24.3.14

Curhat yang Berbuah Hikmah

Coba sejak dulu ada fesbuk, aku pasti gak perlu buku diary. Begitu pikirku suatu waktu, entah beberapa bulan atau tahun yang lalu. Ya, sebab saat itu, fesbuk memang jadi tempat curhatku. Layaknya buku diaryku di zaman dahulu. Saat galau, saat marah, saat senang, atau saat apa pun, fesbuk pasti jadi tempat aku menuliskan semua isi hatiku. 

Tapi... itu dulu. Sekarang, tak semua yang aku pikirkan dan aku rasakan, aku tumpahkan di fesbuk. Sebaliknya, hanya di keadaan tertentu saja, aku menuliskan apa yang ingin aku tuliskan. Sebabnya sederhana sekali yaitu kenyataan yang makin ke sini, aku makin kurang ide dalam menulis status di fesbuk. Status-status temen-temenku di fesbuknya pada keren-keren. Aku minder banget. So, aku lebih memilih menjadi penebar jempol sadjah. Hehehehe...

Ikutan GA PakDe GusLix Galaxi ini awalnya kupikir sederhana. Aku tinggal comot 2 apdetan status yang ada di wall fesbukku. Tapi ternyata gak gitu. Aku sungguh kesulitan. Sebabnya ya itu tadi. Aku jarang apdet status. Yo weis... daripada gak ikutan GA yang unik ini, aku 'gali' profile fesbukku sendiri untuk nyari 2 apdetan status yang kira-kira 'enak' untuk aku posting di artikel ini. Dan ini dia, 2 status jadul, cerita di balik itu, dan tanggapan temen-temen mengenai status-status tersebut.

Status #1

Status 1

19.3.14

Bertualang Seru di Magna Hingga Berkunjung Ke Istana

Liburan adalah kata paling indah sedunia. Semua orang pasti menyukai kata yang satu ini. Termasuk aku dan keluarga. Tentu saja karena liburan menjadi saat yang ditunggu setelah masa sibuk berlalu. Walaupun itu cuma hari Sabtu dan Minggu.

Sebagai emak beranak banyak, liburan sudah pasti harus bisa mewadahi keinginan semua orang. Aku, suami, dan tentu saja anak-anak. Sebab jika ditanya keinginannya satu-satu, egoisnya aku pribadi pengen liburan itu belanja sampe pegal di mall; suami pengennya nonton bola tim kesayangannya live dari stadion; dan anak-anak pasti pengen bermain di timezone sepuasnya. Nah kalo sudah begini, mana bisa dikawinkan, bukan?

Beruntung ada satu kesamaan di antara kami. Yupp! Kami sangat suka dengan petualangan yang berbau Sains. Apa pun itu. Jadi kalo ditanya apa liburan impian kami (bukan liburan impian aku), sudah pasti jawabannya adalah liburan ke tempat-tempat yang berbau Sains.

18.3.14

Cireng Lezato... Lezat, Lho!

Siapa pun yang suka gorengan, pasti tak asing lagi dengan olahan yang satu ini. Ya, makanan di atas itu adalah cireng yang merupakan kepanjangan dari aci digoreng. Sebagai anggota kelompok penyemil gorengan nomor satu, (emang ada kelompok begitu? hehe... ngarang aja sodara-sodara), aku sangat menggemarinya. Alasannya tentu karena makan cireng itu asyik. Gabungan antara sensasi kriuk-kriuk, kenyal-kenyal, gurih, dan juga (kadang) sedikit alot membuat cireng beda dari makanan gorengan lain. Apalagi saat dicocol sambelnya, sensasi tambahan pedas nan nikmat sudah pasti 'mengigit' lidah.

Jika selama ini cireng yang saya kenal itu sambelnya berbumbu kacang atau saus tomat plus cabe, cireng di atas itu beda. Sambelnya sambel rujak. Lho kok? Itu dia, hal pertama yang bikin saya penasaran. Kayak gimana sih rasanya cireng jika dicocol sambel rujak?

Surprise! Perpaduan cireng dan sambel rujak ini ternyata endos gandos! Yupp... cirengnya beda dari cireng biasa. Ada bumbunya yang tidak ada di dalam cireg yang biasa aku makan. Sebagai penyuka makanan yang (sayang sekali) gak bisa masak, aku gak bisa nebak bumbunya apa. Kencurkah? Atau... eh pokoknya beda deh. Nah kalau bumbu rujaknya, itu asem, manis, dan pedas. Seger pokoknya. Jadi saat si cireng dicocol ke sambal rujak itu, lezatoooo banget. Coba deh makannya siang hari, dijamin deh, puyeng-puyeng, mual-mual (eh kok kayak orang hamil), atau ngantuk pasti hilang.

Ada cara maksimal untuk bisa nikmatin cireng bumbu rujak ini. Coba deh cirengnya dipotong-potong kecil terus dicampurin ke sambal rujaknya. Ya, semacam dikuah gitu. Nah terus makannya pake sendok layaknya makan mie baso. Wuih... sensasi asem, manis, dan pedes si sambal rujak plus cirengnya yang krispi pol abis di lidah kita. Gak percaya? Sok aja cobain sendiri.

Penasaran dapetin cireng ini di mana? Hubungi aja Mak Fadlun Arifin. Aku aja bareng anak-anak di rumah, 5 bungkus ludes dalam sekejap. Pokoknya, Cireng Lezato... Lezat, Lho! :D