Tampilkan postingan dengan label over protektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label over protektif. Tampilkan semua postingan

28.11.14

Anak Dikekang, Kemampuannya Kurang Berkembang

Dulu, saat baru beranak satu, saya itu bisa dibilang tipe ibu yang over protektif. Mau ngelakuin apa aja atau mau pergi ke mana aja, anak saya pasti dilindungi dengan sangat ekstra. Saat itu, prinsip saya, anak-anak harus terlindungi dari berbagai macam kuman yang ada di lingkungan. Maklumlah, keseringan nongkrong di lab mikro saat kuliah dulu bikin saya jadi tahu kalo berbagai macam kuman itu ada di mana-mana.

Suka lucu kalo inget saat-saat dulu. Bayangin aja, mau ke luar rumah deket pun, misalnya ke warung, si teteh Reihana pasti saya pakein jaket, kaos kaki, kerudung/kupluk. Padahal itu jam 12 siang. Anaknya jerit-jerit kepanasan pun gak saya hiraukan. Yang penting si anak bisa terhindar dari godaan kuman yang terkutuk.

Bukan cuma soal pakaian jika ke luar rumah. Saat bermain pun, Reihana saya batasi dengan ketat. Dia gak boleh main air, main tanah, bahkan main-mainan yang bernoda seperti pulpen, spidol, dan sebangsanya. Selain alasan takut termakan/terminum, saya juga gak suka kalo tangan, baju, tembok, kursi, atau apa pun dicorat-coret Reihana. Dan ya, sesuai harapan saya, Reihana saat itu menjadi anak yang 'steril'.