21.2.19

Kartu Kredit untuk Hidup yang Lebih Produktif dan Efisien


Teman-teman, sebulan ini saya kepikiran banget dengan pengajuan kartu kredit untuk karyawan. Iya, sebab sejak beberapa waktu ke belakang hingga hari ini, berbagai keperluan mendadak, secara tiba-tiba datang begitu saja. Sedangkan saya tidak mungkin untuk beli keperluan tersebut secara cash. Soalnya uang tabungan, tak mungkin saya ganggu gugat. Saya sudah menganggarkan uang tabungan tersebut untuk keperluan sekolah si sulung, yang tahun depan masuk bangku kuliah.

Bukan, saya memang bukan karyawan. Pengajuan ini saya rencakan untuk suami saya aja. Saya kan freelancer. Penghasilannya gak tentu. Kemungkinan di-acc-nya pengajuan sangat mustahil. Sedangkan suami saya punya penghasilan tetap tiap bulan. So, besar kemungkinan pengajuan ini akan memberikan hasil.

Keperluan yang datang mendadak itu jelas membutuhkan dana yang lumayan menguras dompet jika dibayar secara cash. Dari mulai laptop saya yang udah harus segara diganti, ponsel si sulung yang sudah sering mati, beli mesin cuci baru, hingga si anak bujang yang kepengen beli sepeda, karena sepeda lamanya udah kekecilan, adalah beberapa di antaranya. Jika dijumlahkan bisa mencapai belasan hingga 20 puluhan juta. Jadinya mau tidak mau, saya mulai mempertimbangkan pengajuan kartu kredit untuk karyawan.

Kartu Kredit untuk Hidup yang Lebih Produktif dan Efisien
Jujur, saya sebenernya tidak mau punya kartu kredit. Saya takut, kemudahan di dalam melakukan kredit dengan kartu ini membuat saya terlena. Sehingga pada akhirnya akan membelit saya jika saya tak mampu membayar cicilannya. Seperti cerita beberapa teman-teman saya yang sampai didatangi debt collector ke rumahnya. Tapi ketika dipikir matang-matang, ada banyak juga ternyata keuntungan yang akan saya dapatkan jika saya punya kartu kredit. Toh barang-barang yang saya akan beli dengan kartu kredit tersebut bukanlah barang-barang konsumtif. Melainkan barang yang justru membuat hidup saya dan keluarga lebih produktif dan efisien.

Laptop baru akan dipakai saya di dalam bekerja sebagai freelancer. Ponsel si sulung dipakai untuk membuat sekolah dan komunikasi dia dengan saya, guru-guru, serta teman-temannya lebih lancar. Ada pun mesin cuci dipakai untuk mengefisienkan waktu. Sedangkan sepeda si anak bujang akan membuat dia lebih hemat di dalam pengeluaran sehari-hari terkait ongkos sekolah.

Kalo misalnya saya butuh kartu kredit untuk beli baju-baju model terbaru, beli perhiasan, atau kredit kendaraan bermotor seri terbaru, padahal seri lama pun masih berfungsi dengan baik, baru deh itu sangat tidak perlu. Jika penghasilan suami saya atau dari saya sudah sangat besar sih tak apa. Tapi kalo masih ada banyak biaya yang akan dikeluarkan, seperti untuk sekolah anak-anak, pengajuan kartu kredit untuk karyawan lebih baik tidak saya ajukan.

Keuntungan Belanja dengan Kartu Kredit
Dulu kartu kredit hanya bisa dimanfaatkan saat kita belanja ke toko-toko atau ke mall-mall. Saat ini, kartu kredit bahkan bisa dipakai untuk belanja online. Dari toko online merk-merk ternama, hingga ke marketplace kayak Tokopedia, Bukalapak, Zalora, Lazada, dan lain-lain. Tak sampai di situ, top up dana ini itu kayak Gopay dan Ovo pun sekarang bisa menggunakan kartu kredit. Sehingga rasanya tak salah, kartu kredit itu kini membuat saya tergoda untuk memilihnya. Memudahkan hidup kita banget.

Diskon jika belanja menggunakan kartu kredit juga tak kalah menyilaukan mata saya. Ketika saya hitung-hitung jika beli cash, suatu barang harganya ternyata juga tak jauh dari harga aslinya. Belum lagi tawaran ini itu seperti hadiah dan poin-poin yang didapat jika belanja dengan kartu kredit. Udah deh, saya semakin mupeng untuk segera memilikinya.

Sering baca bunga 0% untuk pembelian barang dengan kartu kredit? Nah, ini pun juga sangat menarik. Dengan jumlah cicilan yang harus kita bayarkan dikali sekian bulan kita mencicil, membuat harga barang menjadi tak lagi mahal. Beda banget kayaknya dengan zaman baheula yang belanja dengan kartu kredit itu terasa jauh lebih mahal.

Tapi…
Kemudahan dan keuntungan yang didapat dari belanja dengan menggunakan kartu kredit memang banyak. Dan hal ini akan sangat memudahkan hidup saya banget. Tapi ini tak lantas membuat saya gelap mata. Lagi-lagi, saya tetap harus rasional di dalam menggunakannya. Dari mulai belanja barang keperluan yang memang bener-bener saya dan keluarga saya butuhkan, hingga membaca dengan detail syarat dan ketentuannya saat menggunakannya. Bukan mustahil kan jika ada pihak yang memanfaatkan kelengahan saya demi kepentingan mereka semata.

Jangan sampai deh, manis di awal berakhir pada kesedihan dan kepahitan di akhir. Apalagi saya pernah denger cerita tentang suami seorang teman yang didatangi debt. collector hingga ke kantornya. Dan malah, debt kolektor ini bahkan ada yang menagih ke bagian Human Resources Departmen (HRD) di kantor pengguna kartu kredit yang macet dalam hal membayar kewajibannya.

Oke!
Baiklah, fix saya, maksudnya suami saya akan saya sarankan untuk segera melakukan pengajuan kartu kredit untuk karyawan. Dengan menggunakannya secara bijak, saya yakin, manfaat dan keuntungannya akan jauh lebih banyak kami dapatkan. Semoga saja!

Teman-teman ada yang punya pengalaman menarik tentang kartu kredit? Atau mungkin pengalaman tak mengenakkan? Atau mungkin ada yang sama kayak saya belum pernah punya kartu kredit? Atau bahkan mungkin sedang mempertimbangkan untuk membuatnya? Yuk kita sharing tentang hal ini. Supaya pengetahuan kita tentang kartu kredit menjadi semakin banyak. Sehingga ke depannya, kita akan lebih bijak di dalam menggunakannya.

Oh ya, yang mau tahu lebih banyak tentang berbagai macam kartu kredit yang dikeluarkan bank-bank yang ada di Indonesia, coba deh cek ke laman https://www.cekaja.com/kartu-kredit. Selain bisa tahu berbagai macam kartu kredit, kita juga bisa membandingkan satu per satu keuntungan yang didapat serta biaya ini itu dari tiap kartu kedit tersebut. Saya juga mau baca-baca nih. Biar dapat kartu kredit yang paling sesuai dengan kebutuhan saya. Oke teman-teman, semoga bermanfaat, ya. Sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya.


25 komentar:

  1. iya sih untuk hal2 tertentu kartu kredit membantu ...tapi saya blm tertarik punya wong penghasilan saja ga tentu...biar suami aja yg punya kadang2 untuk keperluan tertentu ada yg harus pake kartu kredit

    BalasHapus
  2. Yup setuju. Sebenernya nggak masalah kok menggunakan kartu kredit. Asal pembayarannya tepat waktu dan bisa bijak dalam menggunakannya. Semangat terus ya mbak Niaaaa

    BalasHapus
  3. Aku masih punya kartu kredit walaupun udah gak kerja teh, applynya waktu kerja dulu makanya sengaja gak dimatikan buat pesen2 tiket supaya gampang. Biasanya kami pakai kartu kredit buat bayar taguhan rutin jadi pakai auto debit supaya lebih gampang bayarnya nanti satu pintu aja.
    Kadang pakai kartu kredit ada promo besar ya nah itu kesempatan buat dipakai asal taat aturan aja kl ada uangnya lgs dibayar. atau kalau mau kredit sesuai kemampuan aja ya.

    BalasHapus
  4. Dan HRD malang itu salah satunya aku wkwkwk semoga pemakaian kartu kreditnya dibarengi dengan pembayaran yang lancar ya teh, aku trauma diteror sang debtcollcet :p

    BalasHapus
  5. Kefikiran juga buat punya kartu kredit karena manfaatnya yang banyak, tapi masih sebatas rencana karena pertimbangan kebutuhan terhadap kartu kredit masih belum begitu signifikan.
    Kebetulan juga tinggalnya di pedesaan, jadi masih banyak transaksi tunainya dibanding non tunai, kedepannya mungkin saya membutuhkannya

    BalasHapus
  6. Sesama freelancer toss mba 😁 pingin punya cc karena praktis tapi aku juga takut kalap hehe

    Kepoin cekaja.com ah, siapa tau kalau ga freelance lagi nemu cc yg pas

    BalasHapus
  7. Selama ini saya dan suami nggak pernah pakai kartu kredit karena takut khilaf dan keblabasan. Lebih tenang dan aman aja rasanya. Jadi kalau ingin sesuatu tapi kira - kira nggak kebeli ya ditahan - tahan dulu. Kalau ada keperluan mendadak ya terpaksa mbongkar dana darurat. Tapi ada temen juga yang pakai kartu kredit tapi bisa bener - bener nahan diri. Lewat kartu kredit itu dia bisa ndapetin banyak promo dan keuntungan. Jadi semua kembali ke diri kita kali ya. Kalaupun ingin menggunakan kartu kredit, bisa tidak menggunakannya secara bijak :)

    BalasHapus
  8. Sepakat dengan judul tulisan ini, buat aku kartu kredit itu membantu sekali secara efisiensi ya. Misal anak sakit, bayar DP nah tapi jangan lupa langsung bayar pas gajian hahaha

    BalasHapus
  9. Iyaa teh, klo cc digunakan secara bijak pasti aman..mencari cicilan bunga 0% 😁
    Moga lancar nanti yaa si sulung ke bangku kuliah^^

    BalasHapus
  10. Bener, mba. Kalau dipikir-pikir, CC ini emang membantu banget sih. Apalagi sekarang pengguna CC sering dimanjakka sama diskon-diskon dari bank yang lagi ulang tahun.

    Tapi ya itu, emang harus bisa manage pengeluarannya biar nggak bengkak.

    BalasHapus
  11. Sebenernya punya kartu kredit itu ga salah-salah amat ya. Dulu tuh aku idealis banget gamau punya kartu kredit karena gamau "ngutang" hehehe. Padahal dalam beberapa kasus, kartu kredit juga perlu. Asal kita bijak aja sih menggunakannya.

    BalasHapus
  12. Kadang merasa butuh dan pengin apply. Tapi kalau ingat suka gelap mata jadi mundur teratur, masih cemen soal kartu kredit kayak gini. Padahal kalau pandai me-manage banyak manfaatnya juga ya.

    BalasHapus
  13. Iya sih, kartu kredit berguna, apalagi kalo punya akun paypal dan dibayar klien pake paypal. Sayangnya saya belum tergoda mba. Dari duluuuu jaman kerja sampe sekarang. Soalnya saya paham diri saya yang kalo lihat barang, seringnya pengen segera jajan, padahal belum tentu pegang uang.

    BalasHapus
  14. Sampai saat ini, saya dan suami belum tertarik buat kartu kredit, Teh hehehe...
    Takut gak bisa mengendalikannya :)

    BalasHapus
  15. Aku belum ada pengalaman soal kartu kredit ini. Sekarang mungkin blm ngajuin karena ya masih sendiri dan gak mau biasaain itu. Tapu entah nanti. Asal bijak aja pakainya

    BalasHapus
  16. Kartu kredit banyak promo dan diskonnya ya Teh, asal manajemen keuangan kita bagus, tepat waktu bayar cicilan, punya kartu kredit bermanfaat pisan..

    BalasHapus
  17. Saya punya kartu kredit sejak tahun 2008 kalau gak salah. Biasanya untuk beli barang-barang yang harganya lumayan tapi lagi gak bisa beli cash. Yang terakhir saya pakai untuk beli laptop, cicilan 0%. Sebenarnya punya atau gak punya kartu kredit itu tergantung bagaimana kita me-manage keuangan ya, serta mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan dan apa yang hanya sebatas keinginan. Untuk belanja-belanja biasanya saya gak pakai kartu kredit meski diskonnya menyilaukan, jadi memang beli yang paling dibutuhkan saja. Enaknya lagi kalau pakai kartu kredit bisa gampang ngiklan di instagram atau facebook ads, hehehehe.

    BalasHapus
  18. Aku ga pernah pake kartu kredit nih. Banyak kemudahan ya yang dirasakan menggunakan kartu kredit ya teh.

    BalasHapus
  19. saya setuju untuk kartu kredit bisa digunakan asal bijak, jadi bisa mengerem belanja belanji biar akhir bulan ga bengkak tagihannya

    BalasHapus
  20. CC dipakai suami kalau beli hosting domain karena kami pakai jasa luar negeri
    CC ku sendiri sudah dibekukan untuk antisipasi shopping berlebihan dari China haha

    BalasHapus
  21. Kartu kredit seperti dua sisi mata uang. Memudahkan atau menyengsarakan. Tergantung penggunaannya ya Teh. Bukan buat belanja barnag konsumtif. Noted banget ini buat akau.

    BalasHapus
  22. aku juga mau buat CC, cuma kadang takut kalap. kalau udah kalap bisa pusing 7 keliling bayarnya gimana. CC juga banyak menawarkan hal2 yang menggiurkan, biasanya sperti diskonan yang bisa lumayan buat irit dompet. hahaha

    Would you like to follow each other? If the answer is yes, please follow me on my blog & I'll follow you back.

    http://www.okcheori.com

    BalasHapus
  23. Wah saya nah ga bs ngajuin ya..krn pendapatannya gak jelas hehe...Palingan buat suamikunaja deh hehe..

    BalasHapus
  24. Aku jujur belum ada keinginan utk membuat kartu kredit kalau penghasilanku masih begini segini aja. Hehehee

    BalasHapus
  25. Bermanfaat sih kartu kredit kalau dipakai dengan benar, yang terpenting jangan sampai khilaf.. hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)