30.4.22

Jaga Kesehatan Keluarga di Bulan Ramadan dengan Makanan Sehat dan Membeli Asuransi


Berbukalah dengan yang manis. Seperti itu kiranya jargon yang selama ini kita kenal. Lebih khususnya di keluarga saya, sejak dulu. Ya dulu, sejak saya dan kakak-kakak saya masih kecil. Setiap kali berbuka, takjilnya pasti yang manis-manis. Entah itu kolak, es campur, es sirup, atau teh manis hangat. Dan karena terbiasa, akhirnya terbawa hingga sekarang. Bahkan di luar bulan Ramadan pun, kami jadi sering ‘sakaw’ gula. 

Kebiasaan yang Membahayakan 

Iya, kebiasaan tersebut memang salah kaprah. Berbuka puasa tak harus dengan makanan atau minuman yang manis. Begitu pula di hari biasa. Kami seharusnya mampu membatasi konsumsi gula. Sebab karbohidrat pun, pada akhirnya di dalam tubuh, bentuknya akan menjadi gula. Dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang manis, jelas, gula di dalam tubuh kami semakin menumpuk.

Boom! Efek konsumsi gula berlebihan akhirnya mampir di keluarga kami. Bapak kena diabetes. Padahal, tanpa kebiasaan itu pun, kami sudah berisiko besar. Nenek dari pihak mama, menderita diabetes di hampir 10 tahun akhir masa hidupnya. Demikian juga dari keluarga bapak. Kakak tertua, kedua, dan kakak ketiga bapak menderita diabetes juga. 

Dobel-dobel deh risikonya. Ya karena turunan diabetes, ya juga karena kebiasaan makan dan minum yang manis-manis di keluarga kami. Yang terburuk pun terjadi. Bapak meninggal karena serangan jantung, yang ternyata, penyakit tersebut merupakan efek komplikasi dari tingginya kadar gula di tubuh bapak.

Bayang buruk efek kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan kemudian mengintai teteh. Kakak perempuan tertua di keluarga saya. Karena kadar gulanya tidak bisa terkontrol, akibat parno tidak bisa banyak konsultasi ke dokter karena pandemi. Akhirnya beliau harus merelakan sebelah kakinya. Betul, kaki teteh diamputasi. Luka yang tak kunjung sembuh membuat kaki teteh hampir membusuk hingga lututnya. Tak ada jalan lain. Dan ya, akhir Februari lalu, kaki teteh pun diamputasi.

Foto jadul saya, kakak-kakak (ujung), dan adik (tengah kanan).

Stop ‘Meneruskan’ Kebiasaan Buruk!

Berkaca dari pengalaman almarhum bapak dan juga teteh, saya pun berpikir keras. Saya harus memutus kebiasaan jelek tersebut di keluarga. Saya tak ingin, apa yang menimpa almarhum bapak dan teteh, terjadi lagi pada salah satu anggota keluarga kami. Terutama suami dan juga anak-anak saya. Meskipun takdir memang sudah digariskan, namun penyakit diabetes bisa dihindari. Ya, dengan sekuat tenaga, kami pun kini akhirnya membatasi konsumsi gula. 

Tidak, kami tidak sepenuhnya berhenti mengonsumsi gula. Kami tetap makan karbohidrat dan juga makanan yang manis-manis. Yang kami lakukan adalah membatasinya. Jika sebelumnya kami banyak ngemil makanan yang manis-manis dan minum minuman yang manis-manis juga, kini kami berusaha menganturnya.

Menjaga Kesehatan Keluarga dengan Makanan Sehat di Bulan Ramadan

Membiasakan mengonsumsi makanan dan minuman sehat bisa dimulai dari bulan Ramadan. Kenapa demikian, alasannya ada 3. Yang pertama adalah yang sudah disinggung tadi. Keluarga saya tadinya merupakan ‘pengabdi’ jargon berbuka puasa dengan yang manis-manis. Efek buruknya yang kemudian dirasakan keluarga kami, jelas membuat kami harus ‘meluruskan’ kebiasaan tersebut. Solusinya ya membiasakan mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat.

Nah alasan yang kedua, itu karena di bulan puasa, saat berbuka biasanya segala makanan tersedia. Makanan yang diminta suami; makanan yang diminta si sulung, anak kedua, anak ketiga, serta anak bungsu. Dalam kaitannya dengan membiasakan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, saya sebisa mungkin memenuhi keinginan orang-orang rumah dengan sebijak mungkin. Yakni dengan tetap berpegang pada gizi seimbang. 

Okelah, saat berbuka, ada kalanya mereka mungkin ingin makan junk food atau gorengan. Saya mengabulkannya. Tapi jumlahnya terbatas, dan diimbangi dengan makanan sehat yang lainnya. Yang nilai gizinya cukup, baik karbohidratnya, proteinnya, lemaknya, vitaminnya, dan juga mineralnya. Tak lupa, setiap sahur saya memberi mereka susu. Selain memang menyempurnakan asupan gizi, juga karena susu membuat tubuh tidak terasa lemas, alias fit di sepanjang hari. Suami, anak-anak yang sudah besar, dan anak-anak yang kecil, bahkan saya pribadi, saat sahur wajib minum susu. Dan kebiasaan ini sudah dilakukan sejak awal saya menikah, sejak 21 tahun yang lalu.

Alasan ketiga adalah manfaat puasa sebagai detoks tubuh. Pernah dengar kan dengan hal ini? Pasti pernah. Puasa, misalnya saja menurut Halodoc, itu merupakan salah satu cara detoksifikasi tubuh. Saat puasa, tubuh mengeluarkan banyak sekali racun. Jika saat puasa tubuh tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang baik, apa gunanya dong ya kita detoksifikasi. Racun-racun jadinya tetap ada di dalam tubuh kita.

Nah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bagus, tubuh akan melakukan detoksifikasi secara sempurna. Jadinya jelas, puasa bisa jadi sebuah titik start untuk kita membiasakan hidup yang sehat.

Bukan tanpa alasan juga saya ‘memaksa’ orang-orang rumah untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat selama Ramadan. Hal ini karena kami pernah merasakan sendiri ketidakenakan akibat makan dan minum secara sembarangan. Dan itu terjadi di bulan puasa. Badan yang lemas yang akhirnya membuat batal puasa jelas sangat merugikan kami. 

Terlebih sekarang kan masih masa pandemi. Walaupun keadaan sudah lebih baik, namun jika kami tidak menjaga tubuh dengan baik, selain puasa bisa terganggu, kesehatan kami juga bisa terancam akibat imun yang menurun. Nauzubillah deh, jangan sampai kami kena Covid-19 lagi. Dua kali kena, yakni varian Delta dan Omicron, rasanya sudah cukup buat kami.

Ya, Ibu Memang Penjaga Kesehatan Keluarga

Seperti itulah yang saya rasakan. Saya menjadi penjaga kesehatan keluarga. Terlebih di bulan Ramadan. Semua asupan gizi dari makanan dan minuman orang-orang rumah, saya jaga dengan baik. Supaya puasa bisa berjalan lancar, dan kesehatan, serta vitalitas tubuh juga selalu prima. 

Bukan mengesampingkan peran suami, tapi jujur, untuk urusan makan dan minuman saat puasa, bahkan di bulan lain pun, suami tak terlalu banyak ikut campur. Sayalah yang mengatur semuanya. Dan jelas, ini menjadikan saya, secara tidak langsung, sebagai penjaga kesehatan keluarga.

Saya harus jadi penjaga kesehatan keluarga

Pilihan Ibu Menentukan Masa Depan

Ini yang kemudian menjadi implikasi selanjutnya. Dimulai dari menjaga kesehatan dengan pemberian makanan yang sehat untuk keluarga, seorang ibu lalu akan memerhatikan hal-hal berikutnya. Tujuannya tentu saja supaya semua berjalan dengan lancar. Baik itu untuk anak-anaknya maupun suaminya. 

Ya benar, di sini pilihan ibu menentukan masa depan. Makanan dan minuman yang sehat, menentukan tubuh kita menjadi sehat. Contoh lainnya adalah sekolah. Saat ibu bergitu bersikeras untuk memilih sekolah buat anak, tujuannya tentu untuk masa depan. Nah yang lainnya pun begitu. Pilihan ibu akan menentukan masa depan. So, supaya semua bisa berjalan dengan baik, dan tentunya sesuai dengan ekspektasi, pilihan-pilihan ibu haruslah yang terbaik.

Memilih Asuransi Pun Harus yang Terbaik

Salah satu pilihan ibu yang harus terbaik, salah satunya adalah asuransi. Tentu saja demikian karena ini akan menjadi proteksi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semua pasti sudah mendapatkan hikmah dari pandemi yang sedang berjalan ini. Sebanyak apa pun harta benda dan sebanyak apa pun tabungan yang dimiliki, semua bisa habis karena pandemi. Yang bisa diandalkan hanyalah investasi, misalnya saja asuransi. Sebab itu tadi, asuransi menjadi payung ketika keadaan sangat tidak terduga terjadi.

Salah satu asuransi terbaik dan menarik menurut saya adalah Garda Healthtech dari Asuransi Astra. Asuransi ini memberikan asuransi kesehatan rawat jalan dengan biaya rendah. Biayanya mulai dari Rp500 ribu, di mana kita bisa mendapatkan manfaatnya hingga Rp3,2 juta.

Garda Healthtech ini mempunyai paket-paket yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Ada paket FIT, paket CLASSY, dan juga paket ULTIMA. Di dalamnya meliputi konsultasi online dengan dokter di aplikasi Halodoc, konsultasi tatap muka dengan rujukan dengan dokter umum atau spesialis, biaya obat yang diresepkan oleh dokter online dan tatap muka, serta biaya pengiriman obat. Pokoknya kita bisa memilih sesuai dengan kebutuhan atau pun kemampuan kita.

Selain karena paketnya yang dimulai dari Rp500 ribu rupiah namun bisa mendapatkan manfaat hingga Rp3,2 juta rupiah, yang menarik dari Garda Healthtech ini adalah masa perlindungannya setahun penuh. Udah gitu, langkah-langkah pembeliannya hingga polis bisa aktif pun sangat mudah. Yakni dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Dan tentunya, semua orang juga tahu kalo Asuransi Astra itu kan sudah terpercaya. Karena terdaftar dan diawasi OJK. Jadinya, gak bakalan deh perlindungan yang dijanjikannya berakhir zonk dan abal-abal.


Yuk Minimalkan Kekhawatiran!

Ini yang semua harus lakukan. Meminimalkan kekhawatiran. Terutama yang berhubungan dengan kesehatan. Yang pertama tentu saja dengan selalu menjaga kesehatan tubuh. Baik dari asupan makanan dan minuman serta menerapkan gaya hidup sehat. Nah yang tak kalah pentingnya adalah memiliki perlindungan atau jaminan. Asuransi yang kita singgung tadi. Jadinya, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita masih bisa survive. 

Untuk teman-teman yang ingin tahu lebih lanjut mengenai Asuransi Garda Healthtech, asuransi rawat jalan cashless, teman-teman bisa eksplor laman https://www.gardaoto.com/garda-healthtech. Di sana nanti teman-teman akan dijelaskan mengenai segala sesuatunya.

Ayo beli dari sekarang. Mumpung tubuh kita dan keluarga sedang sehat, karena efek dari puasa yang menyehatkan itu. Jangan tunggu sampai sakit. Karena kita tidak tahu akan seperti apa sakitnya itu. 

Membeli asuransi Garda Healthtech ini bahkan bisa dengan menggunakan uang THR yang kita dapatkan. Supaya manfaatnya bisa jangka panjang. Masih ada kan uang THR-nya? Harus dong, jangan digunakan untuk beli baju lebaran saja. Yuk belanjakan untuk hal yang lebih berguna. Membeli asuransi sama artinya dengan berinvestasi. Ya, investasi tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat bisa membuat kita bisa melakukan apa pun. 

Oke!

Baiklah teman-teman, sampai di sini tulisan saya. Semoga bermanfaat. Jaga selalu kesehatan keluarga, ya. Salam sehat!


38 komentar:

  1. Bapak sakit mah kondisi rumah dan anak-anak masih bisa diatur ya. Tapi coba kalau ibu yg sakit wah semua berantakan...
    Pentingnya asuransi jangan sampai diabaikan memang. Bukan mengharapkan sakit, justru menjaga jika terjadi kemungkinannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi iya nih, bahkan sampai ada idiom yang beredar di masyarakat "ibu nggak boleh sakit" Padahal seharusnya lelaki pun harus bisa mengurus rumah.

      Kalau ada keluarga yang punya riwayat diabetes, memang sebaiknya menjaga pola makan supaya diri juga terhindar dari diabetes.

      Hapus
  2. duh anak-anak teh Nia meni ganteng dan cantik
    tugas kita menjamin gizi dan proteksi keuangan ya teh?
    Agar mereka terjamin dalam meraih impian

    BalasHapus
  3. Selama bulan puasa ini kami sekeluarga bebas gorengan euy. Tapi konsumsi gula kayak es campur dan kawan-kawan nya kayak belum terkontrol deh. Baiklah. Kudu benar-benar kontrol deh mulai saat ini.

    BalasHapus
  4. Asuransi di masa sekarang banyak pilihan untuk keluarga, perawatan keluarga dengan konsumsi makanan halal dan thayiib serta pola makan makan sehat

    BalasHapus
  5. Kalau sudah kebiasaan walau itu berdampak buruk ke tubuh kita kok susah memberhentikannya ya teh...heu. Asuransi memang penting tapi memang betul harus hati-hati dan yang terbaik.

    BalasHapus
  6. Menjaga kesehatan keluarga bisa dilakukan dengan banyak cara ya mbak
    Tak hany menjalankan pola hidup sehat saja, tapi juga dengan memiliki asuransi kesehatan

    BalasHapus
  7. Ibu sebagai garda terdepan dalam keluarga, senangnya ada garda Healthtech yang mendukungnya agar kesehatan keluarga di rumah tetap terjaga

    BalasHapus
  8. Penting banget punya asuransi ya mau Juga nih beli asuransi Garda Healthtech mumpung masih ada uang THR selain buat jaga2 Juga investasi

    BalasHapus
  9. Godaan makanan/minuman manis memang sering dihadapin saat Ramadan ya. Dahaga rasanya lepas saat menyentuh minuman manis ketika berbuka. Tapi ya itu ancaman gula darah memang langsung di depan mata. Jadi pas menelan berbagai asupan tuh mendadak banyak yang harus dipikirkan. Apalagi dari garis keturunan, rata-rata anggota keluarga menderita diabetes.

    BalasHapus
  10. Emang ya bagi keturunan penderita diabetes itu mesti lebih memperhatikan pola makannya, karena resikonya lebih besar untuk kena diabetes juga.

    Wah kalau THR nya buat beli asuransi di gardahealth, jadi awet ya. Bisa buat perlindungan selama satu tahun ke depan.

    BalasHapus
  11. Asuransi meman super duper pentiingg ya mba
    Dan peran ibunda dalam keluarga amat signifikan
    termasuk dalam hal pilih proteksi

    BalasHapus
  12. Menjaga kesehatan memang penting, apalagi kalau ada riwayat penyakit serius di keluarga. Kadang tuh penyakit turunan bisa lebih cepat timbul akibat kebiasaan yang turun temurun dan tidak diubah.

    BalasHapus
  13. Mpo juga diabetes dan alm mama juga. Kebetulan mpo tidak suka makan manis cuma makan banyak. Ini yang harus diperbaiki

    BalasHapus
  14. Aduh baca ini aku jadi diingetin untuk belajar pola hidup sehat. Soalnya diri ini sudah tak muda lagi hiks. Selain mempersiapkan untuk menjaga kesehatan kita perlu siapin juga asuransi ya teh. Buat jaga jaga kalau kita sakit. Tapi semoga kita sehat sehat terus ya teh.

    BalasHapus
  15. aku nih belakangan lagi gampang banget turun daya tahan tubuhnya, jadi sering muntah, gak tau kenapa, hamil juga enggak hahaha.. kayaknya karena kurang tidur dan terlalu lelah kali ya

    BalasHapus
  16. Kalo molly juga ada keturunan diabetes, tapi mulai tahun lalu udah ganti gula ke sweetener alami.

    BalasHapus
  17. Nah, setuju banget teeh, kita bisa belajar dan berkaca dari keluarga kita seputar kesehatan, kalo teh nia sama bapak dan teteh. Kalo aku dari Paman2 yang kadang gitu deh kbanyakan gula, hhiks.
    Pinter2 kita mengkonsumsi makanan untuk keluarga kita sendiri dan melindungi keluarga dengan proteksi dirinya ya Teeeh. Semoga selalu diberikan kesehatan.

    BalasHapus
  18. Wahyuindah03.45

    Jaga makanan dan asuransikan kesehatan adalah dua hal yang harus diperhatikan ya mbak agar kesehatan selalu terjaga.

    BalasHapus
  19. Tidak mampu mengontrol gula memang fatal akibatnya. Salah satu bulik sayapun juga harus mengalami diabetes ini dan sedihnya dokter juga sudah memvonis amputasi mba..sedih..

    BalasHapus
  20. Bener banget deh, bulan ramadhan tuh jadi ekstra banget untuk para ibu ya menjaga kesehatan keluarga. Apalagi anakku sudah mulai PTM 100% pada awal ramadhan, jadi ekstra banget jaganya. Kebetulan aku pengguna Garda Healthtech juga mak, sudah ku pakai juga saat kemarin terpapar Covid kedua kalinya.

    BalasHapus
  21. Dennise Sihombing10.15

    Kesehatan keluarga memang wajib dijaga ya mom. Kita sebagai ibu menjadi garda terdepan untuk lebih "aware" menjaga. Sekarang sudah ada GardaHealthtech ya. Boleh nih, preminya juga tidak begitu mahal ya

    BalasHapus
  22. Urusan kesehatan keluarga memang nomor satu ya teh Nia. Kalau udah kumpul bareng keluarga plus sanak saudara wuih, makanan berjejer bisa kalap kalau ga ingat hahahah :D Melindungi kesehatan keluarga dengan Garda Healthtech tentu bisa menjadi pilihan terbaik ":)

    BalasHapus
  23. saya ramadan tahun ini juga melakukan perubahan di menu berbuka, mbak. kalau tahun-tahun sbelumnya selalu bikin es buah nah tahun saya sediain buahnya aja kecuali harinya panas banget baru deh bikin es buah. alhamdulillah sih efeknya berat badan saya turun tahun ini. hihi

    BalasHapus
  24. Penyakit diabetes ini emang serem, krn kyk bisa narik penyakit2 yang lain gtu ya huhu. Emang gaya hidup kudu diperhatikan supaya jauh2 dari penyakit ini ya. Punya asuransi utk jaga2 kesehatan keluarga juga salah satu ikhtiar, walau yaaa siapa sih yang minta sakit. Moga kita selalu sehat aamiin.

    BalasHapus
  25. Dulu kalau sedang berpuasa memang selalu menyediakan makanan manis untuk berbuka. Tapi sekarang sudah banyak dikurangi. Jadi lebih sering menyediakan sop buah atau salad buah untuk berbuka.
    Memang sudah jadi tugas ibu untuk menjaga kesehatan keluarga ya, Teh

    BalasHapus
  26. Masya Allah sampai dua kali terpapar covid ya Teh, semoga sehat sehat sekarang ya.

    Setuju loh kalo ibu memang yang menjadi penentu dan menjaga kesehatan keluarga melalui makanan. Suamiku juga gak banyak berperan soal pemilihan makanan, kecuali kalo sedang liburan jalan-jalan ke suatu tempat

    BalasHapus
  27. bener teh... penting banget kita sebagai emak2 untuk jaga kesehatan keluarga. tentunya dimulai dengan jaga kesehatan sendiri dulu. pengalaman pribadi, punya ibu yang kurang sehat memang keluarga jadi agak terlantar hiks

    BalasHapus
  28. Ibu itu jadi semacam pembatas ya. Kalau mau keluarga sehat, keputusan Ibu soal makanan tuh penting banget. Catetan buat aku juga sih biar nanti pas susah berkeluarga bisa ngontrol. Sejauh ini keluargaku masih yang doyan manis. Tapi hari biasa ya gak tiap hari minum manis. Semoga tetap sehat untuk kita semua

    BalasHapus
  29. Yah Mba sehat itu mahal dan kebanyakan penyakit di awali dengan pola makan dan lifestyle yang jelek , oleh karena itu perlu berubah nih sebelum terlambat.

    BalasHapus
  30. Jaga makanan & kesehatan aja ga cukup ternyat aya teh, tapi haru spunya proteksi atas kesehatan. Sakit itu mahal bisa ngabisin biaya, kalau punya asuransi setidaknya ada jaminan

    BalasHapus
  31. Menjaga pola makan serta menu sehari-hari itu tidak mudah lho. Apalagi kalau dananya pas-pasan. Kalau dana lebih mendingan kan ya...
    Kesehatan bukan hanya tanggung jawab ibu sebagai pelindung keluarga tapi juga kebutuhan kita paling utama sebenarnya

    BalasHapus
  32. Asuransi kesehatan penting, jaman Now semua lapisan masyarakat memiliki asuransi yaitu BPJS. Wesss topp deh meringankan beban ketika sakit operasi butuh biaya banyak dg BPJS pemerintah gartis tp sabaaar antrinyaa.

    Mau yg vepat tertangani asuransi swasta seperti Harda Healthtech

    Gusti yeni

    BalasHapus
  33. Iyaya teh..
    Kalau sudah tahu riwayat dalam keluarga, kudu banget diantisipasi sejak sekarang. Mulai banyakin memulai pola hidup sehat dan konsumsi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Salut teteh sudah memberikan self reward terbaik untuk diri sendiri dengan asuransi Garda Healthtech.

    BalasHapus
  34. Sepakat, teteh. Ibu jadi garda terdepan untuk mengelola kesehatan keluarga. Memilih makanan bergizi seimbang supaya sekeluarga sehat. Tapi ... kadang suami minta gorengan. Anak-anak suka yang manis-manis. Jadi bingung kalau enggak dituruti. Gimana ya Teh?

    BalasHapus
  35. Diabetes emang semenakutkan itu ya, mbak. Nenek ku dulu juga meninggal karena komplikasi diabetes. Memang cara terbaik untuk mencegah ya pola makan yang baik dan pola hidup aktif. Nggak lupa harus sedia asuransi kesehatan juga

    BalasHapus
  36. Nah, iya... Sepertinya terjadi miss ya mbak. Berbuka yang manis tu sebenarnya yang dimaksud adalah kurma atau buah segar lainnya yang gulanya alami. Untuk mengembalikan energi kita dan memberi kesempatan perut adaptasi setelah sekian lama tidak terisi. Baru beberapa jam kemudian perut diisi. Itupun bertahap... Tapi kalau di kita berbuka dengan kolak habis itu makan banyak. Bukan sehat malah gula darah jadi melonjak...

    BalasHapus
  37. makan gula - karbohidarat itu emang nagih ya teh Nia
    aku pun penyuka roti - penyuka nasi putih anget - dengan lauk ikan asin hiks hiks

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)