Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

30.11.21

Sinotif Indonesia, Rekomendasi Tempat Les Privat Sekolah Internasional

les privat sekolah internasional

Hari Minggu lalu suami saya bahagia tidak terkira. Bagaimana tidak, 2 murid di sekolahnya mendapat medali perunggu di ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN), yang dulunya bernama Olimpiade Sains Nasional (OSN). Meski sekilas ‘hanya’ mendapat medali perunggu, tapi ini sebuah prestasi besar. Sebab di sekolah internasional tempatnya bekerja, untuk tingkat SMP-nya, dan kebetulan suami saya juga menjadi salah satu pembimbingnya, prestasi ini merupakan sebuah capaian baru. Jadinya tak heran, suami beserta jajaran para guru lain beserta para orang tua muridnya bersuka cita atas keberhasilan tersebut.

27.9.21

Kuliah sambil Bekerja? Bisa, BINUS Online Learning Solusinya!


Siapa pun tak pernah menyangka, awal tahun 2020 lalu, negara kita diserang wabah. Bukan hanya negara kita saja, seluruh dunia bahkan juga mengalaminya. Ya, wabah Covid-19. Sebuah wabah yang berasal dari negeri Tiongkok di tahun 2019, namun menyerang seluruh negara di dunia di tahun 2020. Bahkan sampai sekarang, semua negara sedang berusaha memeranginya.

21.7.21

Menyiapkan Anak Masuk PTN dan Kampus Impian dengan Ikut Brain Academy


Orang tua mana yang gak ingin anaknya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)? pelajar mana yang tak ingin masuk kampus perkuliahan impian? Sepertinya, semua orang tua dan semua pelajar menginginkannya. Di mata orang tua, PTN akan meringankan biaya kuliah. Apalagi di masa pandemi. Berkuliah di PTN tentu akan mengurangi beban keuangan. Sementara di mata pelajar, berkuliah di kampus favorit tentu akan sangat menyenangkan dan membanggakan.

26.6.21

Belajar Online Mudah dan Praktis dengan Paket Belajar Online Faber Castell


Dari daring jadi darting
. Seperti itulah guyonan ibu-ibu zaman sekarang. Ya, mungkin itu memang guyon, tapi jika dipikir-pikir, kok bener, ya?! Sebab daring, yang mengacu pada belajar daring (dalam jaring) alias belajar online anak-anak sekolah, bisa membuat kita para orang tua menjadi darting. Darah tinggi, alias gampang marah.

22.10.20

Hempaskan ‘Dari Daring Jadi Darting’ dengan Bimbel Online Terbaik!


Dari daring jadi darting. Begitu tagline yang disebut ibu-ibu pada kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan anak-anaknya. Bagaimana tidak, keseharian ibu-ibu yang biasanya ‘hanya’ mengurusi hal-hal domestik rumah tangga, ketika pandemi melanda, tugas-tugasnya bertambah. Yaitu menemani anak-anaknya belajar dari rumah (BDR). Dan buat ibu yang bekerja, tentu menjadi dobel tripel bebannya. Bikin kita jadi darting, alias darah tinggi atau gampang marah.

6.11.17

Anak Lulus dengan Nilai Bagus tanpa Les? Kenapa Tidak!


Hai teman-teman, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik, ya. Alhamdulillah, saya sekeluarga juga dalam keadaan baik. Hati-hati ya, musim hujan kayak sekarang bikin badan gampang kena flu, masuk angin, dan berbagai penyakit lainnya. Pokoknya, jaga selalu kondisi tubuh. Makan yang banyak, istirahat yang cukup, dan bila perlu minum multivitamin supaya selalu fit. *Kayak iklan aja* :))))

10.8.16

Full Day School, Yay or Nay?


Temen-temen, beberapa hari ini, seperti kita tahu, setelah reshuffle kabinet dilakukan Presiden Jokowi, media sosial kita banyak sekali dihiasi berita. Salah satu yang bikin pro dan kontra, di antaranya adalah mengenai Wacana Full Day School bagi para siswa, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita yang baru, Bapak Muhadjir Effendy. Rame banget, ya. Seperti biasa, hal ini banyak sekali menuai reaksi. Ada yang pro. Dan tak sedikit pula ada yang kontra. Bahkan hingga membuat petisi online segala.

Sebagai orang tua yang punya anak sekolah, saya pun sebenernya demikian. Pengen banget berpendapat melalui media sosial. Tapi jujur, saya bukan orang yang ahli berdebat. Dalam hal apa pun. Apa lagi soal serius seperti itu. Saya takut jika saya menuliskannya di dalam apdetan status facebook atau cuitan twitter, saya akan didebat oleh para ahlinya. Jadinya, saya cuma berani ngomongin ini ke suami. Itu pun secara santai saja. Bukan untuk berdebat. Seperti halnya apa pun selama ini.

23.10.14

Bullying Ada Di Mana-mana...

Kemaren saya nonton berita di tv. Saya kaget banget saat tahu bahwa ada anak kelas V SD di Jakarta Selatan, melakukan pemerasan terhadap teman-temannya. Gak tanggung-tanggung, jumlah uang yang diminta bisa sampai ratusan ribu. Jadi untuk bisa setor pada pemeras tersebut, para anak yang diperas, nyuri uang dari orangtuanya. Malah ada yang sampe jual perhiasan ibunya. Mereka takut dengan ancaman si pemeras yang akan nonjokin mereka jika uang tersebut tidak diberikan.

Deja vu! Peristiwa itu sama persis dengan apa yang menimpa anak kedua saya, Radit, seminggu yang lalu. Ya, Radit yang saya kira aman dari bullying seperti itu, ternyata bisa kejadian. Bahkan katanya sudah sejak setahun yang lalu. Sama, Radit juga diancam akan ditonjok si pemeras jika  ngomong ke guru, ke teman-temannya, atau kepada saya.

Sebenernya saya pernah curiga dengan perubahan Radit (yang saya rasa cukup drastis) setiap kali pulang sekolah. Radit yang biasanya ceria jadi sering uring-uringan. Tapi tiap saya tanya kenapa, jawabannya selalu enggak ada apa-apa. Dan rasa curiga itu menguap begitu saja manakala setelah saya goda-goda, Radit ceria dan tertawa lagi.