badge

28.11.15

Optimasi SEO Blog dengan Page Title, Yuk!


Temen-temen, nulis postingan ini, saya sambil tutup muka, lho. Hehehe... begini, lagi-lagi saya malu sebenernya mau nulis tentang tema yang satu ini. Iyalah, tema SEO per SEO-an ini sebenernya gak saya kuasai. Lha wong ikut kontes nulis ber-SEO aja gak pernah menang (dan jarang ikut juga). Tapi, gapapa deh, ya kalo akhirnya saya nekat. Lumayanlah, walopun saya juga dapetnya hasil googling. Toh yang saya tulis, cuma satu cara dari sekian banyak trik untuk optimasi SEO blog kita. Buat mastah-mastah SEO, jangan bully saya, ya. Peace! :D

Oke kita mulai…

Arti SEO, temen-temen blogger mah pasti tahu. Jadi saya gak perlu bahas lagi. Yang utamanya, SEO bertujuan membuat postingan kita ada di halaman 1 mesin pencarian, ketika kata kunci diketikkan. Nah, karena postingan dengan kata kunci tertentu itu jumlahnya sangat sangat banyak, yang mungkin bisa sampai jutaan bahkan miliaran, so kita harus pintar-pintar menyiasatinya. 

Menggunakan Page Title atau Judul Halaman pada tiap halaman blog post adalah salah satu cara di dalam mengoptimasikan SEO blog kita. Page Title sendiri adalah teks yang kita lihat ketika kita membuka banyak tab di web browser kita. Dan tulisan itulah yang dibaca mesin pencari yang dianggapnya sebagai perwakilan isi dari postingan yang kita buat. Page Title di setiap halaman atau di setiap postingan kita haruslah unik. Dan tentu, menyertakan kata kunci yang akan dipakai mesin pencari saat melakukan pencarian. Page Title yang baik harus kurang dari 70 karakter.

26.11.15

Chokoreto Brownies, Camilan Enak dan Unik dengan Kemasan yang Cantik


Menjelang penyelenggaraan International Creative Cities Conference (ICCC) di Kota Solo bulan Oktober 2015 lalu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Drs. H. Nunung Sobari M.M mengatakan bahwa setelah Pekalongan, Bandung juga akan masuk ke dalam kategori kota kreatif. Tingginya kreativitas masyarakat Bandung, terutama kalangan generasi mudanya, tentu adalah sebab yang tak bisa ditutup-tutupi. Dan jelas, semua orang di Indonesia pasti mengetahuinya.

Saya juga sangat setuju. Bukan hanya karena saya orang Bandung, tetapi juga karena saya melihat sendiri seperti apa kreatifnya orang-orang Bandung. Dari segi fashion, kuliner, tempat wisata, hingga tata kotanya. Bahkan walikota Bandungnya pun sudah diketahui semua kalangan dikenal sebagai orang kreatif.

Di antara sekian banyak produk kreatif orang Bandung, tersebutlah ChokorĂȘto Brownies. Iya, camilan berbahan dasar cokelat ini lain daripada brownies yang sudah teman-teman kenal selama ini. Mau tahu apa bedanya? Coba teman-teman lihat brownies-brownies yang ada di bawah ini!

Gambar: Chokoreto Brownies (Ig)

21.11.15

Cara (Ngawur) Menaikkan Angka Klout Score


Pagi tadi, saya cukup kaget ketika buka blog di laptop. Ritual setiap pagi yang saya lakukan untuk mengecek komentar di blog sebelum blog walking ini, tiba-tiba teralihkan pada nilai klout score yang terpampang di sidebar blog. Walah, segitu? Ucap hati saya tidak percaya. Tapi setelah F5 berkali-kali, si browser ternyata gak error. Dan jadilah, pagi ini lebih cerah dari biasanya. #lebay

Eits... tunggu, saya kasih disclaimer dulu, ya. Judul di atas mungkin seperti angin segar. Padahal, hehehehe… cuma sekadar curhat. Di postingan ini, teman-teman gak bakalan dapet kejutan wow tentang kaitan klout score saya dengan job yang bejibun. Iya, untuk para buzzer, blogger, atau selebtwit ternama, klout score memang berbanding lurus dengan rate card dan suburnya kerjaan. Tapi buat saya, klout score hanyalah sebatas angka untuk gaya-gayaan. Ya… sambil berharap ada yang mau ngelirik si emak blogger yang apalah-apalah ini, boleh-boleh aja kan? Hihihi.... So, siapkan hati dan mental untuk kuciwa, ya. Postingan ini mah murni curhat dari si saya, yang gak sengaja, di sepanjang umurnya, bisa dapet klout score sebesar itu. Iyalah, gak lagi bikin GA, gak abis menang lomba, eh tiba-tiba datang jurig tumpak kuda (hantu naik kuda yang artinya rezeki yang tidak disangka-sangka). *Tutup muka sambil ngintip para pembaca yang klout score-nya jauh lebih fantastis*

18.11.15

Kacamata Oh Kacamata


"Mi, Ana pengen pake kacamata, yah!" ucap si sulung pagi itu.
"Tumben. Kemaren-kemaren kan gak mau," jawab saya setengah heran.
"Lihat tulisan di papan tulis gak kelihatan," ujarnya sambil meringis.
"Lho, bukannya udah sejak dulu?" tanya saya.
"Iya, tapi sekarang mah temen sebangkunya baru. Gak kenal. Malu kalo nanya-nanya," papar si sulung.

Seperti itulah percakapan saya dan si sulung, Reihana, pagi itu. Hari pertama sekolah setelah liburan kenaikan kelas 7 ke kelas 8. Iya, memang sudah sejak SD kelas 6 , Reihana mengeluhkan penglihatan matanya yang buram. Tapi karena gak mau diperiksa, malu berkacamata, dan saya gak tahu seberapa buram penglihatannya, Reihana gak pake kacamata. Dibujuk dengan rayuan apa pun, Reihana keukeuh gak mau. Dan baru pagi itu, saya denger dia minta kacamata. Sebabnya sederhana, penglihatannya yang buram membuat tulisan di papan tulis di sekolahnya gak kelihatan. Dia yang biasanya nanya-nanya ke teman sebangkunya, begitu kelas 8 gak bisa lagi. Teman sebangkunya baru dikenalnya. Dia malu dan segan untuk nanya-nanya tulisan yang ada di papan tulis.

16.11.15

13 Fakta di Balik Ngehitsnya Martabak Tropica


Bulan lalu, saya nulis tentang Martabak Tropica di Hello Bandung. Karena ngerasa belom afdol kalo gak nyeritain semuanya, saya tulis lagi deh semua hal tentang Martabak yang lagi ngehits di Bandung ini di #blogniaharyanto. Kenapa demikian, sebab banyak sekali fakta dari Martabak Tropica yang belum kalian tahu semua. Mau tahu fakta apa sajakah itu? Ini dia 13 fakta di balik ngehitsnya Martabak Tropica.

1. Tampilannya yang Menggoda

Fakta yang satu ini tentu sudah pada kalian tahu semua. Iya, Martabak Tropica mempunyai tampilan yang sangat menggoda selera. Tampilan inilah yang pasti menjadi hal pertama yang membuat konsumennya jatuh cinta. Gak percaya? Coba kalian tatap martabak di bawah ini. Berani taruhan deh kalo kalian gak tergoda. Gimana? :D

Salah satu varian Martabak Tropica
Gambar: Ig. Kuliner Akut

2. Toppingnya yang Beraneka Rasa dan Bisa Dipilih Sesuai Selera

Setelah terkesan dengan tampilannya, saya yakin, kalian akan penasaran dengan topping yang ada di martabak-martabak tersebut. Terutama martabak pizzanya. Bener banget, martabak pizza atau pun martabak lainnya ini bisa kalian pilih sendiri toppingnya sesuai dengan selera kalian. Bisa cokelat, kacang, keju, susu, Oreo, aneka selai, Ovomaltine, Nutella, kismis, kacang mede, kurma, Kit Kat, Hersey’s, Silverqueen, Toblerone, hingga ke green tea yang sedang kekinian. 

Aneka topping Martabak Tropica
Gambar: Ig. Kedai Martabak Tropica

14.11.15

Ilmu Menyimak Tangis


Kemarin pagi, di grup WA alumni kuliah, seorang teman mengirim sebuah video. Layaknya video-video yang biasa dikirim teman lainnya, saya pun memutuskan untuk skip dan tidak membukanya.

Ah, paling-paling juga video ajakan berbisnis mlm, video dubsmash, atau video lucu-lucuan lainnya. Buang-buang waktu aja. Begitu kata saya dalam hati.

Tapi, begitu hendak saya hapus, tangan kok rasanya berat banget ya. Kenapa harus di-delete langsung, gak ada salahnya kan kalo dilihat dulu. Barangkali saja berguna. Sisi hati yang yang lain berbicara.

11.11.15

Nothing Is Really Lost Until Your Mom Can't Find It

Sumber gambar di sini

Quote lucu di atas bener adanya. Ya, kan, moms? Hehehehe… ya, seperti itulah emak, ibu, mama, umi, bunda, mami, mom, atau mother bagi keluarganya. TUKANG NYARI BARANG YANG HILANG. Semua barang belum bisa dikatakan hilang jika ibu belum mencarinya. Barulah, jika ibu tak juga menemukannya, secara resmi, barang sudah bisa dikatakan hilang.

Kemarin, anak sulung saya heboh nyari kartu pulsa fisik yang baru saja dibelinya. Semua tempat disatroninya. Kasur, seprai, karpet, kursi, bantal, bahkan hingga ke tumpukan pakaian kotor, diobrak-abriknya dengan penuh semangat. Setelah dia menyerah, dia pun bertanya kepada saya. 

“Mi, ninggal kartu pulsa Ana, teu?” tanyanya.

7.11.15

Anak-anak Belajar di Youtube? Kenapa Tidak!


"Bi ay en di yo... bi ay en di yo...."

Heh! De Dudan ngomong apaan tuh? Ngacaprak kitu? Tapi kok terus. Diajarin kakak-kakaknya kah?

Itu reaksi saya saat pertama kali denger De Dudan nyanyi lagu itu. Iya, kirain saya, De Dudan (De Zaudan) ngomong ngasal. Dan ternyata, setelah investigasi yang cukup alot *halah*, dengan bantuan kakak-kakaknya karena si bocah sedikit cadel, barulah saya tahu kalo itu adalah lagu.

"Itu mamah... nani nani... neulseli laim... dina yutup."

Heh? Lagi-lagi saya gak ngerti dengan ucapan De Dudan. Untunglah kakak-kakaknya ngerti. Kata mereka, itu adalah salah satu lagu Nursery Rhymes yang ada di Youtube.

6.11.15

Alat Tempur Ngeblog


Ngeblog memang sangat menyenangkan. Gak salah jika buat para blogger, ngeblog itu bisa jadi 'me time'. Begitu pun buat saya, ngeblog itu rasanya seperti bertualang ke tempat wisata yang indah. Di mana di sana, saya bisa mencurahkan semua kegalauan tanpa ketakutan. Termasuk saat ngeblog buat lomba.

Tapi, sebagai ibu yang punya 2 anak balita, ngeblog tak bisa kapan saja dan di mana saja. Apalagi saat si bocah-bocah lagi melek. Sebab bukannya 'me time', waktu untuk ngeblog tersebut malah jadi 'their time'.

Untuk menyikapinya, saya pun memanfaatkan berbagai 'fasilitas' untuk sekadar  membuat draft postingan untuk blog. Mulai dari aplikasi Blogger, SuperNote, file draft sms, file draft email, buku catatan, hingga kertas bekas gorengan. Hehehe.. iya, kalo lagi ada ide tapi gak ada sarana buat nulis, kertas gorengan atau kertas apa pun yang lagi dipegang, jadi wadah buat curahin ide. Sebabnya sederhana, ide yang 'unik' terkadang gak datang dua kali. Apalagi daya ingat saya sudah mulai karatan. Jadinya, biar si ide gak kabur, ya ditulis di mana aja. Nah nanti saat si bocah-bocah merem, saya pindahin deh tuh draft. Dan lalu, saya kembangin jadi postingan yang utuh.

4.11.15

Bijak Mengelola Keuangan untuk Masa Depan yang Lebih Baik


Sepulang acara Jumpa Blogger Sun Life di Trans Studio Mall, 3 Oktober 2015 lalu, sampai hari ini, saya jadi sering galau. Ada rasa bersalah saat ingat waktu menghabiskan uang yang didapat dari lomba; ada rasa sedih saat ingat uang bulanan yang habis di tengah bulan; ada rasa waswas saat membayangkan hari tua saya yang entah akan seperti apa; hingga rasa takut akan masa depan anak-anak saya yang mungkin sekolahnya tidak terjamin, jika keuangan rumah tangga saya terus-terusan tidak terkontrol. Sungguh, semuanya membuat saya meringis bahkan saya jadi pengin menangis.

Iya, di acara Jumpa Blogger Sun Life itu, Mas Safir Senduk banyak ‘menampar’ saya. Dari awal dia bicara hingga dia menutup pembicaraan. Duh… benar-benar deh, prinsip yang saya pegang dan semua hal yang saya pakai dalam mengatur keuangan rumah tangga, sangat-sangat ancur. Pantes aja, saya gak kaya-kaya. :’(