5.9.13

Jakarta, The Next Megapolitan City?

Sekretariat ASEAN di Jakarta
Sumber gambar:
http://upload.wikimedia.org
Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia juga adalah markas Sekretariat ASEAN. Keberadaan markas Sekretariat ASEAN di Jakarta ini merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antarnegara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.

Mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia, khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?

Indonesia adalah Macan Asia
Tak bisa dipungkiri, sejak beberapa puluh tahun yang lalu, Indonesia di mata negara-negara Asia dipandang sebagai negara yang berpengaruh. Tak hanya karena negaranya yang luas, penduduknya yang banyak, sumber daya alamnya yang kaya, pertumbuhan negaranya yang cepat, atau  prestasinya yang gemilang, pemimpin-pemimpinnya yang ‘berani’ membuat Indonesia dijuluki sebagai Macan Asia.

Kini, meskipun negara-negara Asia, terutama Asia Tenggara lainnya sudah meningkat, bahkan untuk kategori tertentu bisa jauh di atas, negara Indonesia masih dianggap mempunyai taji yang tajam. Karenanya tak heran jika di perkumpulan negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, Indonesia masih sangat diperhitungkan.

Sumber gambar: http://syaza.travel/images/frontImages/tours/tours_image/jakarta6.jpg

Pemilihan Jakarta sebagai tempat berdirinya sekretariat ASEAN merupakan salah satu buktinya. Tentu tidak sembarang negara yang bisa dipilih untuk dijadikan tempat sepenting itu. Sebab sekretariat ASEAN, bagi negara-negara di Asia Tenggara merupakan pusat dari kegiatan-kegiatan ASEAN itu berasal. Dan di sekretariat ASEAN juga segala kegiatan diplomatik Asia Tenggara itu bermuara. Tak ada ASEAN jika tak ada sekretariat ASEAN. 

Jakarta, Kota Unik dengan Segudang Daya Tarik
Pemilihan Jakarta sebagai tempat berdirinya sekretariat ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN, itu pasti dilakukan atas beberapa keunggulan dari Jakarta itu sendiri. Selain karena Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia, Jakarta juga mempunyai segudang daya tarik. 
  • Jakarta mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai
Sebagai Diplomatic City of ASEAN, fasilitas kota Jakarta sangatlah lengkap dan memadai. Hal ini tentu mengakomodasi berbagai kegiatan internasional yang bisa dilakukan di Jakarta. Transportasi, bandara internasional, hotel berbintang, telekomunikasi, informasi, keamanan, keramahan, keterbukaan, hingga kemudahan diakses dari berbagai negara merupakan sekian dari banyak keunggulan yang dimiliki Jakarta.

  • Jakarta, kota metropolitan yang tak pernah tidur
Diplomatic City of ASEAN haruslah negara yang bisa dimasuki dan ke luar kapan saja. Hal ini sebab kebutuhan ASEAN yang bisa memungkinkan adanya darurat kapan saja. Bahkan mungkin pada dini hari atau tengah malam. Bayangkan jika Diplomatic City of ASEAN adanya di kota kecil, kelancaran kegiatan ASEAN tentu akan terganggu.

Sumber gambar:
http://pcdn.500px.net/546355/f7a31a3c0fa994596e72c28429270b9e192e6d11/5.jpg

  • Jakarta memiliki keanekaragaman budaya yang tinggi
Indonesia merupakan negara yang terdiri atas banyak suku bangsa dan juga budaya, Jakarta sendiri adalah ibukota yang menjanjikan masa depan dan banyak hal bagi seluruh rakyat Indonesia. Karenanya, banyak sekali rakyat Indonesia yang melakukan urbanisasi ke ibukota. Dan implikasi dari hal itu, Jakarta menjadi kaya akan ragam budaya. Tak hanya budaya asli Jakarta (betawi) saja. Tiga puluh tiga budaya Indonesia ada di ibukota. Jadi bisa dibilang, Jakarta adalah miniature Indonesia.

Sumber gambar: http://www.beritajakarta.com/images/foto/Festival_betawi_new.jpg

Plus – Minusnya…
Sebagai ibukota negara Indonesia saja, Jakarta sudah mengalami banyak sekali sisi positif dan negatifnya. Apalagi kini, Jakarta ditetapkan sebagai markas sekretariat ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN. Apa saja ya kira-kira plus-minus Jakarta yang kini menjadi sekretariat ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.

Plusnya
  • Jakarta bisa berkembang menjadi kota megapolitan yang menjadi pusat kegiatan di Asia Tenggara. 
  • Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Jakarta yang berimbas pada naiknya pendapatan negara.
  • Meningkatnya kegiatan ekonomi di Jakarta yang kemudian akan meningkatkan juga tingkat kemakmuran penduduk Jakarta secara khusus dan Indonesia secara umum.
  • Meningkatnya daya saing atau kompetisi yang terjadi di antara pelaku bisnis, ekonomi, dan berbagai bidang kehidupan lainnya. Hal ini juga pasti akan memacu tingkat pendidikan, keahlian, dan kemampuan penduduknya.
  • Negara Indonesia mempunyai ‘peran’ di mata dunia.

Minusnya
  • Akan terjadi urbanisasi besar-besaran ke Jakarta karena ibukota ASEAN ini sangat menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi siapa saja.
  • Akan terjadi jumlah pengangguran yang besar akibat persaingan yang tinggi. Hal ini tentu terjadi pada penduduk yang pendidikan, keahlian, dan kemampuannya yang tanggung dan rendah.
  • Akan terjadi tingkat kriminalitas yang tinggi akibat banyaknya pengangguran.
  • Stabilitas negara dan keamanan akan sering ‘goyang’.
  • Terjadi kecemburuan sosial dari kota-kota lain di Indonesia yang tidak bisa berkembang.
  • Akan terjadi naiknya harga bahan-bahan pokok kebutuhan rakyat.
  • Meningkatnya kebutuhan masyarakat.
  • Tingginya tingkat polusi kota Jakarta.
  • Semakin padatnya populasi kota Jakarta.
  • Berkurangnya lahan hijau di Jakarta.
  • Tingkat kemacetan yang semakin parah.

Yuk, Mari Berbenah!
Jakarta memang sudah ditetapkan sebagai tempat berdirinya markas sekretariat ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN. Akan tetapi fungsinya secara total belumlah maksimal. Optimalisasi itu pasti akan terjadi seiring dengan terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 nanti. Karena itulah, mumpung semua pengaruh negatif dari dijadikannya Jakarta sebagai ibukota ASEAN, mulai dari sekarang, Jakarta harus segera dibenahi. Semua halnya. 
  • Untuk mengantisipasi urbanisasi serta munculnya kecemburuan sosial dari kota-kota lain yang ada di Indonesia, penyediaan lahan pekerjaan serta pembangunan sarana dan prasarana dalm berbagai bidang kehidupan merupakan hal yang wajib dilakukan.
  • Untuk stabilitas dan keamanan kota Jakarta, peningkatan kewaspadaan dari aparat keamanan serta penduduk Jakarta harus dilakukan. Pemeriksaan penduduk serta pendatang secara ketat dari berbagai pintu masuk ke Jakarta, baik darat, laut, mau pun udara mesti dilakukan secara rutin.
  • Pemberian pendidikan serta pengakomodasian peningkatan kemampuan penduduk Jakarta bisa dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing penduduk terhadap pendatang yang hendak mencari kerja di Jakarta.
  • Pembangunan gedung perumahan yang memungkinkan dihuni oleh banyak orang, misalnya rumah susun atau apartemen. Hal ini untuk mengantisipasi berkurangnya lahan hijau yang digunakan untuk perumahan. Atau juga bisa dilakukan dengan cara membangun perumahan bukan di kota Jakarta, tetapi di kota yang dekat dengan Jakarta. Misalnya Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok. Jadi di sini, Jakarta hanya diperuntukkan sebagai kota beraktivitas. Dan untuk beristirahat (rumah), penduduk bermukim di luar kota Jakarta.
  • Pembanguan sarana transportasi massal yang aman, nyaman, dan cepat. Selain mengurangi kemacetan, juga mendukung langkah pemindahan mukin penduduk ke luar kota. Jadi di sini, produktivitas penduduk tetap tinggi karena tidak terganggu kemacetan.
  • Tidak membangun mall-mall baru. Bahkan jika mungkin, beberapa mall yang ada dihilangkan dan diganti sebagai tempat untuk lahan hijau.
  • Pembersihan kota Jakarta secara besar-besaran dan tegas. Misalnya untuk sungai yang kotor, perumahan kumuh, danau yang tercemar, dan lain-lain sehingga kota Jakarta.

Mari Jadikan Jakarta Sebagai Tuan Rumah yang Ramah dan Menyenangkan!
Baiklah, Jakarta sekarang adalah tempat berdirinya markas sekretariat ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN. Berbagai pengaruh negatif sudah pasti akan muncul di sana. Namun pun demikian, sisi positifnya pasti akan lebih banyak. Oleh karena itu, sudah saatnya, kita mengantisipasi dan miminimalkan imbas negatif itu dengan kemampuan kita. Mari kita jadikan Jakarta sebagai tuan rumah yang ramah dan menyenangkan bagi komunitas ASEAN secara khusus dan dunia secara umum. Siapa sih yang akan bangga jika Jakarta dan Indonesia pada akhirnya menjadi jajaran kota dan negara yang Berjaya di mata dunia, kalau bukan kita sendiri. Ya, toh? 

Referensi
http://www.asean.org/media-gallery/photo/item/jakarta-must-be-a-diplomatic-city-says-its-governor-2
http://news.xinhuanet.com/english/world/2012-12/14/c_132041047.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_Asia_Timur
http://www.kabar24.com/megapolitan/read/20130823/58/198856/ahok-bilang-jakarta-bisa-seperti-new-york

3 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)