1.6.20

Mengenal Trend Fintech di Indonesia


Teman-teman, sudah pada kenal Fintech, kan? Pasti sudah. Gak hanya kenal, kayaknya banyak dari teman-teman malah sudah menggunakannya. Oh ya, sudah pada tahu juga kan kalo Fintech di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun ini? Apa saja coba Fintech yang mengalami pertumbuhan pesat tersebut? Supaya kenal lebih jauh dengan layanan Fintech yang ditawarkan ke masyarakat, kita harus mengenalnya satu per satu.

Dulu, mengenali keunggulan dari berbagai layanan keuangan adalah hal yang sulit. Tapi sekarang tidak lagi. Semua dimudahkan dengan adanya teknologi yang kita sebuat sebagai Financial Technology atau Fintech ini. Nah untuk bisa memanfaatkan dari jasa-jasa ini, kita sebaiknya mengenal lebih jauh layanan yang ditawarkan Fintech.

Dikutip dari situs Duwitmu, berikut ini jenis Fintech beserta manfaatnya yang kini sekarang ada di Indonesia.

1. Crowdfunding

Sistem dari crowdfunding adalah pengumpulan dana. Bisa untuk berbagai tujuan. Dengan bantuan teknologi, penggalangan dana lewat crowdfunding menjadi lebih mudah dan efisien. Masyarakat yang ingin membantu, tinggal masuk ke aplikasi, memilih jenis sumbangan yang akan diberikan, dan lalu membayar dengan dompet digital.

Bisa pula membuat penggalangan dana melalui aplikasi dengan melalui sejumlah proses verifikasi. Misalnya saja KitaBisa.com yang fokus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan beberapa tempat penampungan dari sumbangan orang-orang.

2. P2P (Peer to Peer) Lending

Peer to Peer Lending adalah sistem pinjam meminjam yang menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman secara langsung, lewat platform teknologi informasi. Hasilnya, proses pinjam meminjam menjadi lebih efisien dan cepat. Contoh dari P2P Lending ini misalnya saja KoinWorks, UangTeman, dan juga Kredivo. Semua yang disebutkan tadi berfungsi sebagai Fintech simpan pinjam online.

3. E-Wallet

Layanan dompet digital memungkinkan kita menyimpan alat pembayaran secara digital. Jadinya, kita tidak perlu lagi membawa uang tunai atau kartu kredit di dompet. Adanya teknologi dompet digital membuat proses transaksi menjadi cashless.

Jadi, kita tidak perlu lagi mengeluarkan sejumlah uang ketika membeli suatu barang atau jasa. Biasanya, di kasir telah disediakan barcode yang bisa di-scan. Setelahnya, saldo dari dompet digital tersebut akan berfungsi sebagai alat pembayarannya. GoPay, OVO, dan LinkAja merupakan contoh dari bentuk Fintech E-Wallet.

4. Market Aggregator

Platform ini digunakan untuk melihat beragam informasi keuangan dengan mudah. Penggunanya bisa melihat informasi berbagai platform keuangan lebih dulu sebelum memilihnya. Hal ini tentu saja akan menjadikan para pemula lebih teliti. Contohnya saja produk-produk keluaran bank. Seperti kredit, asuransi, pembuatan ATM, KPR, dan masih banyak lagi.

Beberapa di antaranya bahkan bisa membantu kita di dalam mengajukan pinjaman produk keuangan tertentu pada bank, tanpa harus datang ke bank secara langsung. Hanya tinggal scan syarat-syaratnya, lalu mereka menyetorkannya secara online. Contoh Fintech platform Market Aggregator misalnya saja DuitPintar.com dan CekAja.com.

5.  Pinjaman Online

Pinjaman online adalah jenis fintech yang paling agresif berkembang di Indonesia. Salah satu alasannya karena pinjaman online membuat proses pengajuan kredit menjadi lebih mudah. Semuanya diajukan secara online. Tanpa kartu kredit, tanpa slip gaji. Dan cukup dengan KTP, siapa pun sudah bisa mengajukan pinjaman, yang akan cair dalam waktu kurang dari 24 jam.

Fintech pinjaman online membuat proses pinjaman yang lama dan sulit di bank, menjadi lebih cepat. Tersedia pula berbagai varian produk pinjaman Fintech yang berbeda dengan produk yang ditawarkan perbankan. Contoh Fintech pinjaman online banyak sekali. Saya yakin, teman-teman sudah sangat hafal, misalnya saja Modalku dan Akseleran.

Oke!

Begitu banyak jenis layanan Fintech di Indonesia yang bisa kita manfaatkan. Kesemua yang disebut di atas berada di bawah pengawasan Bank Indonesia (BI) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sehingga semua platformnya menjadi legal.

Akan tetapi, pastikan kita jeli dan bijak di dalam memilihnya. Sesuaikan dengan kebutuhan kita. Teliti pula saat hendak menggunakannya. Sebab ada saja pihak yang menyalahgunakan pesatnya perkembangan Fintech ini. Dengan begitu, kita tentu akan mendapat manfaat yang maksimal dari Fintech tersebut. Semoga bermanfaat!


55 komentar:

  1. Sebenernya aku kurang banyak tahu mba soal fintech ini. Tahunya cuma buat transaksi keuangan aja. Eh aku baru tahu kalau ternyata fintech ini ada banyak macam jenisnya ya. Berarti kita bisa menggunakan fintech ini sesuai kebutuhan kita ya mba

    BalasHapus
  2. selama ini membatasi diri hanya di poin 1 sampai 3 aja Nia,

    kalo ke 4 dan 5 itu melibatkan banyak pihak terkait soalnya, pernah minjam uang di bank dulu, tahun dinosaurus jalan di es, niatnya untuk modal. Eh, bisnisnya ga jalan, ditipu teman dan ditagih bank, kayak penjahat aja.

    Now, kapoooook to the max ! Semoga teman teman tidak, dan jangan sampai jadi korban ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampunnnn. Pasti masa sulit sekali waktu itu ya bun. Berarti harus hati-hati kita ya bun kalau pinjem uang ke bank. Aku pinjem uang ke bank untuk KPR rumah aja. Belum pernah untuk yang lain

      Hapus
  3. Selama ini yang paling sering kugunakan adalah Fintech e-wallet, karena praktis banget ya model cashless seperti ini, tidak perlu bawa uang tunai di dompet. Apalagi saat pandemi sekarang ini, belanja online bayarnya juga dari dompet digital (gopay, dana, ovo dsb).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mbak, saya juga paling banyak menggunakan e-wallet karena praktis dan nggak harus bolak-balik ke ATM mengambil uang cash.

      Hapus
  4. memang trend fintek ini berkembang terus, terkait penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat.

    kalau sepengetahuan saya kredivi termasuk pinjol atau kredit gitu mbak,

    sementara modalku n akseleran termasuk p2p lending

    BalasHapus
  5. Yang paling familiar dan sering digunakan sih e-wallet. Tapi peer to peer landing aku udah mulai ngerti juga sekarang cara kerjanya. Nah kalau pinjol aku pernah kena dihubungi karena ada seseorang yang gak bayar2 jadilah nomorku ditelpon.

    BalasHapus
  6. Wah ternyata fintech itu semakin banyak macamnya ya... Bukan cuma bisa jadi ewallet, tp juga crowdfunding, p2p lending, pinjaman online, dan lain-lain juga...

    BalasHapus
  7. Bener banget mbak... Saya juga sampe terkejut terheran-heran melihat pesatnya industri fintech di Indonesia. Di satu sisi sangat senang karena membantu kehidupan banyak orang, di sisi lain khawatir banget kalau ada pengguna yang nggak paham ToC setiap fintech yang dipake

    BalasHapus
  8. Semakin banyak jenis Fintech sangat memudahkan siapa saja untuk Bertransaksi atau melakukan kegiatan keuangan lainnya ya.

    Dari yg sudah di sebutkan, saya baru menggunakan KITABISA.COM dan e-wallet seperti gopay hehehe

    BalasHapus
  9. Sudah banyak dengar sih, tapi aku sendiri baru menggunakan beberapa antara lain gopay, kalau peminjaman dll blm pernah sih..

    BalasHapus
  10. Aku ngertinya pinjaman di Bank itu, kalo fintech yang sekarang sebatas baca dan pelajari waktu itu event keuangan P2P lending. Tetap harus hati-hati ya untuk pinjam meminjam ini, takutnya waktu ditagih itu yang dihubungi teman-teman dalam satu lingkaran kontak

    BalasHapus
  11. MEski dijamin OJK, jangan gegabah ambil semua. Sesuaikan dengan kemampuan bayar. Lak yo ngono ta Mbak Nia. Tapi perkembangan zaman memang tak bisa ditekan, ya. Fintech aka jadi solusi juga akhirnya

    BalasHapus
  12. Dari semua yang disebut di atas saya baru berani pakai e-wallet aja. Hehe...

    BalasHapus
  13. Semakin banyak kemudahan dalam transaksi keuangan seiring kemajuan teknologi, tapi tetap harus hati-hati.

    BalasHapus
  14. aku taunya e-wallet doang yaamouunn 🙈🙈.. P2P juga ngerti dikit-dikit sih tapi belum pernah cobaaa krn masih blm begitu paham 😁

    BalasHapus
  15. aku pengguna e wallet. ngebantu banget buat bayar ini itu dengan mudah.
    kalo pinjaman online, selama ini denger cerita teror debt collectornya kalo ga bayar walopun bukan kita yg ngutang, hiii

    BalasHapus
  16. Ternyata fintech banyak jenisnya ya Teh beda tujuan beda sistemnya, aku cuma pakai yang sejenis ovo dan gopay, nggak berani pinjam duit..

    BalasHapus
  17. Kalau aku paling sering pakai E-Wallet. Gak pakai ribet kalau mau bayar ini itu kaya pas beli kuota. Jadi gak pakai drama deh. Kalau Pinjol, belum dulu deh

    BalasHapus
  18. P2P lending dan pinjol itu bukannya sama ya mba? Fintech atau Tekfin ini memang sangat membantu masyarakat Indonesia yang awalnya gak bankable menjadi mudah mengakses berbagai skema pembayaran. Meski demikian, keberadaannya seperti pisau bermata dua. Kita harus selektif memanfaatkannya.

    BalasHapus
  19. Aku jujur terbantu banget sama e-wallet ini.S aking jarangnya makai cash, malah sering lupa kalau belum ambil cash. Sisanya semua pakai e-wallet soalnya

    BalasHapus
  20. Saking banyaknya yang bermasalah dengan pinjol, jadi banyak yang mengidentikkan fintech dengan pinjol ya. Padahal pinjol cuma salah satunya. Aku pribadi menjauhi pinjol, tapi kalau e-wallet mah pakai. Apalagi di masa pandemi kayak sekarang.

    BalasHapus
  21. Salah satu hal yang ku tau soal fintech adalah e-wallet yang memang kugunakan sehari-hari apalagi masa pandemi gini praktis karena mengurangi resiko interaksi

    BalasHapus
  22. Saya baru tau layanan fintech begitu beragam, yang paling sering digunakan sih baru layanan E-Wallet hehe

    Betul, kita juga harus tetap berhati-hati menggunakan layanan fintech yang lain ya mbak, khususnya seperti pinjaman online, sekarang bertebaran dimana-mana dan memberikan penawaran yang menggiurkan, harus pintar-pintar memilih pinjol yang terpercaya dan bagus.

    BalasHapus
  23. anak muda jaman sekarang melek beginian ya teh :) ponakanku yang masih SMA aja mulai nabung uang jajannya buat di pake beli LM dan saham, keren ya

    BalasHapus
  24. Ternyata banyak juga ya jenis fintech. Aslinya sudah menggunakan beberapa jenis. Tapi baru ini tau penjelasannya. Terimakasih mba.

    BalasHapus
  25. Fintech yang familiar bagiku cuma crowdfunding dan e-wallet. Memang 2 ini memudahkan banget untuk bertransaksi secara cashless. Kalau yang lain belum terlalu kenal, cuma pernah kebagian kena teror debt collector karena ada salah seorang teman yang nunggak pembayaran pinjaman onlinenya.

    BalasHapus
  26. Ohhh jadi kesemuanya ini termasuk bagian dari fintech ya. Semua canggih hanya akunya yg kudet. Hahaha. Yg aku tau cuma ewallet doank

    BalasHapus
  27. Fintech terus berkembang dan variannya pun terus tumbuh. Mengikuti kebijakan pemerintah dalam Fintech ini sangat penting, bagaimana pun kebijakan untuk menjaga warga dari penipuan dan untuk keamanan.

    BalasHapus
  28. yang udah pasti aku pakai sih e-wallet. kalau untuk pinjam-pinjam sebisa mungkin dihindari. Selain emang lebih suka cash, aku waspada sama pinjaman online gini. Ngeri banyak yang manfaatin trs customer dikerjain gitu mba

    BalasHapus
  29. Aku pribadi mendukung banget program GNNT ini Teh dengan ragamny produk fintech seperti yang teh nia sebut yg salah satu tujuanny agar enggak inflasi
    Cuma PR berikutny mungkin mengedukasi masyarakat luas kali y karena masih banyak yg belum ngeuh, yang beneran ngeuh yg di kota aja rata2

    BalasHapus
  30. Untuk beberapa produk fintech udah pakai nih ya terutama yang e-wallet, paling ramai digunakan orang secara umum. Kalau yang lain-lain, terutama yang untuk pinjaman dan p2p itu, harus dicek benar ya sudah ada dalam pengawasan OJK atau belum. Jangan sampai di kemudian hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    BalasHapus
  31. Tau Fintech, tapi aku sendiri belum banyak menggunakannya sih. Paling sebatas E-wallet aja, itu pun hanya yang menurutku cocok. Dan semoga saja dengan banyaknya layanan fintech ini, setiap platform bisa menjaga dengan baik kemanannya

    BalasHapus
  32. Iya makin banyak sih ya perusahaan fintech ini :D
    Tapi yang kupakai kyknya cuma ewallet doan sementara ini. Yg lain belu tertarik makai, apalagi yang pinjol, moga kita seua dimampukan dan dijauhkan dari utang.
    Kalau yg pengen coba tu yg utk beli saham dan bantu ukm2 itu mbak

    BalasHapus
  33. So far I’ve been using a lot of e-money but not the other platforms. I don’t have enough confidence yet. I heard a lot of bad scheme happening when it comes to Fintech of programs, especially the interests.

    BalasHapus
  34. Tercerahkan banget rasa keingintahuanku soal serba serbi fintech, thank you sudah sharing mba ;)

    BalasHapus
  35. Ilmu banget nih, selama ini kan kayak masih meraba2 yg masuk ke fintech itu apa aja, trus definisi masing2 apaan. . Dengan baca ini jadi makin nambah nih wawasan ttg fintechnya

    BalasHapus
  36. Saat ini banyak sekali fintech mbak dan memang kudu hati2 dalam penggunaannya, solusi yang tepat adalah melihat apakah aplikasi tersebut diawasi oleh OJK atau tidak.

    BalasHapus
  37. Seorang pakar ekonomi di televisi pernah bilang bahwa kredit pinjaman ke bank trendnya menurun sementara trend pinjaman online naik tajam. Ini jadi masalah juga sebenarnya karena justru dengan pinjaman online masyarakat akan jadi semakin konsumtif. Alih-alih digunakan untuk modal usaha.

    BalasHapus
  38. Ternyata ada banyak juga teknologi mengenai fintech ini yaa, teh.
    Di zaman yang serba mudah dan terbuka, semoga banyak orang bijak menggunakan layanan fintech ini.

    BalasHapus
  39. Aku belum coba sih satu pun fintech yg ditawarkan, masih ragu dan belum percaya. Semoga ntar bisa coba menggunakannya.😁

    BalasHapus
  40. Makin kesini segala hal makin dipermudah ya mak, salah satunya dunia keuangan. Yang familiar buat aku itu E wallet. Ohya untuk pinjaman online ini harus sangat hati-hati banget, masalah pinjam meminjam. Harus tau SKnya

    BalasHapus
  41. Duwitmu bisa dipakai buat penggalangan dana ya juga, ya. Wah.. ini menarik. Penggalangan dana jadi lebih cepat dan praktis kalau kaya gini

    BalasHapus
  42. Layanan fintech ini yang penting kita harus cek ya mba ada di bawah pengawasan OJK. Prinsipnya kita menggunakan produk fintech untuk kemudahan dan kemaslahatan.

    BalasHapus
  43. Ternyata banyak ya Mba. Aku tau selama ini baru soal pinjaman aja sih. Bisa nambah wawasan ini

    BalasHapus
  44. aku udah tau fintech karena beberapa kali ikut workshop dan event nya, menurutku fintech bagus2 aja selama benar2 terdaftar di OJK dan kita memanfaatkannya sesuai tujuan bukan untuk belanja pribadi :)

    BalasHapus
  45. Pinjaman online emang bener teh agresif banget deh tumbuhnya semoga diawasinterus ojk yah agak ngeri juga yang ga legal gitu sadisnya ngalahin lagu Afgan

    BalasHapus
  46. saya belajar kembangkan dana dari fintech2 ini loh. jd lender di akseleran, main saham dan reksadana, di P2P jg...banyak deh. dikit2 tapi diratakan, hehe.

    BalasHapus
  47. Aku selalu menekankan sama teman dan keluarga kalau kenalan sama fintech kudu terdaftar di OJK. Cukup sekali ada info keluarga yang terlilit masalah karena fintech abal abal

    BalasHapus
  48. Dengan adanya fintech, sebenarnya menjadi salah satu cara untuk membangun sebuah bisnis yaa, teh...kemudahannya, pasti disukai banyak orang terutama generasi millenials.

    BalasHapus
  49. Aku pernah ikut belajar tentang ini tapi otodidak dari postingan temen di blog bahkan pernah ikut seminarnya. Tapi kok belum paham ya :(

    BalasHapus
  50. Konsep P2P sih yang sepertinya paling unik. Buktinya juga sekarang banyak banget p2p seperti contoh mbak tadi bermunculan. Anyway, ini bermanfaat banget tulisannya. Thank kak

    BalasHapus
  51. Aku kudet banget mbaak kalau masalah fintech, tau ttg modalku juga dr artikel mbaak ini hhuhuhu emang harus jeli banget yaa mbaak tau ttg semua detail fintech dan harus sesuai kebutuhan jugaa. Masih perlu banyak pelajar biar paham nih mbak hehehe. . Makasih sharingnyaa 😁👍

    BalasHapus
  52. Peer to Peer Landing ini semacam koperasi simpan pinjam online bukan, Teh?
    Yang sangat familiar dan menjadi bagian dari keseharian saya tentu saja E-Wallet. Sangat menolonf saat ketinggalan dompet. hehehe..

    BalasHapus
  53. Selama ini aku masih menggunakan layanan Crowdfunding dan e wallet aja. Membatasi diri untuk tidak menggunakan jasa2 pinjol biar nggak jadi beban selama menitih karir ini. Hehehe. Tapi yg jelas, dari postingan ini aku jadi tahu macam2 fintech yg udah diterapin di Indonesia ya. Asal kita bijak dalam menggunakan saja, insyaallah amaan. :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)