24.4.14

Tahukah Ibu, Ada Berbagai Resep untuk Anak di Bebeclub?

Baby Zaudan (23bln)  si picky eaters
Semua orang tua sepertinya pernah mengalami masa ‘pusing tujuh keliling’ akibat anak yang susah makan. Bagaimana tidak sedemikian pusing, sekalinya mau makan, anak-anak ini biasanya pilih-pilih. Ada yang hanya suka telur, ada maunya ayam goreng, ada yang terus-terusan minta mie instan, ada yang mogok sayuran, dan masih banyak lagi. Kalau sudah begini, bagaimana kebutuhan gizi anak sehari-hari bisa terpenuhi, kan?

Begitu juga dengan saya. Ketiga anak saya pernah mengalami fase ini. Sama seperti orang tua lainnya. Saya juga pusing dan keder dibuatnya. Lalu, apakah saya harus menuruti keinginan mereka terus-menerus? Tentu saja tidak! Dengan memutar otak, mengenali lebih jauh karakter tiap anak, dan juga dengan bantuan dari sana-sini, terutama di website bebeclub.co.id, pada akhirnya, saya bisa mengatasi masalah yang umum terjadi ini.


Tampilan depan website bebeclub.co.id

Apa Sih yang Membuat Anak Pilih-pilih Makanan?
Berdasarkan pengalaman saya dan juga dari artikel yang ada di bebeclub.co.id mengenai makanan tambahan dan juga rutinitas makan pada anak, sebelum mengatasi masalah si picky eaters, saya biasanya mengenal faktor-faktor yang mungkin membuat anak saya menjadi demikian. Faktor-faktor ini di antaranya saja adalah sebagai berikut.
  • Tekstur makanan yang sudah tidak menantang. Faktor ini biasanya terjadi ketika anak-anak saya berada dalam fase peralihan makanan. Dari makanan lembut/lunak (bubur) ke makanan kasar, yaitu saat mereka batita. Beberapa waktu lalu, Baby Zaudan mengalami fase ini. Dia yang biasa makan makanan lunak tiba-tiba ‘mogok’. Beberapa hari kemudian, ketika disuapi kakaknya, Baby Zaudan makan lahap. Dan ternyata, dia mulai menyukai makanan bertekstur kasar dan renyah. Tak beberapa lama, Baby Zaudan mengalami masa tumbuh gigi geraham.
  • Anak kekurangan zat gizi tertentu. Di masa ini, anak-anak saya juga cenderung menjadi picky eaters. Misalnya saja ketika kekurangan vitamin C. Lagi-lagi, beberapa waktu yang lalu, Baby Zaudan juga mengalami masa ini. Sekali pun dia belum bisa berbicara jelas dan mengeluh soal rasa sakitnya (yang mungkin panas dalam atau pun sariawan), dia tutup mulut saat diberi makan makanan kasar dan cenderung lebih banyak minum susu. Dan barulah ketika (mungkin) sariawan atau panas dalamnya hilang, sifat memilih-milih makanannya berangsur hilang.
  • Anak yang tidak sehat (tidak fit). Anak yang tidak sehat atau tidak fit jelas akan menjadi picky eaters. Selain karena saraf lidahnya tidak berfungsi maksimal, kuman (baik itu jamur, virul, atau mikroba) yang ada di tubuhnya juga konon ‘mengendalikan’ tubuh anak kita. Pada umumnya, tubuh anak yang terinfeksi kuman lebih memilih makanan-makanan yang kaya akan gula, sebab gula merupakan zat yang sangat dibutuhkan kuman untuk terus tumbuh dan berkembang biak.
  • Ketergantungan (adiksi). Anak yang terbiasa makan makanan tertentu, tubuhnya akan terbiasa juga menerima makanan itu. Sebalikya, ketika menerima makanan lain, tubuhnya akan menolak dengan cara-cara tertentu. Dari mulai muntah hingga alergi.

Yuk Kita Akali Si Picky Eaters!
Setelah kita mengetahui faktor yang memungkinkan anak kita menjadi picky eaters, kita bisa memulai untuk mengatasinya. Tapi ingat, tak usah dulu menargetkan anak kita langsung menjadi pemakan segala makanan. Membuatnya beralih pada makanan lain selain yang biasa dia gemari juga adalah sebuah prestasi.
  • Hal pertama yang saya lakukan dalam mengatasi anak-anak saya ketika menjadi picky eaters adalah menentukan jenis-jenis makanan yang disukainya. Misalnya saja makanan yang renyah (crunchy), makanan yang siap saji, es krim, atau yang lainnya. 
  • Setelah tahu jenis-jenis makanan yang biasa disukai si picky eaters, kita bisa mengakali setiap makanan yang tidak disukainya agar menyerupai makanan-makanan tersebut. Misalnya saja anak-anak saya yang sangat menyukai chicken nugget, maka hampir dipastikan, makanan apa pun saya olah menjadi mirip chicken nugget. Misalnya saja nugget sayur, nugget ikan, bahkan hingga nugget tahu. Contoh lainnya adalah anak sulung saya yang tidak suka buah-buahan dan lebih suka es krim. Maka agar segala kebaikan buah tetap bisa masuk ke dalam tubuhnya, saya membuat es krim dari bahan buah-buahan segar. Untuk rujukan resep makanan, awalnya dulu saya mencari-cari di internet. Dan kebetulan, mesin pencari mengarahkan saya pada laman Menu Resep Bebeclub. Kini saya tak perlu lagi bersusah-susah mencari resep makanan, sebab di Bebeclub sudah tersedia. Dan anak-anak sangat menyukainya.
    Salah satu resep di bebeclub.co.id yang menjadi favorit anak-anak
  • Makanan yang tampilannya bagus dan lucu selalu disukai anak-anak saya. Apalagi jika makanan tersebut disajikan menyerupai tokoh favorit mereka. Menyajikan makanan dalam bentuk Bento menjadi salah satu alternatif saya agar makanan dimakan anak-anak. Dan perlahan-lahan, sifat picky eaters mereka menjadi berkurang.
  • Semua anak itu sangat egosentris. Mereka selalu ingin diperhatikan dan menjadi bagian yang penting. Untuk mengurangi sifat picky eaters, sifat egosentris bisa dimanfaatkan, yaitu dengan cara melibatkan anak dalam menyiapkan makanannya. Jadi dalam hal ini, mengajak anak-anak memasak membuat mereka merasa berperan penting. Mulai dari belanja dan memilih bahan makanannya, mengolahnya, hingga menyajikannya (menghiasnya). Cara ini ampuh bagi anak-anak saya. Mereka selalu makan apa pun yang ketika memasaknya, mereka terlibat di dalamnya.

Yang Penting Positive Thinking
Memenuhi kebutuhan gizi anak tentu adalah tanggung jawab semua orang tua. Apa pun wajib kita lakukan untuk anak yang sehat dan kuat. Tak terkecuali dengan mengakali si picky eaters. Cara apa pun rasanya worth it untuk dilakukan. Tapi lagi-lagi semua butuh proses. Adalakanya kita sudah melakukan semua yang bisa kita lakukan tetapi hasilnya tak seperti yang diharapkan. Apa pun dan bagaimana pun, kita harus terus mencobanya. Dan yang penting, kita wajib ber-positive thinking. Kita pasti bisa!

Ya, Bebeclub.co.id Memang Tempat Rujukan Saya!
Tak ada orang tua yang sempurna. Semua manusia tak ada satu pun yang dilahirkan dalam keadaan siap untuk menjadi orang tua. Namun begitu, semua bukan menjadi alasan untuk kita diam saja. Kita wajib mencari tahu dan berusaha untuk menjadi orang tua yang sempurna itu.

Bebeclub adalah tempat rujukan saya dalam usaha menjadi orang tua yang sempurna. Dengan bergabung di komunitas Bebeclub ini, saya bisa mendapatkan manfaat yang sangat banyak sekali. Saat saya galau dengan anak-anak (seperti ketika mereka menjadi picky eaters); saat saya kebingungan mencari resep makanan; bahkan ketika saya butuh ahli gizi, dokter anak, dan para ahli yang kompeten dalam tumbuh-kembang anak; saya langsung saja membuka website bebeclub.co.id. Eh ya, saat saya kebingungan mencari solusi atas masalah anak saya yang susah makan sesudah sakit, saya langsung menghubungi menghubungi Careline-nya via telepon di nomor 0 800 1 202 202. Ahlinya sendiri lho yang langsung memberi saya saran. Saya kira pertanyaan saya bakal di-pending jawabannya. Ternyata responnya begitu cepat. Saat itu juga semua pertanyaan dan masalah saya bisa dijawab. Jangan takut untuk berlama-lama menelpon Careline ini, sebab nomor tersebut sudah terjamin bebas pulsa. Jika tidak punya waktu menelpon, konsultasi bisa juga melalui email, atau chatting langsung. Sama seperti via telepon, via email dan chatting juga akan dijawab ahlinya langsung.

Bebeclub tak cuma memberi informasi yang berharga bagi para orang tua saja. Para pasangan yang baru akan mempunyai anak atau bahkan sedang merencanakan untuk memiliki anak, juga bisa bergabung di komunitas ini. Interactive tools-nya sangat menarik. Di sini, kita bisa mencoba mencari tahu kapan tanggal lahir calon bayi kita; kita bisa memilih nama-nama untuk calon anak kita; kita bisa melihat kalender kehamilan untuk mengetahui fase dan semua yang terjadi pada janin di dalam rahim kita; atau juga mengetahui kalender pertumbuhan anak kita dari mulai dia lahir.

Interactive Tools di Bebeclub

Mau berbagi cerita, di Bebeclub ada tempatnya. Namanya Forum Bebeclub. Apa pun bisa kita sharing di sana. Tahap-tahap pertumbuhan anak, resep favorit keluarga, bahkan membuat prakarya kreatif yang kita lakukan bersama anak juga bisa kita bagikan di Forum Bebeclub. Pokoknya, gabung di komunitas ini gak ada ruginya. Saya malah menjadi tahu banyak hal. Mau jadi orang tua atau calon orang tua yang sempurna untuk anak-anak kita? Yuk gabung di Bebeclub saat ini juga!

53 komentar:

  1. Mak Nia...aku juga memeber bebeclub ...emang manfaat ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manfaat banget, Mak Ida. Di Bebeclub semua ada dan semua bisa. ^^

      Hapus
  2. Aku belom jadi membernya sih Mbak, ntar cobain ah. Makasih sudah berbagi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk bergabung, dijamin bakal nambah pengetahuan deh. Terima kasih sudah berkunjung. ^^

      Hapus
  3. baru jadi member mak tadi,infonya menarik2..eh baru tahu kalo ada resepnya juga hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru, Mak. Coba aja 'obrak-abrik' semua menu, artikel, dan arsip-arsipnya. Bermanfaat banget. ^^

      Hapus
  4. ooh jadi member ada manfaatnya yaa,,hihi lupa udah daftar blom ya. Tengkyu atas info kerennya.

    BalasHapus
  5. informasi yang keren, Teh Nia. Nanti saya juga mau coba lihat-lihat ke sana ah. Terima kasih banyak sudah berbagi ya, Teh :)

    BalasHapus
  6. Ini artikel job review ya mak? kalau saya sih pergumulannya masalah orangtua yang susah makan hehe pake lansiaclub ada gak ya hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya, judul blognya itu apa artinya mak? penasaran

      Hapus
    2. Iya betul, Mak. Hehehehe...
      Itu artinya: Yang tertulis akan mengabadi dan yang terucap akan menguap bersama angin. :)

      Hapus
  7. asiik bisa masak buat Thifa n Hana :)

    BalasHapus
  8. Masa 1-3 atau 5 tahun, memang masa yang paling sulit kalo buat saya. Mood anak2 soal makanan berubah-ubah hari ini suka besok ngak mau. Thanks sharingnya, mudah-mudahan bisa membantu.

    BalasHapus
  9. mak NIa,,yg ikutan hanya member saja ya?? atau kita harus gabung dulu kalau mau review??? makasih mak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mak, aku kebetulan gabung dulu di Bebeclub. Aktif aja di socmed (blog, facebook dan twitter) terus. Untuk review, nanti pasti ada yang hubungi via email atau telepon. :)

      Hapus
  10. Cucuku Bella juga agak susah makan, mirip Emaknya dulu
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... gitu ya, Pakde?
      Susah makan memang masalah klasik yang bener-bener gak asyik ya, PakDe...
      Salam hangat dari Bandung. ^^

      Hapus
  11. untuuung anak-anak sudah besar mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barangkali mau merencanakan kehamilan? :)

      Hapus
  12. boleh juga itu nugget sayuran untuk yang picky eater :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Anak-anakku suka nugget sayuran. :)

      Hapus
  13. Anonim13.18

    whoaaaaa ini bebeclub canggih banget siiiiihhh... o_O
    bookmark ya Mbak Nia, nanti kalau punya anak dibuka2 lagi *ihik* x)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... iya. Gapapa, baca-baca aja, nambah pengetahuan. :)

      Hapus
  14. menjadi ibu memang harus kreatif ya, apalagi dikala anak2 susah makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak Santi. Untung teknologi memudahkan kita sekarang. Jadi mudah untuk cari resep favorit dengan internet. ^^

      Hapus
  15. wah infonya lengkap banget mak. Dulu aku juga pernah mengalami hal seperti itu, anakku gak doyan makan. Tapi saya coba membuat masakan yang dia suka, alhamdulillah anakku jadi doyan makan hingga sekarang kebablasan badannya tambah ndut hehehe...TFS....salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... nanti kalo udah remaja mah biasanya jadi kurus, Mak. Salam. :)

      Hapus
  16. Baru tau, Mak. Makasih infonya ya :-)

    BalasHapus
  17. Resep makanan itu yang paling disukai para emak :D

    BalasHapus
  18. Berarti saian masakan juga harus diperhatikan ya, Mba. Supaya lebih menarik dan anak lahap makannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya... anak-anak biasanya lebih suka makanan dengan sajian yang menarik. :)

      Hapus
  19. Selalu nambah ilmu kalo ke sini...aku belum jadi member nih..

    BalasHapus
  20. Wah, menarik & sarat informasi nih. Bisa buat contekan buat calon ibu juga kan... :)

    BalasHapus
  21. anak seumur Zaudan memang terkadang susah mau makan, kadang2 kita malah sampe kebingungan tak tahu apa maunya....apalagi kalo sang anak belum jelas ngomongnya...
    untung juga ada bebeclub ini ya....sangat membantu kaum ibu....dan saya baru tahu aa istlah picky eaters dari sini.....
    keep happy bloggging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Pak.
      Terima kasih atas kunjungannya. :)

      Hapus
  22. Wah... anak2ku sudah gede....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barangkali berencana untuk nambah anak lagi, Mak Susi? :)

      Hapus
  23. Balasan
    1. Yuk... sekalian gabung, yaaa... :)

      Hapus
  24. harus pinter2 ngajak picky eater mau makan, ya

    BalasHapus
  25. Aku pernah baca2 tapi belum jadi member...bikin aahh

    btw samaaaaa harus ngakalin bener2 picky eater biar g keterusan ;v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk jadi member. Tar bisa sharing semua soal Raffi. Mau konsul juga boleh di Careline. Yuk... yuk... yuk! Aku juga banyak tahu jadinya soal BabyZ. :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)