7.7.15

7 Hal Super dari Asus ZenPower


Buat kamu yang doyan berinternetan mobile, powerbank tentu adalah item wajib yang harus selalu kamu bawa. Tentu saja begitu, sebab gak lucu banget kan jika aktivitas kamu tiba-tiba terhenti gegara ponsel yang mati akibat lowbatt? Gak mungkin juga kamu bawa charger ponsel ke mana-mana. Gak semua tempat yang kamu tuju, ada colokan listriknya. Nah makanya, powerbank menjadi solusi dari permasalahan itu semua.

Tapi, gak semua jenis powerbank bisa kamu pilih. Gak semua powerbank kualitasnya sama. So, kamu harus jeli saat membelinya. Harganya, ukurannya, kapasitasnya, hingga beratnya patut kamu perhitungkan. Iya, soalnya dulu, sebelum punya powerbank yang sekarang, aku pernah punya 3 powerbank yang… begitulah, cukup mengecewakan. Dulu, aku memilih ketiganya karena faktor ukurannya yang kecil dan harganya yang murah. Jadilah, sebelum usianya 3 bulan, kemampuan masing-masing powerbank sudah ngaco duluan.

Powerbank-ku yang sekarang sangat jagoan. Semua yang ada di dirinya bikin powerbank ini gak ada tandingan. Yupp, dialah si powerbank super Asus ZenPower. Mau tau supernya di mana? Nih capcus kamu baca!

4.7.15

Bermain Bareng Boci di Pasar Malam, Yuk!

Pak, Bu, hapenya sering dipinjem anak-anak buat maen games, gak? Hape saya iya. Soalnya, anak saya yang saya kasih hape cuma baru anak pertama (Reihana, 13 tahun) saja. Anak saya yang kedua (Radit, 10 tahun) apalagi yang ketiga (Zaudan, 3 tahun) belum saya kasih hape. Jadinya, hampir tiap hari, mereka pasti minjem hape saya. Dan di hape saya, si anak kedua dan ketiga punya games sendiri-sendiri. 

Awalnya sih cuma A Radit aja yang nginstall game di hape saya, tapi karena sering lihat, De Zaudan ikut-ikutan. A Radit yang sukanya games perang-perangan juga diikutin De Zaudan. Tapi A Radit sering marah kalau gamesnya dimainin adiknya. Jadi berantakan, katanya. Akhirnya, saya pun nginstall games sendiri untuk de Zaudan.

Jujur, nyari games buat anak 3 tahun gampang-gampang susah. Gampangnya, apa pun games yang saya install, De Zaudan pasti mau, tapi susahnya, kemudian dia jadi sering bĂȘte karena gamesnya susah. Misalnya games balap mobil. Mobilnya nabrak melulu. Gak cuma karena susahnya, tampilannya yang kurang sreg (menurut De Zaudan), musiknya yang ga enakeun (masih menurut De Zaudan), hingga loadingnya yang terlalu lama (gamesnya berat) pasti juga bikin De Zaudan uring-uringan. Jadinya, hampir tiap hari, De Zaudan pasti minta dicariin game. Dan saya, bolak-balik Play Store untuk install-uninstall games.

30.6.15

Kue Keju dan Elegi Cinta Pertama


Seperti itulah bapak di hati saya. Cinta pertama yang menyentuh dan mengisi hidup saya. Meski tanpa banyak kata-kata, segala apa yang dilakukannya penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Masih saya ingat dengan jelas, saat-saat bapak menemani saya, di hampir di setiap tempat yang asing bagi saya untuk pertama kalinya. Saat menginjakkan kaki pertama kali di sekolah dasar. Saat menginjakkan kaki pertama kali di sekolah menengah pertama. Saat menginjakkan kaki pertama kali di sekolah menengah atas. Saat menginjakkan kaki pertama kali di kampus perkuliahan. Bahkan hingga saat menginjakkan kaki pertama kali di kehidupan pernikahan. Tak berhenti di situ saja, di saat anak-anak saya lahir, bapak pun selalu hadir. Sungguh, dia benar-benar menjadi pria pertama yang mendukung, di setiap tahap dan langkah hidup saya.

Tapi, hari ini, 127 hari sudah bapak ‘hilang’ dari hidup saya. Senyumnya, perhatiannya, dukungannya, dan cinta kasihnya itu absen di keseharian saya. Bapak telah pergi untuk selama-lamanya. Ya, hari itu, Selasa, 24 Februari 2015 lalu, bapak dipanggil-Nya. Dan saya, kehilangan cinta pertama saya, untuk selama-lamanya.