5.3.19

Ingin Investasi Tanah? Berikut Cara Agar Tanah Dijual Dengan Cepat

Cara-Agar-Tanah-Dijual-Cepat

Tanah merupakan salah satu investasi favorit masyarakat Indonesia sejak dulu. Banyak sekali orang memilih tanah sebagai investasi masa depan. Karena memang, tanah merupakan salah satu properti yang harganya tidak pernah turun. Malah meningkat setiap tahunnya. Selain itu, berinvestasi tanah juga dirasa cukup aman dan cukup mudah. Tidak perlu melakukan banyak perawatan ketika kita berinvestasi berupa tanah.

Segala keuntungan ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kita. Tak heran kemudian banyak sekali tuan-tuan tanah yang bermunculan di negara ini. Apakah Anda salah satu orang yang menginvestasikan uang untuk membeli tanah? Berniat untuk menjualnya? Jika iya, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal dulu sebelum memasarkan tanah untuk dijual.

Cara Menjual Tanah Supaya Cepat Laku
Seperti yang kita ketahui bersama, urusan menjual tanah memang bukan perkara mudah. Sebagai penjual, banyak sekali hal yang harus Anda perhatikan dan persiapkan sebelum memutuskan menjual tanah tersebut. Penasaran apa saja? Berikut tips yang harus diperhatikan sebelum tanah dijual.

1. Legalitas
legalitas-tanah

Meskipun lokasi tanah Anda strategis, atau tanah dijual di bawah harga pasaran, pembeli akan berpikir dua kali apabila legalitas tanah Anda tidak jelas. Langkah pertama untuk menjual tanah dengan cepat adalah pastikan semua berkas atau sertifikat terkait legalistas tanah lengkap dan asli. Cek kelengkapan surat tanah Anda. Mulai dari Sertifikat Asli (SHM, SHGB, SHGU, dan SHMSRS), IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Surat bukti setor PBB selama 5 tahun terakhir sebaiknya juga harus dipersiapkan.

2. Riset Harga Pasaran
riset-harga-pasar

Jangan asal mematok harga ketika menjual tanah. Selain bisa berpotensi merusak harga pasaran, harga tanah yang dijual di bawah harga pasaran berpotensi menimbulkan kerugian untuk Anda sendiri. Cari tahu pasaran harga di lokasi tempat tanah dijual. Dengan riset, Anda dapat mengetahui perkiraan harga tanah yang tepat dan dapat menguntungkan Anda sebagai penjual.

3. Ketahui Seluk-beluk Tanah Anda
cari-sejarah-tanah

Sebagai pemilik tanah tersebut, hendaknya Anda mengetahui karakteristrik dari lahan yang Anda jual. Beri penjelasan sejujur-jujurnya kepada calon pembeli, agar mereka tidak merasa tertipu ketika membeli tanah Anda. Setiap lahan pasti memiliki sisi baik dan buruknya, highlight setiap sisi baik yang ada pada tanah Anda. Misalnya, tanah Anda memiliki kelebihan berada di tepi jalan raya, kondisi dan tampilannya yang prima, atau berada di lingkungan yang asri. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi mahal-murahnya harga tanah Anda.

4. Lakukan Pemasaran
pemasaran-tanah

Pasarkanlah tanah Anda melalui media apa pun yang menurut Anda paling efektif mendatangkan calon pembeli. Jika Anda memiliki sedikit waktu untuk melakukan pemasaran, Anda dapat memasarkan tanah tersebut melalui media cetak setempat, atau pun siaran TV lokal, radio, dan sebagainya. Namun, apabila dana Anda terbatas tetapi tetap ingin melakukan pemasaran secara efektif, Anda bisa menjual tanah tersebut melalui situs jual-beli properti terpercaya, seperti 99.co/id.

Itu tadi empat hal yang harus kamu perhatikan sebelum memasarkan tanah untuk dijual. Ingat, dalam menjual tanah, Anda harus memiliki kesabaran ekstra, karena seperti yang telah saya sebutkan di atas, memasarkan tanah dijual memang tidak gampang. Banyak pertimbangan dari calon pembeli sebelum membeli sebuah tanah. Seperti luas tanah, lokasi, dan juga harga.

Menentukan harga yang pas memang sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk menjual tanah tersebut. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menentukan harga tanah untuk dijual. Salah satunya dengan menghitung menggunakan acuan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Cara Menghitung Harga Tanah
cara-menghitung-harga-tanah

Setiap tanah dijual dengan harga yang beragam. Padahal secara karakteristik, lahan tersebut mungkin sama dengan lahan yang berada di lokasi berbeda. Memang, lokasi sangat mempengaruhi harga sebidang tanah. Maka dari itu, untuk menentukan harga tanah yang sesuai, Anda harus mengetahui terlebih dahulu harga pasaran di wilayah tanah dijual.

Misalkan, harga tanah di wilayah tersebut berkisar Rp1.000.000, dan tanah yang akan Anda jual sebut saja luasnya 500 meter persegi. Selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengalikan luas tanah dengan harga pasaran daerah di mana tanah dijual berada. Contoh: Rp 1.000.000 x 550 m² = Rp550 juta. Nah, segitulah kisaran harga yang pas untuk Anda menjual lahan tersebut.

Setelah tanah yang Anda jual laku, sebagai tuan tanah Anda tentu ingin menginvestasikan uang tersebut ke lahan-lahan yang lebih menguntungkan untuk Anda. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh mereka yang berinvestasi berupa tanah. Biasanya, hasil penjualan yang mereka dapat akan disisihkan atau bahkan diputar kembali untuk membeli tanah yang baru, yang lebih prospektif untuk bisnisnya. Apakah Anda juga melakukan hal yang sama? Kalau begitu, Anda harus mengetahui, lokasi-lokasi mana saja sih yang cocok untuk Anda melakukan investasi berupa tanah. Berikut beberapa rekomendasinya untuk Anda.

Rekomendasi Lokasi Investasi Tanah
lokasi-investasi-tanah

Ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan sebelum memilih sebuah lokasi untuk melakukan investasi tanah. Misalnya saja lokasi yang prospektif, kondisi lingkungan, kondisi tanah, dan harga.

Lokasi dan harga selalu menjadi faktor teratas dalam menentukan lokasi investasi tanah. Oleh sebab itu, saya akan memberikan empat lokasi investasi tanah dengan harga yang masih terjangkau tapi berpotensi bagus di masa depan.

1. Bintaro
Tujuan favorit para pengembang untuk membangun perumahaan ini memang sangat terkenal memiliki prospek yang baik di masa depan. Kehadiran properti kelas atas turut membuat kawasan ini menjadi magnet investasi. Selain itu, beroperasinya Tol JORR 2 juga turut mendongkrak harga tanah di kawasan tersebut.

2. Bogor
Kawasan Sentul, Bogor, saat ini menjadi salah satu primadona untuk lokasi investasi tanah. Bahkan diprediksi, harga tanah di kawasan tersebut bakal naik dua kali lipat nantinya. Iya, adanya pembangunan jalur Puncak II dari Sentul sampai dengan Cianjur, Jawa Barat, mempunyai andil besar dalam membuat kawasan ini menjadi sangat prospektif seperti sekarang.

3. Bumi Serpong Damai (BSD)
BSD merupakan salah satu lokasi favorit para pekerja di Jakarta untuk dijadikan tempat tinggal. Fasilitas dan infrastruktur yang lengkap di BSD membuat lokasi ini menjadi incaran banyak orang. Bayangkan saja, harga tanah di kawasan ini naik empat kali lipat dalam waktu enam tahun. Jika pada tahun 2008 rata-rata harga tanah di BSD seharga Rp 3,5 juta per meter persegi, pada tahun 2014 harga tanah di daerah tersebut naik ke angka Rp 12,8 juta per meter perseginya.

4. Depok
Di beberapa lokasi di Depok memang sudah sangat mahal, namun beberapa lokasi lain masih terjangkau dan cocok bila Anda jadikan lahan untuk berinvestasi tanah. Meski Depok dinilai masih menjadi lokasi yang cukup prospektif, namun kenaikannya masih sulit menandingi kawasan Tangerang Selatan, Bintaro, maupun BSD. Justru tersedianya fasilitas Commuter Line/KRL tidak mampu mendongkrak harga tanah secara signifikan. Mengapa demikian? Karena transportasi itu identik dengan kelas menengah ke bawah.

Sekian tulisan saya mengenai cara tanah dijual dengan cepat untuk Anda yang ingin melakukan atau sedang berinvestasi berupa tanah. Semoga apa yang sajikan kali ini dapat bermanfaat, serta membuat investasi Anda lebih baik lagi. Selamat berinvestasi!

20 komentar:

  1. waah, punya tanah di kota besar gak ada rugi-ruginya ya mba, apalagi seputaran Jabodetabek bisa naik terus tiap tahun nih. Kalau mau investasi memang sangat menguntungkan investasi tanah ya mba Nia.

    BalasHapus
  2. Wow di kota per meter saja sudah capai belasan juta per meter ya. Di kampung saya masih puluhan ribu.

    Investasi tanah memang tidak akan rugi. Dulu beli tanah kebun seluas 3000m seharga 16 juta saja, sekarang kalau dijual lagi udah bisa sampai 100juta. Apalagi kedepannya ya

    BalasHapus
  3. Hanya beberapa tahun naiknya udah berkali-kali lipat. Tanah oh tanah. Makanya jadi investasi favorite nih ya Teh

    BalasHapus
  4. Waduh ternyata nggak asal ukur dan pasamg iklan ya, surat-surat memang harus di perhatikan

    BalasHapus
  5. Investasi yang orang bilang nggak ada matinya ya tanah ya. Kadang kita anggap sepele juga ya jauh misal/meter 1ooribuan, padahal setahun aja udah beda ya harganya.

    BalasHapus
  6. Investasi tanah ini emang nguntungin banget yah teh, kalau uangnya banyak jadi pengen beli tanah dimana - mana ya biar buat investasi.

    BalasHapus
  7. Menjual tanah tidak semudah jual baju ya mbaa, harus dipersiapkan dengan baik ^_^

    BalasHapus
  8. asyik jadi tau apa aja yang diperlukan sebelum berinvestasi tanah, dari sekian banyak instrumen investasi saya belum pernah mempunyai investasi tanah/property

    BalasHapus
  9. Salah satu impianku banget mbak, punya tanah. Moga2 Ya Allah diijabah buat inves masa depan kalau pas udah masuk usia pensiun. Makasih ya tipsnya :D

    BalasHapus
  10. Bener bngt mba aku d Sawangan 5 th yg lalu 1 mter cuma 100rb skrng dah 1,5 naiknya berkali2 lipat,, Dan sekarang mau Cari tanah buat invest bruntung bangt baca ini

    BalasHapus
  11. Kalo di kota Jakarta dan sekitarnya nya jual per meter ya.., beda dikampung gak permeter..tapi semuanya..misalnya satu hektar berapa gitu..

    BalasHapus
  12. nah betul itu..soal legalitas itu harus disiapkan. termasuk apakah IMBnya ada atau tidak. Karena nggak semua rumah ada IMBnya

    BalasHapus
  13. Wah itu 4 lokasi tanah yang menurutku harganya mahal, Teh, secara gitu harga rumah di sana nggak murah, hehe

    BalasHapus
  14. makasih mba atas tips dan triknya! sekarang Depok udah banyak yg mahal karena warga Jakarta pada memilih ke Depok sekarang.

    BalasHapus
  15. Pengen deh investasi tanah, apalagi harga tanah terus naik ya, sekarang mau jual tanah sudah situs yang bisa membantu proses jual beli tanah

    BalasHapus
  16. Investasi banget ya kalau punya tanah , tips yg bermanfaat ni mba terima kasih

    BalasHapus
  17. tanah memang selalu jadi aset primadona, selalu tangguh nilainya

    BalasHapus
  18. Makasih mba infonya. Mungkin bisa ada kelanjutan tulisannya. Hehe. Informatif soalnya.

    Btw, iya sekarang tanah pinggiran ibukota udah naik. Soalnya di bikin kawasannya nyaman.

    BalasHapus
  19. Aku nggak punya tanah sih teh, tapi keluargaku di Medan punya warisan tanah yang semenjak peninggalan opungku harus dibagi-bagikan ke anak-anaknya. Infonya berguna banget nih buat aku kasih ke keluargaku biar tau cara-cara proses jual belinya :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)