25.10.17

Curhatan A Keto-Warrior Wannabe


Temen-temen, saya mau nanya. Boleh, ya? :D Buat temen-temen yang pernah kopdar dengan saya, kapan sih terakhir kali kita ketemu? Kalo sekitar 2 bulan ke belakang, temen-temen pasti bakal heran dengan penampilan saya sekarang. *Itu pun kalo temen-temen merhatiin sih. Hehehe... *

Begini, soalnya sekarang, menurut banyak orang, katanya saya terlihat kurus. Temen-temen percaya, gak? Kalo gak percaya, yuk, sekarang, besok, atau lusa kita kopdaran. Kita buktikan deh, apakah ucapan orang-orang itu benar bahwa saya sudah kurus? :)))

Ya, saya memang mengalami penurunan berat badan dalam kurun waktu 2 bulan belakangan ini. Penurunannya bahkan hampir 10 kg. Tapi saya gak tahu, apakah penurunan berat badan ini sudah bikin saya terlihat kurus? Saya sih gak terlalu merhatiin juga. Yang saya tahu dan saya rasakan sendiri, baju-baju dan jins-jins lama, kini muat kembali di tubuh saya. Kok bisa?

Saya Ikut KetoFastosis
Betul, penurunan berat badan yang terjadi pada saya itu adalah karena imbas dari ikutnya saya ber-KetoFastosis (KF). Tahu kan apa itu KetoFastosis? Yupp, simpelnya, KetoFastosis bisa diartikan sebagai gaya hidup di mana pelakunya tidak mengonsumsi karbohidrat dalam bentuk apa pun. Baik itu nasi, gorengan, mie, pasta, cereal, donat, umbi-umbian, atau bentuk karbohidrat lainnya. Ada pun makanan yang dikonsumsi pelaku KF adalah daging berlemak, ikan, telur, jeroan, dan juga seafood. Pokoknya yang kadar lemaknya tinggi. Dan diusahakan dari sumber hewani.

Untuk yang awam, gaya hidup ini memang terlihat aneh. Segala makanan yang biasanya dilarang, justru dikonsumsi pelaku KF. Eh lalu makanan yang biasanya disarankan untuk dikonsumsi banyak-banyak, seperti sayur dan buah, malah dibatasi dengan jumlah yang sangat sedikit.

Lalu dari mana tubuh dapet energi? Ini proses kimia yang rumit. Saya juga gak ngerti seperti apa detail tepatnya. Tapi yang jelas, pelaku KF dapet energi dari keton yang dihasilkan tubuh dari metabolisme lemak yang dikonsumsi. Dan bukan glukosa layaknya orang yang mengonsumsi karbohidrat.

Temen-temen ingin tahu lebih banyak tentang KF? Baca aja ketofastosis.com. Semua ada penjelasannya di sana. Saya sendiri gak mau bahas secara mendalam. Selain karena saya masih newbie dalam hal ber-KF ria, saya juga takut saya salah interpretasi. Nantinya kan gawat, temen-temen gak dapet info yang benar.

Semangat yang Ciut
Saat memutuskan untuk ikut KF, jujur yang pertama membuat saya tergoda adalah testimoni para ketoer yang sukses. Mereka sudah bisa menurunkan berat badan yang sangat drastis dalam kurun waktu yang relatif singkat. Ada yang 5 kg, 10 kg, dan 15 kg dalam sebulan,  bahkan ada yang bisa turun lebih dari 20 kg dalam 2-3 bulan saja.  Wow banget, kan? Nah, meski saya hanya kelebihan 10 kg, (((HANYA))), dari berat badan yang normal, membaca hal tersebut, mata saya jadi terbelalak juga. Ditambah bayangan kelam yang selama ini saya rasakan dalam menurunkan berat badan. Satu dua kg saja, saya sudah sangat ngos-ngosan.

Tapi angin surga itu berhembus tak menentu. Saya juga baca testimoni 'buruk' mengenai berbagai halangan dalam ber-KF yang namanya HC, alias healing crisis. Di mana di masa HC, berbagai kesakitan bisa saja muncul. Dari pusing, lemes, sakit kepala, gatal-gatal, atau yang lainnya. Belum lagi sifat KF yang harus pisah dari karbohidrat seumur hidup. Ngebayangin harus pisah darinya benar-benar bikin niat saya ber-KF menjadi ciut.

Tapi lalu saya mencari gangguan tubuh yang sering saya rasakan namun sering saya abaikan. Supaya saya punya alasan lain di dalam ber-KF, selain ingin turun berat badan. Dan saya pun menemukannya, yaitu tangan yang sering kesemutan dan kebas; kaki yang sering sakit karena rhematik dan mungkin asam urat; serta kepala yang sering pusing yang kemungkinan karena kolesterol tinggi.

Berbekal ingin sembuh, plus ingin badan sedikit langsing, saya pun akhirnya bulat ber-KF. Tanggal 11 Agustus 2017 pun menjadi hari pertama saya. Segala konsekuensinya sudah saya pertimbangkan dengan matang. Baik HC, efek cheating, maupun putus selamanya dari segala bentuk karbohidrat.

Tenang, Ada Protokolnya Kok!
Ikut KF tidak cukup stop makan karbohidrat dan makan makanan berlemak saja. Ada protokol lain yang wajib diikuti. Misalnya saja adanya intermittent fasting (IF = puasa makanan tapi boleh minum air putih, teh hijau tawar, dan kopi tanpa gula) selama 16 jam. Dari jam 8 malam hingga jam 12 siang. Lagi-lagi, supaya jelas kenapa harus begitu, baca saja di ketofastosis.com.

Tapi jangan salah, walau pun selama IF kita hanya minum air putih, kita tidak pusing, tidak lemes, dan tidak lapar. Sebab keton bikin tubuh kita berenergi. Ya, paling hanya di awal-awal saja. Ketika sudah biasa, tidak sama sekali. Dan jika lapar, lemas, dan pusing melanda (biasanya saat baru ber-KF), Virgin Coconut Oil (VCO) bisa mengatasinya. Di awal ikut KF, kita malah harus minum VCO setiap 3 jam. Makin ke sini, VCO yang dikonsumsi semakin sedikit. Sebab tubuh sudah mampu menghasilkan keton dari lemak yang kita konsumsi.

Amunisi saya dalam ber-KF

Berat Badan Memang Turun, Tapi...
Ini nih yang lagi melanda sama saya. Berat badan memang turun, tapi perut masih buncit. Butuh olahraga perut biar gak buncit, dan bisa kenceng. Semacam sit up, angkat berat, atau mungkin Yoga.

Eh tapi, konon katanya korset Munafie bisa menjadi solusi dari perut buncit. Apa iya? Ada yang udah pernah pake? Kalo sudah ada, share dong hasilnya. Sekalian juga share sama harga korset Munafie yang asli, ya. Saya kepengen banget nih perutnya rata kayak papan penggilesan cucian. Soalnya, saya olahraganya jarang yang targetnya ke situ. Saya biasanya hanya senam aerobik yang ringan-ringan saja. :D

Ketofastosis Vs KB
Menurut penjelasan penemu KF yang juga founder Keto-Fastosis Indonesia, Mas Tyo Prasetyo, KetoFastosis itu gak matching alias berseberangan dengan Program Keluarga Berencana (KB) hormonal (KB suntik, pil, implant, dsb). KetoFastosis kan dasarnya adalah mengatur sistem hormon agar menjadi baik. Nah KB justru sebaliknya. Mengacaukan sistem hormon tubuh. Kan supaya kita yang ber-KB tidak subur. Ya jadi begitu, jika pelaku KF ber-KB, secara teoritis tidak bisa berhasil KF yang dijalaninya.

Saya adalah pelaku KF yang ikut KB hormonal (yaitu KB implant). Ya, walopun saya sudah tahu hal tersebut, saya tetap melakukan KF. Mungkin memang KF yang saya jalani tidak maksimal seperti wanita lain yang tidak ber-KB hormonal. Tapi yang saya rasakan, KF membuat saya nyaman. Saya kini terbebas dari berbagai keluhan, dan bonusnya, berat badan saya turun.

Ah, Saya Mah Maju Terus Pantang Mundur
‘Anehnya’ pola hidup yang saya jalani sekarang membuat orang-orang di sekitar saya heran. Mama saya, adik saya, kakak-kakak saya, dan orang-orang yang saya temui saat saya banyak makan lemak. Suami saya sih sudah mengerti. Sedari awal, saat saya memutuskan untuk ber-KF, dia mendukung saya. Asal saya sehat, katanya. Toh buat dia mah, saya gendut pun tidak masalah.

Orang-orang di luar rumah saya nih yang masih kaget. Tak jarang, bahkan mama saya maksa saya untuk sarapan di pagi hari. Dan makan nasi saat yang lain makan. Katanya biar saya sehat dan gak sakit. Aduh, sekarang mah justru sebaliknya. Saya kalo makan nasi, saya malah bahkan bisa sakit. Dari yang cuma puyeng, lemes, gatal, muntah, hingga diare. Tubuh saya udah bisa dibilang anti sama karbohidrat. Kalo ngiler makanan anak-anak juga, walopun cheating sedikit, tubuh saya langsung berontak. Semoga saja deh ya saya istiqomah. Saya pantang mundur di dalam ber-KF ria ini. Aamiin ya rabbal alamin. :D

Oke,
Baiklah teman-teman, segitu curhatan saya as a keto-warrior wannabe. Orang-orang KF nyebutnya ‘keto-warrior’ sebab kami setiap harinya melawan banyak sekali ‘tantangan’. Dari tantangan untuk tahan godaan karbohidrat, tahan terhadap sakitnya HC, hingga tahan terhadap sakitnya cheating.

Untuk teman-teman yang tertarik dengan KF, pastikan baca-baca dulu protokolnya dengan baik. Baca-baca juga tulisan lainnya sampai detail. Saya juga sebelum ikut KF, baca protokol dan segala sesuatunya terlebih dahulu. Lebih dari 2 bulan lho saya mempersiapkan diri untuk ikut. Biar kita ngerti dan biar kita gak menyesal. Tetap sehat dan fit, ya, teman-teman. Sampai jumpa!

5 komentar:

  1. wah aku belum bisa jawab teh Nia kurusan apa ga karena belum ketemu hahaha...btw temenku juga diet keto ini teh alhamdulilah singset *-* setelah berbagai suplemen dg harga selangit telah ia coba namun saksesnya dengan diet ini :) semoga sehat2 nyak teh kalau aku teu makan karbo mah bisa pingsan :D

    BalasHapus
  2. Wah jadi penasaran sama keto ini :)
    Aku kelebihannya banyak banget, dan selalu gagal diet :(

    BalasHapus
  3. Ketiga bulek saya juga melakukan diet ini :D

    BalasHapus
  4. Aku akhirnya gak jadi diet ini karena sembelit 2 hari ga bisa BAB akibat gak makan sayur & buah. Selain itu, aku gak mau juga seumur hidup lepas dari karbohidrat. Dan seperti cerita di atas, ada teman KF yg juga jadi diare akibat cheating makan sedikit karbohidrat. Jadi sekarang makan apa aja asal gak berlebihan. Aku pilih diet golongan darah O, sesuai goldarku. Yg dilarang cuma tepung terigu, gandum, alpukat, kopi, kelapa, buah naga, dan gak makan nasi. Masih pakai gula diet untuk pemanis. Keto ini harus dilakukan seumur hidup kan, kayaknya gak sanggup deh ��

    BalasHapus
  5. wah selamat ya mbak berhasil langsing berkat diet. Aku mah engga sanggup pisah sama karbo dan makanan enak2 hehe.... :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)