25.7.15

Resolusi Lebaranku untuk Revolusi Keuanganku

“Mi, udah dua minggu puasa, kok kita gak pernah makan di luar?!” ucap si sulung Reihana.
“Iya, ngirit,” jawabku.
“Ah Umi. Kangen pizza, nih!” ucap dia lagi.
"Tar kalo punya voucher gratisan," jawabku sambil nyengir.

Seperti itu kira-kira percakapan antara aku anakku, Reihana, di hari ke-14 Ramadan yang lalu. Seperti yang ditulis di atas, hingga hari itu, bahkan hingga sebulan penuh, aku dan suami gak pernah sekali pun ngajak anak-anak makan di luar. 

Iya, Ramadan tahun ini memang gak biasa. Gak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejak hari pertama, aku dan suami mengubah banyak ‘ritual’ di bulan puasa. Alasannya? Mengikuti tantangan Lomba #ResolusiLebaranku dari Cermati

Sumber gambar: www.pinterest.com via Cermati

15.7.15

Masjid AL DUKA


Anak ketiga saya, De Zaudan (3 tahun), sangat suka sekali dengan masjid. Iya, gegara sering dibawa ke masjid sama bapaknya, ke mana pun dia pergi, yang ditanyain selalu saja masjid. Buat dia, selain untuk shalat, masjid itu menjadi semacam tempat untuk mengadem. Kok bisa? Kayak musafir aja, ya? Hehehehe...

Begini, De Zaudan itu anaknya pemalu. Mirip A Radit waktu kecil: Jago Kandang. Jadi tiap dibawa ke mana aja, daripada diem di tempat baru yang bikin dia merasa gak nyaman, dia lebih suka dibawa ke masjid. Termasuk kalau main ke rumah kakek-neneknya. Daripada berlama-lama diem di rumah kakek-neneknya, dia lebih nyaman diem di masjid. Dan kebetulan, rumah kakek-neneknya sebelahan sama masjid.

Saking sukanya sama masjid, kalau bapaknya lagi libur, dia pasti ngajak bapaknya sholat di masjid. Mending kalau masjid yang deket rumah. Dia mintanya di mesjid yang beda-beda. Shalat Zuhur di mesjid ini, shalat Asarnya di mesjid lain. Begitu terus. Jadilah waktu libur bapaknya itu sebagai ajang piknik dari masjid ke masjid. Sekarang, De Zaudan hafal dengan benar nama-nama masjid di sekitar rumah, bahkan di seputar Soreang.

13.7.15

AQUA242 : Puasa Lancar, Tubuh Pun Tetap Bugar

Setiap orang yang berpuasa, pasti ingin puasanya lancar tanpa masalah. Begitu juga dengan saya. Tapi, tenyata tidak. Ramadhan tahun ini justru saya mengalami sedikit masalah. Ya, di hari kedua Ramadhan, puasa saya sedikit mengalami gangguan. Meskipun bukan gangguan yang serius, hal itu cukup membuat saya tersiksa di sepanjang hari. Gangguan itu adalah sakit pinggang. 

Sakit pinggang sebenarnya bukan masalah yang baru bagi saya. Sejak menekuni pekerjaan sebagai penulis, saya jadi sering mengalami gangguan sakit pinggang. Tapi, di hari kedua di bulan puasa ini, sakit pinggang saya terjadi bukan hanya karena terlalu banyak duduk saat menulis, melainkan juga karena saya kurang minum air putih ketika berbuka puasa di hari pertama dan juga saat sahur di hari keduanya. 

Ya, terlalu banyak duduk dan kurang minum air putih, memang sering ‘berkonspirasi’ dalam membuat gangguan sakit pinggang di tubuh saya. Tak hanya saat hari kedua di bulan puasa ini saja, di bulan-bulan lain pun, jika saya kurang minum air putih, saya pasti sakit pinggang.