30.4.20

Menyikapi Pandemi Virus Corona


"Nia, mama pengen bulan puasa di Bandung.”

Seperti itulah kiranya pesan mama di WA, malam itu. Kira-kira 2 bulan yang lalu. Karena mama tahu saya ketiduran, mama cuma mengirim pesan itu saja. Dan baru besok paginya, saya bisa membalas pesan tersebut.

Tentu saja saya senang. Mama yang selama ini tinggal di Sukabumi, berencana menghabiskan bulan puasa, bahkan berlebaran di Bandung. Di rumah saya. Sebab begitulah, setelah bapak saya meninggal, mama lebih banyak tinggal di Sukabumi. Bareng adik saya. Dan tahun lalu, karena istri dari kakak saya melahirkan, mama menghabiskan bulan puasa serta berlebaran di Bekasi. Baru di tanggal 10 Syawal, saya bisa ketemu mama.

Siapa yang menyangka jika rencana sederhana, yang mama kirim melalui pesan WA ke saya itu ternyata tak bisa terlaksana. Dalam hitungan hari setelah pesan tersebut dikirim, tiba-tiba kami menerima pengumuman Work From Home (WFH) dan juga School From Home (SFH), selama 2 minggu. Dan tak hanya daerah mama dan daerah saya saja yang kebagian, seluruh Indonesia, pada akhirnya juga melakukan program tersebut. Bahkan diperpanjang terus hingga sekarang.

Beberapa waktu yang lalu, mama curhat panjang lebar di WA. Setelah gagal ke Bandung, karena pengumuman WFH dan SFH waktu itu, tadinya mama berencana lagi untuk ke Bandung. Tak apa katanya hanya untuk berlebaran saja. Tapi seperti kita ketahui bersama, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik alias pulang kampung, menyusul kemudian. Mama sedih, sangat… sangat sedih.

Mama sempat putus asa. Dia tadinya mau nekad saja pulang ke Bandung. Toh katanya, tetangga depan rumahnya bisa seperti itu. Nekad pulang ke Garut, ke kampung halamannya. Tapi kemudian mama sadar, risiko yang mengintai dirinya, dan juga keluarga di Bandung jika mama nekad pulang, sangatlah besar. Mengingat tempat tinggal mama di Sukabumi, masuk ke zona merah Covid 19.

Saya dan mama (depan)

Sungguh saya terharu dengan apa yang dituturkan mama. Mama yang biasa emosian untuk hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, kali itu bisa bijaksana. Dia yang sebenernya gak terlalu update dengan berita kekinian, bicara panjang lebar soal virus corona, pandemi, Covid 19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan juga Orang Tanpa Gejala (OTG). “Mama gak mau nularin virus corona yang mungkin ada di tubuh mama ke cucu-cucu mama!”

Minggu lalu mama nelpon. Katanya, badannya demam. Karena beliau tinggal di zona merah Covid 19, tentu dia jadi waswas. Dia takut, dia sudah tertular virus tersebut. Tapi Alhamdulillah, setelah minum parasetamol, demamnya turun. Dan badan mama kembali fit.

Mengatasi Kekhawatiran dengan Tahu Lebih Banyak!

Hadeuh manteman, saya sungguh stres dengan kabar-kabar mengenai virus corona dan Covid 19 ini. Ya dari internet, ya dari tv, ya dari tetangga dekat rumah juga. Entah mana yang bener, dan mana yang hoax. Saya jadi khawatir banget dengan mama serta keluarga adik saya. Alhamdulillah sih, so far, daerah tempat tinggal saya masuk zona hijau. Semoga saja, bisa seterusnya seperti itu.

Mengatasi kekhawatiran dengan tahu lebih banyak. Itu yang sekarang saya lakukan. Kekhawatiran akan virus corona dan juga Covid 19 membuat saya mencari lebih banyak tentangnya. Supaya saya tahu segala macamnya. Sehingga bisa membedakan mana yang hoax. Dari apa itu penyakit ini, apa itu virus ini, cara penularannya, gejala penyakitnya, hingga ke cara pencegahan dan solusinya. Dan Alhamdulillah, saya menemukannya di aplikasi HALODOC.


Sudah pada tahu kan ya, apa itu Halodoc? Iyap, bener banget. Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang memberikan solusi terlengkap dan terpercaya bagi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Bukan sekarang aja sih saya mencari tahu banyak hal tentang virus corona dan Covid 19 di Halodoc. Sebelum-sebelumnya, jika nyari tahu berbagai hal tentang kesehatan, kapan pun saya Googling, saya pasti mendapat jawaban memuaskan di Halodoc, yang kebetulan memang menjadi hasil pencarian teratas di Google.

Dalam hal informasi mengenai virus corona dan Covid 19, Halodoc memberikan banyak sekali artikel yang menambah wawasan. Fitur lainnya pun juga lengkap. Dari mulai Tes Covid 19 yang dilakukan melalui perjanjian, pemeriksaan Covid 19, Chat dengan Dokter, Beli Obat, Membuat Janji dengan Rumah Sakit, Bahkan hingga ke Reminder jadwal minum obat. Semuanya ada di aplikasi Halodoc. Baca-baca semua di ada di Halodoc, bener-bener membuat saya tenang.


Menyikapi Pandemi Virus Corona mulai dari Diri Sendiri!

Dalam keadaan di mana informasi mengenai pandemi virus corona ini begitu banyak, kita wajib menyikapinya dengan cara yang pintar. Tak semua informasi mesti kita baca, kita terima, dan kita jadikan referensi. Hanya informasi dari sumber yang terpercayalah yang wajib kita pilih. Salah satunya ya informasi dari Halodoc. Acuannya dari sumber dan ahli yang mumpuni di bidangnya.

Oke teman-teman, tetap sehat dan tetap di rumah aja, ya. Semoga pandemi ini segera berlalu. Semangat!


48 komentar:

  1. Aku juga update pandemi covid-19 via halodoc, dibandingkan cari info di media sosial, bikin ngeri beritanya.
    Semoga keadaan ini membaik ya, biar Mama bisa kangen-kangenan sama anak cucunya.

    BalasHapus
  2. aku udah install aplikasi halodoc sejak 2018 mba, alhamdulillah berguna sekali apalagi fitur beli obat

    BalasHapus
  3. Wah Mama termasuk bisa memahami ya, kayak ibu mertuaku yang sering video call untuk mengingatkan anak mantunya agar hati-hati kalo keluar rumah. Karena kami ada yang masih kerja di luar rumah. Semoga kita diberikan kesehatan ya Teh Nia

    BalasHapus
  4. Salfok sama Mama nya Teh Nia meni geulis mirip Nia..hihi... Aku juga lama gak ketemu ibu aku, saking kangennya 2 hari menjelang PSBB aku nekad aja...hahaha alhamdulillah sehat semua..

    BalasHapus
  5. Huhuuu, hiks..
    Iya ya, momen di saat ramadhan apalagi mo lebaran yang khas dengan ramai mudik berkumpul dengan keluarga mendadak jadi bumerang buat diri sendiri dan sekitar.


    Untung si Mama bijaksana ya Teh, jadi setidaknya bikin legaa.
    Kaya mamaku meski tinggal di Bandung, tetep ga maksa untuk dikunjungi, tapi syediih segala dikirim sampe digojekin, biasa munggahan disana, sekarang wayahnya.

    Btw bener banget saat ini hanya dibutuhkan informasi dari sumber yang terpercaya salah satunya, seperti Halodoc

    BalasHapus
  6. Baru tau kalo mamah sedang di Sukabumi, daerah mana say?
    Dan saya juga baru tau kalo Sukabumi jadi zona merah
    Rencananya pingin kesana, pingin nyekar ke makam bapak dan Ibu

    BalasHapus
  7. berharap banget kalo kondisi ini bisa segera membaik dan bisa segera berlalu ya teh, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan

    BalasHapus
  8. Bener. Harus memfilter informasi yang masuk biar nggak panik dan cemas. Halodoc bisa diandelin banget nih

    BalasHapus
  9. Terharu juga dengan pemikiran mamanya, Mbak. Supaya penyebaran Covid19 nggak semakin meningkat, banyak orang yang harus menahan kangen. Semoga semakin banyak orang yang berpikiran sama. Nggak bandel mudik. Supaya Covid19 segera berlalu.

    BalasHapus
  10. Sepakat Teh Nia, menyikapi pandemi begini untuk menghilangkan cemas kita bs mencari tau lebih banyak ya, agar gak kemakan berita hoax juga

    BalasHapus
  11. Iy bener teh, Kita bisa menyikapinya dengan tidak percaya berita hoax aplg sekarang Ada aplikasi halodoc YG bisa Kita percayai ya

    BalasHapus
  12. Semoga pandemi ini segera berakhir ya mbak, sehingga kita bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Sedih rasanya jika lebaran tidak berkumpul

    BalasHapus
  13. Sedih ya, Mbak, Ramadan dan puasa ini banyak yang nggak bisa kumpul sama keluarga. Alhamdulillah demam mamanya Mbak Nia bukan sesuatu yang serius. Di masa pandemi ini demam aja memang bikin parno, untung ada halodoc yang bisa membantu kita konsultasi dokter secara online dan ngecek gejala virus corona.

    BalasHapus
  14. wahh ada aplikasi Halodoc terbantu banget ya.. bukan cuma konsultasi aja.. beli obat pun bisa dilakukan Halodoc.. kita mah duduk santay aja.. stay at home.. hehe..

    BalasHapus
  15. Bener banget nih Mbak, dalam menyikapi pandemi ini emang kita harus banyak tahu ya terutama langsung dari sumber terpercaya biar nggak mudah termakan hoaks. Syukurlah ada aplikasi seperti hallodoc yang sangat membantu. Yah semoga bisa segera bertemu kembali dengan mamanya Mbak. Saya juga rencana tahun ini mau pulkam tapi gagal. Syukurnya meski nggak bisa pulkam tetap bisa lebaran bareng ortu yang memang udah tertahan di sini sejak Maret lalu karena adanya lockdowm di Papua.

    BalasHapus
  16. Yup, menyikapi pandemi sekarang ini dimulai dari diri sendiri. Baiknya di rumah aja ya, teh, untuk mengurangi bebas tenaga medis dan pemerintah. Bahkan sekarang kalau kondisinya ngga darurat, ngga disarankan ke rumah sakit.

    Nah. klo ada gejala yang terasa bisa konsultasi online via Halodoc ya teh.

    BalasHapus
  17. Setuju. Tidak semua informasi harus kita baca. Cukup dari sumber yang terpercaya saja. Diantaranya halodoc

    BalasHapus
  18. kehadiran halodoc saat pandemi seperti ini pasti sangat membantu sekali ya mba, kita bisa konslutasi dengan dokter tanpa harus ke hospital, belom pernah coba aplikasi ini tapinya

    BalasHapus
  19. Aku udah lama penasaran sama aplikasi Halodoc ini kak. Ntar pengen download deh. Btw semoga pandemi ini segera berakhir ya kak

    BalasHapus
  20. Wah, pastinya mama sedih gak bisa berlebaran di Bandung seperti yang direncanakan yah Teeeeh. Semoga mamah selalu diberikan kesehatan dan kekuatan yaaah.

    Aku juga belakangan suka rada parno-an Teh, makanya sekatrang suka males baca berita. Timelineku Korea-an aja deh biar gak stres hehehe

    BalasHapus
  21. Jadi sedih, aku kangen ortu dan keluarga di Sumatera nggak bisa bertemu lebaran tahun ini. Semoga pandemi ini segera berakhir biar kita bisa berkumpul dan kangen2an lagi dengan keluarga.

    BalasHapus
  22. Saya juga sedih karena mungkin tahun ini gak bisa berlebaran sama mamah. Padahal baru tahun lalu, papah wafat.

    BalasHapus
  23. Sepakat,Teh. Tahu informasi lebih banyak membuat kita tahu apa yang harus dilakukan dan waspada dengan wajar. BTW, Sukabuminya di mana, Teh?

    BalasHapus
  24. semoga kita bisa melalui pandemi ini dengan baik, ya. aku pribadi termasuk yang nurut dengan arahan pemerintah, sekaligus nurut dengan pesan ustad untuk selalu berprasangka baik sama Allah pada saat2 sulit seperti ini pun.

    BalasHapus
  25. Aplikasinya halodoc membantu kita banget ya mba. Biar ga kemakan hoax mulu.

    BalasHapus
  26. Aamiin. Semoga pandemi ini segera berakhir. Biar bisa aktivitas normal lagi. Sudah banyak yg jenuh ingin bisa piknik lagi hahaha

    BalasHapus
  27. Kalau provinsi yang sudah zona merah, mau pergi antar Kabupaten aja jadi was2 ya Mbak.
    Lampung juga udh red zone nih krn ada transmisi lokal, tapi ntah apa krn seolah jlh yg positif 'baru' 50 ya. Orang2 mah santai wae ckck. Masih ada yg gamo pake masker.

    BalasHapus
  28. Nah, bener mbak. Sekarang kalau sakit mending konsul dulu (jika ga berat yaa). Pokoknya harus aware banget sama keadaan sekarang.

    BalasHapus
  29. Semoga pandemi ini segera berakhir, ya mbak. Bapak mertua saya juga stress aja jika dengar kami nggak bs pulang. Tp mau gumana lg, Surabay masuk zona merah dan kami juga ada PSBB.

    Btw, saya tuh suka banget mb dengan artikel2 di halodoc. Selain lebih terpercaya, cara penyampaiannya juga mudah banget dicerna buat masyarakat awam spt saya.

    BalasHapus
  30. Untuk menyikap pandemi virus corona jangan terlalu panik ya mbak. tetap jaga kesehatan dan wabah ini segera berlalu.

    BalasHapus
  31. Iya mbak, pandemi ini tidak akan berahir, jika tidak ada kesadaran dari diri sendiri dahulu, karena dengan demikian insyaAllah ketika setiap orang sadar akan tanggungjawabnya terhadap keselamatan diri, maka insyaAllah akan berusaha menyelamatkan orang lain pula

    BalasHapus
  32. Nah dengan adanya Halodoc ini ngebantu banget buat dapat banyak info terperfaya soal corona ya mba.

    BalasHapus
  33. Mbaaa... aku kok jadi ikut khawatir baca tentang ibu yang demam itu. Alhamdulillah saat ini beliau baik-baik saja kan?

    Pandemi ini memang bikin kita jadi parno deh ya. Mau kemana dan ketemu siapa udah bawaannya pengin ngumpet aja. Untung kalau jasa pelayanan kesehatan udah ada halodoc yang bisa kita manfaatkan melalui sentuhan dengan smartphone saja.

    BalasHapus
  34. Kita harus selalu bersyukur untuk setiap keadaan ya mbak termasuk pandemi corona ini, Alhamdulillah Alaa kulli haal,

    BalasHapus
  35. Ku sudah install dan sangat tercerahkan dengan adanya informasi-2 dari artikel-artikelnya Halodoc, Teh. Plus, udah gunakan juga fitur Test Covid-19 bahkan aku share info juga ke keluarga dekat/jauh utk ikutan test.Thanks Halodoc!

    Menghadapi pandemi ini memang kita harus berupaya keras untuk stay in positivity, ya, Teh, agar imunitas tubuh tetap tinggi dan kesehatan terjaga.

    Stay safe, clean and healthy, untuk kita semua, ya, Teh!

    BalasHapus
  36. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir ya, Teh. Saya juga ingin cepat-cepat bertemu dengan orang tua. Udah kangen juga kumpul bareng keluarga besar.

    BalasHapus
  37. Temen-temen aku pada pulkam, teh...
    Katanya daripada di Bandung gak ngapa-ngapain, enakan di rumah orangtua, ada yang masakin.
    **enak bener yaa..heuheuu~

    Mama sehat-sehat selalu.
    semoga teteh sekeluarga juga.

    BalasHapus
  38. sedih ya mbak, karena beberapa rencana akhirnya tidak terlaksana karena masa pandemi kita dibatasi oleh PSBB. Semoga kita termasuk orang yang bersabar dan diberi kemampuan untuk terus memahami, virus corona bukan tentang diri kita sendiri tapi juga tentang orang lain yang kita sayang.

    BalasHapus
  39. Sekarang harus diusahakan biar berpikiran positif ya Mak. Ngaruh banget soalnya ke imun tubuh.

    BalasHapus
  40. iya kita juga perlu memilah informasi juga ya mbak, yang penting kudu bisa mebentengi diri dan keluarga dari serangan informasi hoax.

    BalasHapus
  41. Bagi para orang tua sungguh wabah ini adalah ujian besar karena bagi mereka berjumpa dan berkumpul dengan anak cucu adalah hal yang selalu dinanti-nantikan. Pemberi kebahagiaan yang berharga di saat masa tuanya. Semoga mereka diberi kesabaran menjalani ujian ini hingga wabah berakhir.

    BalasHapus
  42. di masa seperti sekarang kita memang harus pandai mencari dan menyaring informasi yang benar ya mba. Semangat dan ssabaaat melawan Corona

    BalasHapus
  43. Mama pasti kangen berat sama anak dan cucunya. Aku pun mau mudik sampai nggak jadi teh. Tapi walo belum bisa ngumpul yang penting semuanya sehat, ya Teh

    BalasHapus
  44. Terbantu banget ya Mbaada aplikasi Hallodoc karena selain bisa dapat informasi seputar kesehatan, kita juga bisa dapat konsultasi dengan dokter via online. Di mudahkan di saat pandemi seperti ini

    BalasHapus
  45. Slah1 aku yg pke aplikasi ini biar klo sakit2 ringan nggak perlu ke rs kak

    BalasHapus
  46. Aku juga suka baca2 artikel disana mba, lumayan banget sebagai bahan pencerahan sebelum memutuskan pergi ke dokter

    BalasHapus
  47. aku kalo beli obat selalu pesennya di halodoc praktis dan gak perlu keluar rumah

    BalasHapus
  48. semoga pandemi ini segera berakhir ya kak, aku jg pake aplikasi ini biar klo sakit sedang g perlu ke rs

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)