli rumah kalo begini terus..

    BalasHapus
  25. Dengan gaji segitu, dan harus berjuang membeli rumah, bisalah ya, yang penting si emak kudu sabar nggal belanja belanja dulu. Hehe.

    BalasHapus
  26. oke banget mba tipsnya. Aku pengen banget beli rumah di Jakarta. Ga pengen ke pinggir.

    BalasHapus
  27. Harga 300juta untuk ukuran Jakarta termasuk murah menurutku lho ya
    Namun tetepaja kudu nabung karena pasti ada biaya tak terduga

    BalasHapus
  28. Ternyaya bisa ya dengan penghasilan 5juta beli rumah di Jakarta. Itu aku sampai ikut mencontoh perhitungannya. Mau juga sih punya rumah di Jakarta, daripada ngontrak begini

    BalasHapus
  29. Sekarang harga rumah nggak ada yang murah ya, teh :(
    harus bisa menabung lebih banyak dan cari penghasilan tambahan juga supaya bisa nabung lebih banyak :)

    BalasHapus
  30. masih ada ya kak harga segini, murah bingit itu mah, terlebih masih di Jakarta pula

    BalasHapus
  31. Setiap hari mesti menabung dan mengencangkan ikat pinggang biar bisa beli rumah

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)