11.7.14

Nokia Lumia, Ponsel Hebat yang Membuatmu Tahu Lebih Cepat

Jika ditanya apa yang berbeda dari Nokia Lumia dengan ponsel pintar biasa, jujur, jawaban saya akan sangat panjang dan lebar. Bukan tanpa sebab, karena begitulah keadaannya. Menggunakan Nokia Lumia sejak setahun yang lalu, rasanya cukup membuat saya tahu kelebihan ponsel ini dibandingkan dengan ponsel pintar lain yang sekelas dengannya.

Yang paling mencolok adalah tampilannya. Ya, Nokia Lumia mempunyai tampilan awal berupa home screen yang bisa di-personalized. Tak hanya itu saja, tampilan live tiles yang merupakan kumpulan dari aplikasi favorit kita, menutup semua permukaan layar ponsel. Jadi ketika ingin mengakses suatu fitur atau aplikasi, sentuh saja live tiles-nya.

Selain tampilan, hal yang saya suka lainnya dari Nokia Lumia adalah notifikasi dari apdetan berbagai aplikasi di live tiles yang datangnya sangat cepat. Dengan kemampuan ini, kita dijamin bebas kudet dan malah menjadi yang pertama tahu. Andai pun apdetan itu tak sempat kita buka, kita tidak lantas kehilangan info apdetan tersebut. Notifikasinya tetap akan muncul di live tiles dan menghilang sampai kita membukanya.

Ini Nokia Lumia-ku, Mana Nokia Lumia-mu?

Sebagai seorang ibu, kita dituntut untuk segala tahu dan segala bisa. Tak hanya dalam hal-hal yang sifatnya pelajaran sekolah atau keseharian, segala sesuatu yang berbau religius, (seperti cerita nabi atau pun surat-surat dan ayat Alquran), kita diharuskan juga untuk tahu. Malu kan jika ditanya anak-anak tapi kita tidak tahu?

Kejadian memalukan itu pernah saya rasakan. Waktu itu, putera kedua saya Radit, bertanya mengenai kelanjutan ayat dari sebuah surat Juz ‘Amma yang terkenal panjang. Karena surat itu jarang saya gunakan saat shalat, tentu saya jadi lupa. Jadi saat Radit betanya, saya langsung mencari buku/kitab Juz ‘Amma. Radit yang heran akhirnya nyeletuk, “ah, baca Juz ‘Amma mah, aku juga bisa dong, Mi. Lama lagi dong nyari Juz ‘Amma dulu mah!”

Here Maps dan Here Drive, Aplikasi Nokia Lumia Agar Tak Macet di Jalan Raya

Kemacetan kini sepertinya bukan hanya biasa terjadi di Kota Jakarta saja. Di Bandung, meski tak separah Jakarta, juga mulai akrab dengan kata macet. Dari pagi hingga sore. Bahkan kadang-kadang, malam pun bisa juga terjadi macet. Yang terpengaruh bukan hanya para pengendara kendaraan beroda empat, pengguna sepeda motor pun, kini juga harus ikut berparade ria di dalam barisan kendaraan yang terkena macet.

Seperti di hari itu. Ketika saya dan suami menuju suatu tempat. Agar tidak terkena macet, kami pun sepakat menggunakan sepeda motor. Alangkah terkejutnya kami, ketika sudah masuk pusat kota, jalanan yang kami kira akan lengang, atau setidaknya memberi celah pada sepeda motor kami untuk lewat, ternyata tertutup sama sekali. Sehingga pada akhirnya, kami terjebak di antara puluhan, atau mungkin ratusan kendaraan bermotor.