25.12.13

E-learning, Solusi Belajar Tambahan yang Tepat di Zaman yang Serba Cepat

Kemajuan  dunia modern membuat segala sektor kehidupan bergerak sangat cepat. Begitu juga dengan arus informasi. Tak hanya dalam hitungan hari. Pergerakan detik demi detik, kini mampu tersampaikan tanpa batas, dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Tak ayal, perkembangan dunia digital ini menjadi tak hanya menjadi sekadar gaya hidup, tetapi juga kebutuhan bagi semua kalangan. 

Dunia pendidikan adalah salah satu bidang kehidupan yang terkena dampak ini. Karena hal ini, dengan mudah, kita dapat menyaksikan pergantian buku-buku ajar dan buku-buku pegangan siswa serta guru yang direvisi dari tahun ke tahun. Sebabnya tentu bukan hanya untuk menyempurnakan edisi sebelumnya agar lebih update, kesesuaian dengan kurikulum yang terus mengalami perubahan, juga merupakan salah satu penyebabnya.

Fenomena tersebut sangat membuat dilemma. Di satu sisi, perubahan untuk penyempurnaan, memberikan tujuan yang baik, yaitu kesesuaian dengan keadaaan. Akan tetapi di sisi lain, ketidakmatangan kurikulum karena belum apa-apa sudah diganti serta mubazirnya buku-buku dan alat penunjang pengajaran di tahun-tahun sebelumnya yang tidak bisa dipakai lagi, membuat pemborosan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Tak pelak, bergonta-gantinya kurikulum beserta alat penunjang belajar mengajar ini menimbulkan pro dan kontra di sana-sini.

E-learning, Solusi Tepat yang Penuh Manfaat
Menyikapi perubahan zaman yang berimplikasi pada perubahan dunia pendidikan, sebenarnya mudah dan tidak perlu repot. Pergantian kurikulum beserta alat-alat pengajarannya seperti buku-buku tersebut, sesungguhnya tidak perlu terjadi. Ada cara dan teknologi yang lebih praktis dan ekonomis. E-learning. Ya, e-learning. Cara belajar jarak jauh yang menggunakan tools canggih ini bisa menjadi solusi tepat yang penuh manfaat akan semua dilemma yang terjadi di dalam dunia pendidikan kita ini.

Dengan e-learning, dasar-dasar kurikulum tidak perlu diubah. Pun demikian dengan buku-buku dan alat-alat pengajaran. Hanya dengan meng-update konten program-program e-learning-nya saja, permasalahan perubahan di sana sini bisa teratasi. Tentu saja karena konten-konten e-learning ini merupakan penjabaran dan pengembangan yang detail dari kurikulum dasar beserta buku-buku dan alat-alat pengajaran fisik (nyata) lainnya. Dengan e-learning pula, pemborosan akibat buku-buku fisik yang tidak terpakai serta dana pendidikan bisa dipangkas. Sehingga anggaran yang ada, bisa digunakan untuk kepentingan lain yang lebih urgent.

Kenapa Harus E-learning?
E-learning banyak manfaatnya. Selain yang sudah disebutkan di atas, yaitu mengatasi perubahan kurikulum tanpa harus banyak mengubah hal-hal lain yang merupakan penjabaran dan pengembangan dari kurikulum itu sendiri, e-learning juga mempunyai keunggulan sebagai berikut.
  • Lebih murah ongkos produksinya dibandingkan dengan anggaran untuk penggantian total kurikulum beserta alat-alat dan hal-hal yang terlibat di dalamnya. Misalnya pemangkasan anggaran untuk SDM, buku-buku, sosialisasi, promosi, dan lain-lainnya. Dengan e-learning, jika ada perubahan ini-itu hanya tinggal meng-update kontennya saja. Jadi di sini, banyak dana yang bisa disimpan untuk keperluan lain.
  • Lebih cepat peng-update-annya. Bayangkan saja, untuk mengubah kurikulum atau buku-buku ajar, diperlukan waktu minimal setahun atau satu semester. Belum lagi waktu untuk sosialisasi hingga penerapannya. Sedangkan untuk e-learning, hanya dalam beberapa jam saja, perubahan bisa dilakukan. Dan perubahan ini bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun tanpa batasan waktu dan ruang.
  • Bisa mengatasi keterbatasan waktu ajar. Sebagaimana kita ketahui, setiap pelajaran sekolah itu mempunyai bobot dan jumlah jam pertemuan tertentu. Padahal, di zaman sekarang ini, muatan atau informasi pelajaran yang diberikan semakin banyak. Apalagi jika dikaitkan dengan pengaplikasian ilmu pelajaran yang semakin luas. Sudah tentu, waktu maksimal pertemuan jam pelajaran di sekolah tidak akan mungkin bisa mengoptimalkan ilmu yang diberikan. Dengan e-learning, masalah ini bisa diatasi. Di sekolah, guru tinggal menerangkan dasar-dasarnya saja dan kemudian siswa mengembangkan dasar ilmu yang diperolehnya dengan e-learning. Tentu, di sini guru memberi rujukan mengenai situs-situs, aplikasi-aplikasi, ebooks, atau tools lain yang digunakan sebagai penunjangnya. 
  • Membuat siswa yang tidak hadir di kelas (dalam artian sakit, izin, atau karena keperluan lain yang resmi) masih bisa mengikuti pelajaran yang diberikan guru. Tidak seperti jika tidak ada e-learning. Siswa harus aktif bertanya dan guru harus menerangkan kembali pelajarannya.
  • Bisa membuat belajar lebih praktis karena tanpa menggunakan buku (fisik) yang berat-berat. Apalagi di zaman sekarang, semua siswa secara umum sudah menggunakan ponsel pintar (smartphone) bahkan tablet. Dan e-learning bisa diakses dengan gadget canggih ini kapan pun dan di mana pun.
  • E-learning pada umumnya mempunyai kemasan yang menarik dan bersifat multimedia. Ada yang berbentuk ebook berwarna-warni dengan gambar dan tampilan lucu, musik yang merdu, film yang seru, hingga games interaktif. Pelibatan hampir semua pancaindra ini sudah pasti akan disukai murid. Dengan begitu, para murid akan menyukai cara belajar yang seperti ini. Dan secara tidak langsung, ilmu akan tersampaikan dan dimengerti dengan mudah.
E-learning bisa dilakukan di mana saja

Tapi…
Semua teknologi pasti membawa dua sisi. Ada sisi yang positif dan ada pula sisi yang negatif. Begitu pula dengan e-learning. Karena hampir 100% menggunakan media internet, sudah pasti metode ini membawa risiko negatif. Ya, jika disalahgunakan oleh pihak tertentu, e-learning malah bisa membahayakan penggunanya. Baik untuk siswa maupun guru-gurunya. 

Untuk mengantisipasi risiko negatif yang dibawa e-learning diperlukan beberapa cara. Cara ini sudah pasti harus diterapkan secara tegas dan bertanggung jawab oleh semua pihak yang terkait. Apa saja kira-kira antisipasi yang bisa dilakukan agar risiko negatif dari e-learning bisa diminimalkan bahkan dihilangkan?
  • E-learning untuk sekolah-sekolah di Indonesia masih bersifat tambahan, maka kedudukannya tidak bisa menggantikan kehadiran proses belajar mengajar di sekolah. Untuk itu, pemberian dasar-dasar ilmu pelajaran di sekolah oleh guru tetaplah yang utama. Jadi di sini, guru tidak bisa seutuhnya mengandalkan materi e-learning. Dan murid tetap berkewajiban untuk hadir di kelas.
  • E-learning biasanya melibatkan/dibuat oleh pihak atau vendor penyedia layanan yang profesional. Agar konten tetap kreatif dan disukai murid tetapi juga masih dalam batasan kurikulum pendidikan Indonesia serta bebas dari muatan pornografi, kekerasan, SARA, dan muatan politik tertentu, pembuatan harus tetap dengan pengontrolan dan supervisi pihak sekolah. Baik dari awal pembuatan storyboard, proses pembuatan, hingga quality control akhir. Dengan begitu, risiko negatif yang dibawa konten tersebut bisa dihindarkan.
  • Ada mekanisme feedback yang memungkinkan murid untuk meninggalkan ‘jejak presensi’-nya setelah mengakses tiap konten mata pelajaran yang disuruhkan guru. Misalnya saja adanya tugas atau kuis terkait isi yang penilaiannya terukur yang diberikan setelah membuka halaman. Hal ini untuk mengantisipasi murid yang malas dan pura-pura sudah membuka halaman dan mempelajarinya.
  • Agar kemajuan bisa dilakukan semua kalangan dan tak cuma murid saja, e-learning juga harus dilakukan oleh guru, baik untuk materi yang dipelajari murid atau pun untuk materi lainnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi fenomena murid yang ‘lebih pintar’ dari guru. Apalagi mengingat anak-anak zaman sekarang yang cenderung lebih jago berinternet daripada orangtua. Murid bukan tidak boleh lebih pintar dari guru. Tetapi guru yang lebih kaya pengetahuannya dari murid akan lebih baik.
  • Pengaksesan e-learning akan lebih baik jika dilakukan di sekolah. Dengan pengawasan dari guru mata pelajaran, murid akan lebih fokus dalam belajar. Tapi di sini, diperlukan perangkat komputer yang canggih. Beruntung, kini banyak pihak yang peduli kebutuhan sekolah akan komputer. Mereka tak segan-segan memberi sekolah perangkat komputer canggih yang bisa mengakses e-learning lengkap dengan paket internetnya. XL Axiata adalah contoh dari pihak ini. Dengan platform Indonesia Berprestasi yang membawahi Program KUSI (Komputer Untuk Sekolah Interaktif), sejak tahun 2009 dan saat ini telah memasuki tahun ke-4, telah menyalurkan perangkat komputer ke 186 sekolah di seluruh Indonesia. Tak hanya komputer dan paket internet gratisnya saja, program KUSI juga memberikan pelatihan komputer bagi guru, pengenalan dasar komputer, serta pembelajaran penggunaan internetnya. Pengenalan Internet sehat sebagai pedoman pengunaan internet yang baik dan tepat guna pun dilakukan XL dengan ICT Watch setiap tahunnya. Semoga saja, kepedulian XL Axiata ini bisa menggugah kepedulian pihak lain dalam mengembangkan sekolah. 

Nah!
Dunia boleh saja berputar. Arus informasi boleh jadi terjadi. Dan ilmu pengetahuan sah-sah saja untuk berkembang pesat. Tetapi kita di sini tidak perlu takut, apalagi fobia dalam menyikapinya. Murid, guru, kepala sekolah, orangtua, bahkan siapa pun, bisa ikut serta di dalamnya. Ya, dengan e-learning, siapa pun bisa belajar. Kapan pun dan di mana pun. Tanpa batasan waktu. Serta tanpa batasan ruang. Lebih murah dan lebih cepat. Semua bisa menikmati manfaatnya. Semua bisa terlibat di dalamnya. Semua bisa tahu seperti apa menariknya kemajuan ilmu pengetahuan. Akan tetapi, karena negara kita adalah negara hukum yang masih menjunjung tinggi norma-norma, pakem-pakem dalam ber-e-learning harus tetap ditegakkan. Agar manfaat tetap didapat dan mudharat tetap bisa disikat. Semoga saja, semua pihak, terutama sekolah-sekolah di seluruh pelosok nusantara bisa mengakses e-learning. Sehingga kemajuan negara yang diawali dengan kemajuan anak-anak bangsa bukan hanya mimpi semata. Ya, semoga saja.

Referensi
http://www.indonesiaberprestasi.com
http://www.indonesiaberprestasi.com/kusi
http://www.indonesiaberprestasi.com/pengembangan_masyarakat

22 komentar:

  1. siap jd pemenang berikutnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Yuk ikutan, Mak. DL-nya masih ampe jam 12 malem. :)

      Hapus
  2. Memang belum bisa kubayangkan kalau 100% e learning utk siswa. sekolah. Sementara ini yg memungkinkan dilakukan pada kelas-kelas bisnis magister/doktoral, itupun non eksakta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul , Mbak Arin. Kedisiplinan murid sekolah yang masih belum stabil membuat metode e-learning belum bisa diterapkan 100% di negara kita. Karenanya, menjadi salah satu cara belajar alternatif dan pengayaan, e-learning menjadi solusi yang paling tepat.

      Hapus
  3. kalau topiknya serius gini nyerah deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak boleh nyerah. Yuk semangaaaaat! *padahal aku juga gak pede* :D

      Hapus
  4. Setuju mbak, E-Learning akan meminimalisasi ongkos produksi.
    Gydlak untuk kontesnya, tulisan mb Nia makin bernas ;)

    BalasHapus
  5. Mari selamatkan anggaran pendidikan dari pemborosan. Sudah saatnya memaksimalkan dana untuk hal-hal yang penting. :D
    Tengkyu, Maaaak. :)

    BalasHapus
  6. wuihhh,ulasannya komplitttt bangetttt....sukses kontesnya mbk ^^

    BalasHapus
  7. dengan kebiasaan sebagian besar murid2 Indonesia saat ini, dan menurunnya minat baca sepertinya belum mampu kalau pakai e-learning 100%.
    lagipula, kita masih ada pelajaran moral yang harus dilakukan dengan tatap muka.. :)

    BalasHapus
  8. Semoga menang mbak...
    Tulisannya apik.. :)

    BalasHapus
  9. Betul sekali. Tatap muka tetap prioritas. Dan e-learning itu lebih cocok untuk pengayaan. :)

    BalasHapus
  10. keren seperti biasa, sayang nih yang diluar ga boleh ikut euy

    BalasHapus
  11. Balasan
    1. Aamiin. Makasih, Mbak Lidya. :)

      Hapus
  12. Selamat dulu ah...pasti jadi pemenang lagi... :)

    BalasHapus
  13. Sudah ada pengumumannya belum nih? :) Tulisan Mak Nia selalu keren :)

    Lagi jalan-jalan di blog Mak Nia untuk Srikandi Blogger 2014.
    Good luck ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.... ada MakJur. Hehehehe...
      SB2014? Aduh malu. Aku cuma jadi tim penggembira saja :D
      Makasih, Mak :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)