27.10.13

Rekreasi Seru yang Penuh Pengalaman Baru

Siapa bilang kalau jalan-jalan ke mal itu identik dengan konsumerisme? Dan siapa juga yang bilang jika rekreasi ke pusat perbelanjaan modern itu tidak mendidik anak-anak? Apa yang saya alami bareng keluarga, kemarin, sangat jauh dengan apa yang selama ini disangkakan orang-orang, lho. Dan sebaliknya, kami mendapat banyak pengalaman luar biasa yang sarat akan manfaat.

Yupp! Kemarin, saya sekeluarga jalan-jalan ke mal. Dengan maksud untuk refreshing Aa Radit setelah seminggu penuh UTS, kami pun memilih Trans Studio Mal Bandung sebagai tempat tujuan. Awalnya kami ragu, sebab wiken kemarin itu jatuh di tanggal tua. Namun berbekal keyakinan bahwa rekreasi itu tak harus menghabiskan banyak uang, kami pun pergi dengan penuh semangat.

Sesampainya di Trans Studio Mal, wajah Aa Radit dan Baby Zaudan semakin semringah. Keramaian yang ada di sana, rupanya menjadi penyebabnya. Ya, ternyata di sana sedang diselenggarakan sebuah acara besar. Namanya Mall Performance Bebestar 2. Tak hanya Aa Radit dan Baby Zaudan saja. Saya dan ayahnya anak-anak juga sangat penasaran.

Suasana acara (tampak depan dan atas)

26.10.13

Bete? Bikin #RecycledCrafts Aje!

Hari ini ceritanya bete. Jalan-jalan abis anak-anak UTS terpaksa gagal. Penyebabnya apalagi kalo bukan Mister Suami yang tiba-tiba ga jadinya liburnya. Ya, rekan kerjanya ternyata minta dia untuk ngisi materi LDKS anak-anak SMA. Dia sendiri padahal guru SMP. Katanya kasian, si temannya itu gada yang bantuin. Dan temannya ini udah banyak banget bantuin dia. Untung aja kemaren sore dia pulang bawa blackforest sebagai kue ultah. Kalo enggak, waduh, dijamin deh esmosi ga henti-henti. Atau emang jangan-jangan kemaren dia beli kue itu biar diijinin pergi? Weleh... hehehehe. Apa pun deh. Sing penting, janji dia untuk geser waktu jalan-jalan ke hari besok bisa dipenuhi. Kasian anak-anak, sutres abis uts. Apalagi emaknya, agenda nyari wrap watch yang selama beberapa malem bikin gak enak makan dan tidur (etdah, lebay), sangat urgent untuk segera dilakukan.

Sedikit bete tadi ternyata berimbas ke males nulis (#alibi). Akhirnya, tanpa banyak cingcong, jadilah waktu di depan laptop dihabiskan untuk ngintip Pinterest. Yang dicari tentu saja barang-barang lucu sebangsa wrap watch tadi. Tapi setelah beres dengan bookmark item-item kiyut itu, seperti biasa, ritual ditutup dengan buka kategori Crafts. Eh tiba-tiba sebuah ide muncul. Aha! Sepertinya bikin recycled crafts akan menyenangkan. Anak-anak juga pasti akan ikut senang. Hihihi... kayak ide brilian aja! :D

24.10.13

Lebih Produktif dan Semakin Eksis dengan Notebook Tipis yang Ekonomis

Sebagai seorang emak beranak 3 dengan tanpa asisten rumah tangga, menyalurkan hobi nulis dan ngeblog itu bukan hal yang mudah. Apalagi jika salah satu dari anak-anak itu adalah balita yang lagi belajar jalan. Bisa dipastikan, anteng sedikit di depan laptop, si balita udah jatuh duluan.

Bukti sebagai emak 3 anak :D

Menulis adalah ‘me time’. Karenanya, setiap hari, walau pun bukan naskah buku, artikel, atau pun apdetan blog dan cuma curhatan di facebook atau pun ocehan di twitter, mutlak aku lakukan. Tanpa itu, bisa dipastikan, hidupku jadi timpang dan tak karu-karuan. Lebay? That’s every woman's middle name, kan? :D

Agar bisa eksis, narsis, serta tetap bisa nulis, aku butuh gadget yang keren. Gak sekadar bisa browsing, ngeblog, atau pun ngapdet di media sosial. Performa, tongkrongan, spek, hingga harganya juga harus keren. Tentu saja, sebab me time ini dijabanin tak hanya di rumah saja. Di sekolah anak saat mereka sedang anteng belajar bareng gurunya; di meja foodcourt saat anak-anak bermain di KiddyLand; di pinggiran kolam renang saat anak-anak dan suami main air; hingga di dapur di sela-sela memotong sayuran ketika memasak. Belum lagi menulis pada saat seminar, workshop, pelatihan, atau menjadi instruktur menulis di luar rumah. Tanpa gadget canggih dan keren, mustahil semuanya bisa dilakukan.

Berbagai aktivitasku di dunia menulis dan blogging