badge

27.4.13

Sustagen, 100% Memenuhi Angka Kecukupan Gizi untuk Anak Setiap Hari

Tak salah memang jika susu dimasukkan sebagai penyempurna di dalam slogan, “Empat Sehat Lima Sempurna”. Kandungan gizinya yang lengkap sangat mungkin tidak dimiliki dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berkatnya, tubuh dan berbagai macam fungsinya bisa bekerja secara optimal.

Susu di dalam keluarga
Keluarga besar saya termasuk keluarga yang jarang meminum susu. Budaya meminum susu secara rutin, bahkan pada anak-anak yang sudah disapih dari ASI ibunya pun nyaris tidak ada. Keluarga kami menganggap bahwa setelah ASI, kita hanya butuh makanan dan minuman saja. Dan susu hanyalah minuman ‘sunah’ yang boleh saja tidak dikonsumsi dalam kesehariannya.

25.4.13

Iga Bakar Purnawarman, Bandung


Suka iga bakar? Coba iga bakar yang ada di jalan Purnawarman ini. Dagingnya tebal dan empuk dengan rasa yang uenaaaak banget. Pilihan rasanya juga banyak. Ada klasik, bumbu hijau, dan yang lainnya. Jangan banyak pesan makanan saat makan iga bakar ini karena dijamin mubazir gak kemakan. Harganya sekitar 50 ribu untuk 1 porsi iga bakar ini saja. Coba, yuuuuk!

21.4.13

Srikandi Kolong Jembatan

"Kak, aku belum kebagian kertas gambarnya."
"Bu, pensil warnaku mana?"
"Tante, adikku mau ikutan juga."

15.4.13

Sambel Bu Imas, Kebon Kalapa - Bandung


Sebagai penyuka pedas, makan sambel yang satu ini wajib hukumnya. Yupp! Olahan cabe, rawit, terasi, dan lain-lainnya ini ada di RM Bu Imas yang letaknya di sekitar Kebon Kalapa Bandung. Rasanya? Cetaaaaar! Tiap main ke daerah itu, makan sambel ini menjadi keharusan. Harganya juga murah. Berbekal uang 25 ribu rupiah aja, kita udah bisa kenyang dengan lauk ayam, tahu goreng, perkedel jagung, dan juga es jeruk. Tapi jangan kaget, makan di tempat ini ngantriiiiii. Yuk dicoba!

14.4.13

Sundial Puspa Iptek, Tempat Seru Penyuka Sains

Halo Keke, halo Nai!

Ngiri deh Tante lihat postingan jalan-jalannya. Tante jadi pengen jalan-jalan juga jadinya. Eh ya, Keke sama Nai suka pelajaran Sains, ga? Kalo suka, jalan-jalan ke tempat ini pasti bakalan seru. Tapi kalo pun ga suka, ga ada salahnya deh dateng ke tempat ini. Yuk Tante kenalin biar Keke sama Nai tahu serunya tempat ini.

Tempat ini namanya Sundial Puspa Iptek. Sesuai namanya, tempat ini, di bagian luarnya mempunyai bagian yang berfungsi sebagai jam matahari (sundial). Cara kerjanya sederhana. Saat matahari menyinari bagian itu, bayangannya akan mengarah pada angka jam. Misalnya saja saat pagi hari, ketika matahari menyinari tempat itu, bayangannya akan jatuh pada angka 7, 8, 9, atau yang lainnya. Dan jika siang, bayangan akan jatuh pada angka 11, 12, atau yang lainnya. Begitu seterusnya.

Pecah Telor di 2013

Daftar resolusi tahun 2013 yang beberapa bulan terakhir hanya sebatas tulisan tak bermakna (untuk urusan menulis), akhirnya bisa dicentang juga. Yupp! Akhirnya si telor pun pecah. Meski sudah menginjak bulan ke-4, terbitnya sebuah buku antologi dan juga sebuah artikel media massa, aku tetep aja seneng.

Alhamdulillah, di sela-sela mengurus bayi umur 10 bulan, dan dua anak (10 tahun dan 7 tahun), dengan tanpa pembantu, aku masih sempet menulis. Semoga deh, dengan pecah telor ini, hari-hari ke depan bisa lebih produktif lagi menulis buku dan artikel di media massa.

12.4.13

Facelift, Kisah-Kisah Seru di Dalam Lift

Setiap akhir tahun atau beberapa hari menjelang tahun baru, semua orang biasanya membuat resolusi. Begitu pun dengan saya. Beberapa target yang selama setahun tidak tercapai dan target setahun ke depan yang ingin dicapai, saya tulis satu per satu. Semuanya sengaja ditulis agar saya tetep inget dan malu sendiri jika berleha-leha dan akhirnya lupa dengan target yang pernah dituliskan.

Sudah menginjak tengah bulan keempat, resolusi saya yang segambreng itu ternyata masih hanya sekadar tulisan tak bermakna. Malu? Tentu saja, tapi apa boleh dikata, karena satu dan lain hal, resolusi-resolusi itu belum juga bisa dicentang sebagai tanda pencapaian (alasan). 


11.4.13

Mizan, Budaya Baca, dan Sebuah Mimpi

Tak tuk tak tuk tak tuk tak tuk tak tuk ....
Bunyi pelan tuts-tuts keyboard laptop mengagetkanku pagi itu. Bagaimana tidak, sepagi itu, biasanya belum ada orang rumah yang bangun, apalagi memakai laptop. Awalnya kupikir itu hanya khayalanku saja, tapi begitu ke ruang tengah, benar saja, seseorang sedang memakai laptopku. Dan dia adalah Reihana, puteri pertamaku.
"Teteh?" tanyaku heran.
"Ssssstttt ...," Reihana menempelkan telunjuk kanannya tepat di atas kedua bibirnya sebagai isyarat agar aku diam.
Aku semakin terheran.
"Teteh lagi apa?" tanyaku lagi.
"Umi jangan ribut dong. Teteh kan lagi nulis," jawabnya sambil cemberut.
Aku pun menyerah. Baiklah, jika itu maunya. Aku pun kembali ke dapur dan membiarkan Reihana meneruskan kembali kegiatannya dengan laptopku.

8.4.13

Keberuntungan Ada di Mana-Mana

http://rishadt.files.wordpress.com/2011/04/eight.jpeg
 "Wi, kamu kenapa, sih? Dari tadi manyun mulu?" akhirnya tanya itu ke luar juga dari mulutku.
Dewi menghela napas panjang.
"Bete, Ni," jawabnya pendek.
"Bete? Bete kenapa?" tanyaku penasaran.
"Kemaren kan pengumuman hasil tes di Instansi A itu," jawab Dewi dengan tatapan kesal.
"So?" aku bertanya lagi.
"Ya gue ga keterima. Lo tahu sendiri. Yang keterima, orang-orang yang punya koneksi di dalam," jawab Dewi ketus.
"Masa sih, Wi? Kamu kan pinter!" Aku heran.
"Ya gitu deh. Coba kalo bokap gue punya kenalan di situ, aku pasti keterima kerja di sana!" Dewi menjawab masih dengan nada kesal.

***

5.4.13

CERITA DI BALIK NODA, Setiap Noda Mempunyai Banyak Cerita (Sebuah Review)

Judul : CERITA DI BALIK NODA
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Jakarta KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Rinso Indonesia @ PT. Unilever Indonesia Tbk.
Editor : Candra Gautama
Perancang Sampul : LOWE Indonesia
Penata Letak : Dadang Kusmana
Isi : xii + 235 halaman
Ukuran buku : 13,5 x 20 cm
Dicetak oleh : PT. Gramedia Jakarta
Harga : Rp. 40.000,-

Apa yang terlintas pertama kali saat Anda membaca Cerita di Balik Noda tertulis di sebuah sampul buku? Sudah pasti, Anda akan menebak bahwa buku tersebut isinya adalah adalah kumpulan cerita pengalaman para pengguna Rinso. Dengan kata lain, mereka curhat soal bagaimana ampuhnya Rinso dalam menghilangkan noda membandel pada pakaian yang mereka cuci. Begitu, bukan?

Jika Anda setuju dengan pernyataan di atas, Anda salah besar. Buku ini bukan mengenai propaganda Rinso dalam hal mengagungkan kehebatan daya cucinya. Jauh lebih dari itu, buku ini justru adalah buku kumpulan cerita inspiratif yang bisa disamakan dengan buku Chicken Soup yang terkenal itu.