badge

25.11.13

Ajarkan Anak Antikorupsi Melalui Cerita, Yuk!

Jika ada survey ke anak-anak mengenai berita-berita apa yang sedang populer saat ini, kira-kira, apa sih jawaban anak-anak? Meskipun tidak bisa disebut mewakili semua anak, jawaban  dua anak saya, Reihana (11 tahun) dan Radit (8 tahun) ternyata cukup membuat kaget. Ya, jangan salah, meskipun sepertinya anak-anak gak terlalu merhatiin perkembangan berita secara detail, mereka tahu dengan berita-berita yang kini wara-wiri di layar kaca. 

Selain kasus-kasus para selebritas di negara kita, mereka juga tahu berita-berita mengenai para petinggi negeri yang ditangkap karena kasus korupsi. Saking seringnya dibahas di tv, mereka bahkan tahu dengan benar nama-nama ngetop yang kini menghuni rutan KPK itu. 

Dulu, saat Angelina Sondakh ditangkap, Radit, anak saya yang pendiam di luar rumah tapi bawelnya minta ampun di dalam rumah, sempat mencecar saya dengan pertanyaan mengenai ini dan itu tentang 'KORUPSI'. Di luar dugaan, saya yang tadinya pede dan sok-sokan menggurui, KO juga dengan serangan pertanyaan-pertanyaan lugunya.

24.11.13

[Terios7Wonders] Petualangan Dahsyat Menyingkap 7 Keajaiban Nusantara

Keseruan yang terjadi pada petualangan Jelajah 7 Keajaiban Nusantara beberapa waktu lalu, begitu sangat kentara. Tak hanya terlihat pada para pesertanya saja. Bahkan siapa pun yang membaca tulisan reportase dan pengalaman hasil ‘oleh-oleh’ perjalanan dari tiap tempat yang disusuri para peserta, pasti akan merasa sangat terhipnotis. Bagaimana tidak, keindahan, keajaiban, hingga tantangan dari tiap tempat yang disinggahi mampu terdeskripsikan dengan jelas. Sungguh, semuanya membuat para pembaca seperti saya begitu excited. Tak heran jika setelahnya, kepenasaranan, keingintahuan, hingga rasa ‘cemburu’ sontak meninggi levelnya. Andai saja kami punya kesempatan yang sama.

Peserta Terios 7 Wonders
Sumber : indohoy.com

14.11.13

Acer Aspire E1, The Best Notebook untuk Emak-emak yang Sibuk

Memasuki minggu terakhir tantangan #30HariBlogChallenge Bikin Notebook 30% Lebih Tipis, aku rasanya semakin kenal dengan Si Slim Series Acer Aspire E1 ini. Tanpa terasa, si notebook idaman yang awalnya hanya tergambar saat membuat postingan untuk tantangan ini, kini mulai ‘gak sopan’ dengan merasuki mimpi. Yupp! Beberapa kali, di dalam mimpi, notebook perjuangan yang selama ini hadir di hidupku tiba-tiba saja raib. Dan entah datang darimana, di meja kerjaku, ada sebuah benda cantik yang menclok dengan anggunnya. Jelas aku girang karenanya, sebab si anggun itu adalah benda yang selama ini dipuja-puji oleh ratusan emak di grup KEB. Semoga saja, ini menjadi pertanda baik dari akan beralihnya masa ‘suram’ per-notebook-an jadulku. Sehingga era modern yang ditawarkan si Acer Aspire E1 tak lagi menjadi mimpi. Eh lagian, aku sudah pantas menyandang si Acer Aspire E1 ini, lho! Mau tahu kenapa?

Aku Ikut Berperan Dalam Menopang Tulang Punggung Perekonomian
Aktivitasku bareng notebook
Huah… dahsyat amat ya subjudulnya? Hehehe…. Begitulah. Sebut saja aku lebay untuk itu. Tapi, percaya atau tidak… itu benar 1000%. Ya, sebab walaupun sebagai isteri aku dinafkahi suami, sebagai mitra hidup yang (inginnya) baik, aku gak mau tinggal diam saja. Aku juga sebisa mungkin membantu suami untuk urusan keberlangsungan ngebulnya dapur kami serta terkumpulnya sekarung berlian. Karena itulah, sebagai makhluk yang hanya bisa mengandalkan keahlian jari dalam mengetik (walau pun cuma telunjuk tangan kanan dan kiri), aku bener-bener tergantung dengan benda kotak berlayar, ber-keyboard, dan sangat jenius ini. 

6.11.13

Acer Aspire E1, Teman Kerjaku, Sahabat Keluargaku

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, notebook yang keren bukanlah monopoli kaum tertentu saja. Emak-emak rempong yang kesehariannya nongkrong di rumah macam aku, pun termasuk ke dalam salah satu golongan yang wajib memilikinya. Tentu saja, sebab zaman sudah banyak berubah. Notebook yang dulu merupakan barang mewah sudah bergeser sudah menjadi barang kebutuhan primer.

Sambil Menyelam Minum Air, Sambil Hiburan Dapat Bonus
Begitulah adanya. Menulis, buatku adalah hiburan. Sebab ketika menulis, aku bisa menjadi apa pun yang aku mau dan mengeluarkan yang selama ini tidak terungkapkan. Dan dengan menulis, aku bisa 1000 kali lebih cerewet daripada biasanya. Dan ini berarti aku bisa mengeluarkan semua ganjalan serta semua kekesalan yang tak terucapkan. Sehingga setelah menulis, hati bisa menjadi lebih plong dan siap untuk melakukan rutinitas keseharian.

Selain melegakan hati dan pikiran, hasil tulisan bisa memberi bonus. Baik itu uang atau manfaat bagi orang lain. Dan bonus-bonus ini membuat kebahagiaan menjadi berlipat ganda.