badge

1.12.16

Napas Lega, Anugerah Besar yang Sering Tak Kita Sadar


Malam itu tak bisa saya lupakan. Suatu hari ketika saya kecil, di suatu malam yang teramat dingin, tiba-tiba saya kesulitan bernapas. Leher seperti tercekik dan udara di sekitar saya, rasanya seperti menghilang entah kemana. Beruntung mama segara datang ke kamar saya. Dengan memberi aba-aba supaya saya tenang dan tidak panik, saya diminta untuk menarik napas secara perlahan-lahan. Dan ya, anjuran mama cukup berhasil. Dalam hitungan menit, napas saya kembali seperti semula. Dengan perasaan lega, saya pun segera memeluk mama.

Malam itu adalah malam di mana penyakit asma saya kambuh untuk pertama kalinya. Sebelumnya, tak pernah ada yang tahu bahwa saya punya penyakit asma. Bahkan mama pun sangat heran. Sebab sejak saya lahir, tak pernah sekali pun saya menunjukkan gejala-gejala penyakitnya. Dan malam itu menjadi semacam warning, bahwa ke depannya, si asma bisa kambuh kapan saja.

Benar saja, setelah malam itu, di malam-malam yang lain, atau di pagi-pagi yang teramat dingin, sesekali asma saya kambuh. Meski selalu dilanda panik, saya masih bisa bersyukur. Asma saya masih terbilang ringan. Dengan hanya menenangkan diri sebentar saja, napas yang awalnya begitu tersengal dan sangat sesak, pada akhirnya bisa kembali normal. Dan saya pun menjadi terbiasa. Di mana pun asma kambuh, saya jadi bisa mengatasinya sendiri.

Gimana Jika Asmanya Cukup Berat?
Apa yang saya lakukan saat mengatasi asma, tentu tak bisa berlaku pada semua penderita asma. Asma yang saya idap terbilang cukup ringan. Akan tetapi jika cukup berat, atau bahkan kronis, sekadar menenangkan diri untuk membuat napas kembali normal, jelas tak akan berhasil. Asma seperti ini membutuhkan obat yang harus segera diberikan. Dan untuk memberikannya, diperlukan alat berupa inhaler atau nebulizer

Bagi para penderita asma yang cukup berat, atau bahkan kronis, memiliki alat ini adalah sebuah keharusan. Bisa dibayangkan bukan bagaimana jadinya jika asma kambuh tengah malam? Atau mungkin ketika liburan di tempat yang jauh dari klinik atau rumah sakit? Inhaler dan nebulizer adalah solusinya. Di mana pun dan kapan pun asma kambuh, obat bisa segera diberikan.

Kebanyakan penderita asma yang saya kenal mempunyai alat bantu berupa inhaler. Namun banyak dari mereka mengeluhkan obat yang terkadang habis dan tidak terkontrol. Sehingga pada saat dibutuhkan, cukup repot mengganti tabung obat. Itu pun kalau sudah tersedia. Jika tidak, malah menjadi gawat karena harus beli lagi. Mereka sebenernya lebih suka nebulizer. Akan tetapi karena alatnya kebanyakan ada di rumah sakit, dan kalau pun bisa dibeli sendiri itu ukurannya cukup besar serta berat untuk dibawa ke sana ke mari, nebulizer akhirnya menjadi pilihan kedua. 

Terkait nebulizer ini, saya pernah mendapatkan penanganan asma dengan alat ini. Waktu itu asma yang kambuh cukup sering dan dalam waktu yang berdekatan. Atas saran dokter, saya pun mengatasinya dengan nebulizer di rumah sakit. Dan benar, asma saya reda dan saya merasa nyaman sekali. Tapi ya itu tadi, alatnya besar, lumayan berat, suaranya berisik, dan kalau beli sendiri pasti harganya sangat mahal.

Nebulizer Cukup Ribet?
Beberapa tahun ke belakang mungkin iya. Nebulizer ribet, berat, berisik, dan harganya mahal. Agak sangat mustahil untuk memilikinya di rumah. Di samping juga asma kan tidak kambuh saat penderita ada di rumah saja. Ada kalanya saat liburan, saat sowan ke keluarga, atau di mana saja. Asma tak kenal waktu. 

Tapi sekarang berbeda. Produsen alat kesehatan yang berkualitas tinggi seperti Omron, mampu berinovasi membuat nebulizer yang berkebalikan dari yang dikeluhkan selama ini. Sebuah nebulizer yang kompak, berukuran kecil dan ringan (hanya 180 gram), serta mudah dipakai. Jadinya, Nebulizer Omron ini sangat bisa dibawa ke mana pun dan dipakai kapan pun jika dibutuhkan. Namanya Compressor Nebulizer Omron NE-C803.


Harga Compressor Nebulizer Omron NE-C803 relatif terjangkau. Kita hanya cukup mengeluarkan uang sebesar Rp630.000,- saja. Dan jika membeli via microsite http://omron-nebulizer.com/promo, akan diberikan potongan khusus sebesar 20%.

Saya Sudah Mencobanya!
Yupp! Saya sudah mencobanya. Alatnya yang kecil dan ringan, suara pengoperasiannya yang hening dan tidak mengganggu, serta cara pemasangan dan pencuciannya yang mudah, menjadikan Compressor Nebulizer Omron NE-C803 recommended buat siapa saja yang memiliki masalah pernapasan. Dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan orang tua yang berusia lanjut. Baik itu penderita asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik, dan berbagai penyakit pernapasan lainnya.

Anak saya yang sulung juga sudah mencobanya. Dia yang terkena suhu dingin sedikit saja napasnya bisa sesak, menjadi merasa nyaman saat menggunakan Compressor Nebulizer Omron NE-C803. Hanya sekitar 5-8 menit saja, napas yang asalnya sesak jadi lega kembali.

Cara pemasangan Compressor Nebulizer Omron NE-C803 yang mudah bisa saya jelaskan dengan ringkas sebagai berikut.


  • Pastikan tombol power dalam keadaan mati.
  • Hubungkan kompresor dengan adapter yang sudah dicolokkan ke sumber listrik.

  • Buka bagian atas alat inhalasi dan vaporizer head dari tabung tempat obat. Kemudian isi tabung tempat obat dengan obat yang sesuai dengan resep dokter.

  • Pastikan vaporizer head menempel di bagian atas inhalasi.
  • Tutupkan bagian atas alat inhalasi ke tabung tempat obat yang sudah diisi hingga terdengar bunyi ‘klik’.

  • Tempelkan masker atau bagian pengisap (mouthpiece) pada alat nebulizer sampai rapat (kuat).

  • Sambungkan ujung selang satu dengan kompresor bagian sampingnya. Dan sambungkan ujung selang yang lainnya ke alat nebulizer di bagian bawahnya.

  • Pegang nebulizer yang sudah dilengkapi masker atau mouthpiece dan tempatkan ke hidung atau mulut.
  • Nyalakan/hidupkan tombol power.
  • Isap uap yang dihasilkan nebulizer melalui mulut atau hidung.
  • Setelah proses selesai, matikan tombol power. Dan kemudian cabut adapter dari kompresor. 
  • Bersihkan alat-alat yang sudah digunakan dengan menggunakan air hangat (bagian atas inhalasi dan tabung obat), air mengalir (vaporizer head), dan lap lembut (bagian selang dan kompresor). Simpan di tempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Oke…
Bernapas lega adalah salah satu bentuk kenyamanan hidup. Apalah arti materi yang bergunung-gunung atau jabatan yang sangat tinggi, jika kita tak bisa bernapas lega. Itu sebabnya, apa pun akan kita lakukan agar bisa bernapas lega. Misalnya saja dengan menggunakan alat bantu yang bernama Compressor Nebulizer Omron NE-C803 ini. 

Teman-teman ada yang punya masalah pernapasan kayak saya? Asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik, atau penyakit pernapasan lainnya? Atau mungkin anak, saudara, suami, atau istri teman-teman? Coba deh Compressor Nebulizer Omron NE-C803. Keamanan, kenyamanan, kehalusan suaranya, kepraktisannya, serta ukurannya yang mungil dan ringan, pasti akan membuat Compressor Nebulizer Omron NE-C803 ini disukai. Beda jauh dengan nebulizer yang selama ini kita tahu. 

Selain karena keunggulannya, menggunakan Compressor Nebulizer Omron NE-C803 juga lebih ekonomis jika dibandingkan dengan hitung-hitungan biaya bolak-balik ke klinik/rumah sakit untuk treatment nebulizer. Iya, kan? Iya dong!

Lagian, untuk kesehatan dan kenyamanan hidup, apa pun pasti kita lakukan. Apalagi untuk bisa bernapas dengan lega. Napas, kan kebutuhan kita yang sangat urgent. Dan tanpanya, kita tak bisa hidup. Sungguh, bisa bernapas lega itu adalah sebuah anugerah yang sangat besar. Dan kita baru menyadarinya, saat bernapas lega sudah susah untuk dilakukan. Selalu jaga kesehatan ya, teman-teman. Pastikan, kita selalu bersyukur akan hidup yang sudah Tuhan berikan. Sampai ketemu di lain tulisan dan lain kesempatan! :)


84 komentar:

  1. dlu anak pertama sy kalo bapil diiringi gejala asma, seiring usia bertambah alhamdulillah ga sampe mengidap asma. Ternyata ada turunan dari omnya yg asma juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, asma memang menurun. Seiring bertambah usia, gejala memang suka hilang sendiri...

      Hapus
  2. Salah satu kecanggihan teknologi di bidang kesehatan ya Mbak..

    Benar, nikmat bernapas lega yang sering banget terlupa nih..
    Terima kasih sudah mengingatkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Salah satu kecanggihan teknologi di bidang kesehatan.

      Hapus
  3. Baca ini, baru saya benar-benar memahami, betapa beruntungnya saya, Mbak. Memang benar, sih, kita cenderung mengecilkan makna "napas" karena sudah ada, berfungsi dengan sempurna.

    Maturnuwun sudah mengingatkan, Mbak. Lebih jleb rasanya, padahal saya sering baca tentang anugerah yang satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Sesak napas itu sengsara banget. Yuk jaga kesehatan dan selalu besyukur. :)

      Hapus
  4. Ya Allah, saya jadi lebih banyak bersyukur baca tulisanna Mbak

    BalasHapus
  5. Saya kalau dingin, meler... Kalau hareudang krn ngelekeub sesak nafas, huhu... Pgn bgt punya nebulizer di rumah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk pake gera. Nyaman dan membantu banget saat sedang sesak..

      Hapus
  6. Benaar mbak, sangat sepakat bahwa bisa bernapas dengan bebas adalah anugerah yg patut kita syukuri setiap detiknya 😇

    BalasHapus
  7. Masya Allah kalo ngga bisa bernafas . . . . #gawat. Teknologi yang memudahkan keluarga . . . praktis yayaya

    BalasHapus
  8. Inhaler seperti ini memang bagus kalau disediakan d rmah ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Bisa untk siapa saja dengan obat jenis apa saja.

      Hapus
  9. Dulu aku punya ART yang asma mba. Setiap dingin pasti kambuh. Dan gak pernah jauh2 dari inhaler. Tapi ternyata dia gak selalu cocok sama semua inhaler. Cuma ada 1 merk spesifik yang dia cocok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini, bisa diatasi dengan nebulizer. Biar gak repot coba-coba obat..

      Hapus
  10. Praktis ya mbk? lbh aman ketimbang netesin baskom berisi air panas dgn minyak telon hehe TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... bayiku pernah kayak gini. Pake kayu putih..

      Hapus
  11. Jadi inget almarhumah ibu dulu waktu salut, suka dikasih nebulizer utk ngebersihin riak di leher akibat stroke.. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu sudah berbahagia berada di sisiNya, Mbak Dina. :)

      Hapus
  12. anak2ku juga lagi sering pilek akhir2 ini, mungkin karena cuaca kali ya. Kayaknya perlu banget yah punya nebulizer ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Batpil sering bisik napas sesak. Nyaman kalo diredakan dengan nebulizer..

      Hapus
  13. rezeki Allah emang gk bisa dibayar bahkan ada yg gk bisa dirasa. Bersyukurlah

    BalasHapus
  14. Kadang kita lupa bersyukur atas nikmat sederhana tapi betul-betul berharga di kehidupan kita, bahwa bisa bernapas lega.

    Kecanggihan teknologi berkat jalan yang Allah kasih ya teh, ini membantu banget. Alhamdulillah infonya jadi pengetahuan lagi buatku.

    Nuhun, teteh.

    BalasHapus
  15. Kecil tapi membantu sekali ya Mbak. Aku pernah pakai yang besar. Duh suaranya lumayan keras dan Tibet juga penyimpanan dan pemakaiannya ya.

    BalasHapus
  16. Iyaa kita lupa ya napas pun anugerah Allah yang besar banget, kadang disepelekan. Baru terasa kalau pas asma, hidung mampet, sesak napas, tersiksaa..huhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku pun gitu. Mana suka abai sama kesehatan sendiri..

      Hapus
  17. Alhamdulillaah meski sy belum pernah kena asma, tapi info dari mbak membantu sekali dan bs sy share buat teman" yang punya sakit asma. Semoga bacaannya semakin bermanfaat bagi yang membacanya :)

    BalasHapus
  18. Mba Nia untung waktu itu mama mba cepat tanggap ya. Alhamdulillah. Oya jadi buat yg punya riwayat asma spertinya perlu banget ya buat sedia ini di rmah. Lebih praktis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Ira. Yang punya asma sesekali bisa kumat..

      Hapus
  19. Hmm.. saya nggak punya asma, hanya saja pernah mengalami tidak bisa bernapas selama 1-2 menit. Ngeri rasanya, sakit banget.
    Meski saya nggak punya asma, tapi ini informasi bagus karena keluarga, sepupu, teman banyak juga yang mengidap asma

    BalasHapus
  20. Sering kali aku lupa bersyukur. Padahal napas lega merupakan anugerah besar :(
    Teringat dengan Almh Nenek, beliau memiliki sesak napas yang akhirnya dipanggil Allah karena sakit sesak napas juga :(

    BalasHapus
  21. Alhamdulillaah saya gak Asma, Mbak. Hanya saja saat berada di ruangan lalu mendadak lampu mati susah sekali bernafas. Sepertinya alat ini perlu dimiliki buat jaga-jaga lampu mati. Makasih infonya Mbak Nia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Alat ini gak hanya buat yang asma. Siapa pun yang punya gangguan pernapasan bisa pake alat ini. :)

      Hapus
  22. wah iya ya kalau denger cerita ada yang punya asma.. baru keinget deh nafas lega itu juga satu anugerah.. terima kasih atas info produknya mbak :)

    BalasHapus
  23. Nafas lega benar-benar anugerah yang tak terhingga ya teh. Semoga sehat selalu teteh dan si kecil. Jadi tau juga ada alat ini, bisa direkomendasiin jika ada saudara atau teman yang sakit asma

    BalasHapus
  24. bangeeeet mbaaa..bisa tetap sehat itu anugrah yang luar biasa yaaa. Stay healthy :)

    BalasHapus
  25. Aku pernah liat di Rs anak yang terus menangis saat menjalani proses di uap ini..mungkin klo punya nebulizer di rumah, disamping ptaktis...anak juga ga bakalan nangis2 ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul. Kalau di rumah, tingkat stres anak bisa berkurang. Sebab orangtuanya yang ngasih treatment. Kalo di rumah sakit, bisa jadi karena takut sama dokter atau perawat.

      Hapus
  26. Kalau nggak salah, ini bisa buat flu juga. :o Kayanya musti punya alat ini di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, buat flu juga bisa. Semua gangguan pada system pernapasan bisa pake alat ini..

      Hapus
  27. Temen ku juga asma, kemana2 bawa alat begituan tapi jarang banget di gunakan. Kata nya kalo hawa nya dingin banget, dia suka ngos2an. Maka nya dia ngak pernah mau piknik ke gunung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amannya memang begitu, Mas Cum. Mwnghindari pemicunya.

      Hapus
  28. Sepupu saya yang masih kecil juga punya asma, kalau lagi kambuh suka kasihan. Sepertinya harus mulai rekomendasiin alat ini neh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Teh Lis. Soalnya asma kambuhnya suka gak bisa diperkirakan. Repot kalo kambuhnya malem-malem...

      Hapus
  29. Cocok ni untuk yang sakit asma akut ya. Teman saya dulu pernah susah waktu kuliah kalau tiba-tiba asma kumat. Bisa direkomendasikan ke dia ini :)

    BalasHapus
  30. Masku asma, sedih liat dia susah napas, dan langsung nyadarin kita buat ngerti kalo napas pun mesti disyukuri, karena gak semua orang bisa napas lega tiap saat, good artikel mbaknya.

    Salam,
    Syanu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Semoga masnya sehat-sehat selalu..

      Hapus
  31. Duh jadi keinget temen yang juga punya asma, suka kasian liatnya. Lekas sembuh ya mba ^^

    BalasHapus
  32. Duh jadi inget dulu waktu SMA.. temen aku maen ke rumah eh di rumah dia pingsan pas sadar dia kesakitan gtu katanya dia punya penyakit asma.. ampe bingung waktu itu, kasian bnget.. lekas sembuh deh ya mba:)

    BalasHapus
  33. 1. Teman saya seorang dokter, katanya, sesak nafas itu bkn melulu karena asma. Bisa jg krn faktor lain, misalnya gangguan jantung. Dia menyarankan, jk ada sesak nafas, sebaiknya diperiksa dulu ke dokter.
    2. Paman saya seorang penderita asma 2 tahun lalu, namun dia rajin mengkonsumsi sop kelelawar 2x seminggu. Hasilnya, sekarang asmanya gak kambuh-kambuh lagi. Tapi dia masih mengkonsumsi sop kelelawar 1x seminggu, buat pencegahan. Bagi yg bersedia, boleh dicoba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sop kelelawar? Waduh... aku sih mending pake nebulizer aja. :D

      Hapus
  34. Saya asma ringan juga mbaaa... Suka sedih kalo inget ada potensi diturunkan. Semoga anak-anak nanti sehat2... Aminnn....

    BalasHapus
  35. Thankyou teh infonya. Mau ku kasih tau temenku nih yang punya asma juga :D

    BalasHapus
  36. Aah, ini kayaknya kecil yak. Sebesar tangan kah? Punyaku omron nya masih yang agak besar. Agak ribet jadinya kalau mau traveling backpacker an...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kecil banget. Iya segede tangan. Tuh di tangan anakku aja segede gitu. :)

      Hapus
    2. Jadi pengen yang ini. Kecil ringan, udah liat juga spec nya di website omron

      Hapus
  37. Tetangga saya nyembuhin asmanya dengan mandi di sugai pagi-pagi buta... aneh emang, tapi beneran sembuh mb...

    BalasHapus
  38. legaaaaa aku biasa inhaler mba. nebulizer juga punya mayan untuk pas dijalan sewaktu2.

    etapi yang berenang itu beneran loh. rata2 yg asma dengan berenang jadi enakan

    BalasHapus
  39. semoga sembuh ya mbak, aku liat orang yg asmanya sedang kambuh itu... pokoknya kasian banget tapi membuatku supaya terus bersyukur.

    BalasHapus
  40. Aku jg pernah sesak napas saat di gunung. Takut bnernya sampai gak bs nangis. Mau liat2 alat itu ah siapa tahu nanti guna pas sesak lagi

    BalasHapus
  41. Sering lihat anak tetangga dan teman kerja yg sesak napas gitu. Gak tega juga krn mereka kayak susah bnaget buat bernapas gitu mba. Kalo tahu pencetusnya juga katanya bisa mengurangi serangan asma.

    Moga diberi kesehatan sekeluarga, bisa sembuh ya mba.

    BalasHapus
  42. Di rumah aku pake alat ini juga mbak, membantu sekali saat sikecil bapil

    BalasHapus
  43. Duh, kiranya pertolongan semakin mudah untuk yang mempunyai masalah dengan pernapasan...teknologi memang memudahkan kebutuhan hidup manusia tak terkecuali kesehatan....:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)