"No man is really happy or safe without hobby." ~ William Osler
Saya setuju banget dengan quote yang dilontarkan William Osler di atas. Gak akan ada manusia yang benar-benar bahagia atau ngerasa aman tanpa melakukan hobi. Sebab itu yang sekarang saya rasakan. Hidup bahagia, minim stres, dan tetap semangat apapun yang sedang terjadi.
Emang Hobinya Apa?
Hobi saya banyak. Dari waktu ke waktu juga hobi saya sering berubah. Tapi untuk saat ini, hobi yang paling saya sukai adalah naik gunung. Lebih tepatnya tektok. Yakni hiking ke gunung tanpa bermalam. Pergi dan pulang masih di hari yang sama. Kenapa milih tektok, karena anak-anak di rumah masih belom ngijinin saya untuk tidur di luar rumah.
Hobi naik gunung ini sebenernya bukan Hal baru buat saya. Sebagai mantan mahasiswa jurusan Biologi, dulu saya ada yang namanya kuliah lapangan. Bermain di hutan, di gunung, atau di laut, sudah terbiasa. Nah setelah menikah, dan sekarang anak-anak sudah besar, serta kebetulan juga banyak teman pendaki gunung, jadinya hobi main-main di alam ini kembali muncul.
Melelahkan Tapi Tak Bikin Kapok
Dua tahun sudah saya melakukan hobi naik gunung ini. Walopun masih seputaran gunung-gunung di Bandung Raya, tapi saya bahagia. Sudah lebih dari 20 gunung di Bandung yang saya daki. Dan pastinya, nanti akan terus bertambah.
Capek? Jelas! Kapok? Enggak dong! Malah pinginnya sih setiap hari libur saya naik gunung. Tapi karena banyak keterbatasan, sebulan bisa 1-2 kali saja, sudah cukup bikin hidup saya bahagia.
Kenapa melakukan hobi, khususnya hobi yang ada hubungannya dengan olahraga bikin bahagia? Menurut Halodoc, hal ini karena aktivitas yang dilakukan memicu pelepasan hormon dopamin dan endorfin di otak, mengurangi hormon stres, serta memberikan ruang bebas dari tekanan sehari-hari.
Pengalaman Tak Menyenangkan Saat Naik Gunung
Nah ini, secinta dan sesuka apapun kita pada suatu hobi, pasti saja ada kendala dan hal-hal gak enak yang mengganggu. Untuk saya pribadi, kendala yang bikin gak enak dan menggangu saat naik gunung, terutama di saat musim kemarau seperti sekarang, itu adalah debu.
Iya, tanah-tanah di pegunungan yang kering, daun-daun yang berguguran tertiup angin, dan bahkan angin gunung yang berhembus panas, seringkali membuat mata perih dan sepet. Gampang banget gejala mata kering kerasa.
Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin terlihat sepele. Buat saya juga awal-awal mah begitu. Tapi lama-lama, terasa mengganggu. Kalo lagi diem di rumah sih, mungkin bisa dibiarin. Istirahat sebentar, tiduran sebentar, gejalanya mungkin bisa hilang.
Tapi saat di gunung? Wow, gangguan pada mata jangan dibiarin. Bisa bahaya. Soalnya kan bisa mengganggu penglihatan. Kalo gunungnya pas bagian yang landai dan trek jalannya lebar, bisa aman. Nah kalo di bagian yang terjal, terusnya trek jalannya sempit di mana bagian kiri-kananya jurang? Aduh... ngeri. Gejala mata kering jangan dibiarkan!
Bawa Insto Dry Eyes Saat Naik Gunung!
Ini yang saya lakukan. Pengalaman mata perih dan sepet saat naik gunung sebelom-sebelomnya, membuat saya bawa Insto Dry Eyes. Jadi saat mata kerasa perih dan sepet, langsung aja deh saya tetesin Insto Dry Eyes.
Tahu kan dengan Insto Dry Eyes? Iyes, obat tetes mata yang sudah sejak dulu dikenal sebagai solusi dalam mengatasi gejala mata kering.
Jangankan saat di gunung ketika musim kemarau kayak sekarang yang jelas-jelas udaranya berdebu, saat mata terasa perih dan sepet kapanpun itu, misalnya saat saya nulis konten untuk klien di depan gadget, segera aja saya teteskan Insto. Kesegarannya langsung terasa. Dalam waktu yang tak lama, perih dan sepet yang tadinya menggangu mata, langsung hilang.
Kenapa Inso Dry Eyes?
Karena Insto Dry Eyes bisa meredakan gejala mata kering dengan cepat dan efektif? Hal itu karena Insto Dry Eyes mengandung bahan aktif Hydroxypropyl Methylcellulose yang mampu bekerja memberikan efek pelumas seperti air mata untuk mengatasi mata kering. Bahan aktif ini juga dapat meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata.
Insto Dry Eyes yang memberikan efek pelumas seperti air mata ini, tak hanya bisa mengatasi gejala kekeringan pada mata, tetapi juga bisa meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata (yang biasanya dirasakan penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis, dan xerophtalmia), serta bisa juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.
Well...
Pengalaman menyepelekan gejala mata perih saat naik gunung membuat saya akan selalu bawa Insto Dry Eyes ke gunung mana pun itu. Gak enak banget efeknya. Bikin melakukan aktivitas hobi menjadi kurang menyenangkan. Udah jauh-jauh ke gunung, udah bela-belain capek-capekan, gak asik banget kalo puasnya gak pol. Toh kan Insto Dry Eyes ini ukurannya kecil. Praktis dibawa ke mana pun. Dengan Insto Dry Eyes, gejala mata kering hilang, mendaki gunung pun tenang dan riang!
Teman-teman juga begitu, ya. Kalo kerasa gejala mata kering, kayak mata panasaran, perih, dan sepet, segera aja deh tetesin matanya dengan Insto Dry Eyes. Insya Allah, gangguan gejala mata kering tersebut akan segera menghilang. Mata pun jadi seger, sejuk, dan adem.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)