2.2.13

Mari Cermati Makanan Saat Puasa!


Bagi sebagian umat muslim di Indonesia, berbuka puasa dengan berbagai sajian kolak aneka rasa tentu bukanlah hal yang baru. Hal ini tentu saja karena yang demikian itu sudah menjadi adat kebiasaan yang turun menurun sudah sejak lama. Dan memang benar, berbuka dengan sajian aneka kolak itu sangat nikmat dan bisa melepaskan semua dahaga setelah seharian berpuasa.
            Dibalik kenikmatan menyantap sajian aneka kolak, tahukah kita bahwa sebenarnya mengonsumsi makanan yang demikian saat berbuka puasa itu tidak dianjurkan? Bahkan beberapa ahli kesehatan menyebutkan bahwa yang demikian itu justru tidak baik bagi tubuh.
            Nah! Ada apa sebenarnya dengan kolak? Mengapa tidak baik bagi tubuh? Lalu, makanan seperti apa yang cocok disantap saat berbuka puasa dan sahur?
Makanan yang manis-manis
            Makanan yang manis-manis seperti kolak memang bisa melegakan dahaga yang timbul setelah seharian berpuasa. Akan tetapi dibalik makanan tersebut, tersimpan gula-gula sederhana yang dengan cepat menjadikan darah kaya akan gula. Kita biasa menyebutnya sebagai kenaikan gula darah atau kenaikan glukosa darah. Pada saat gula darah naik, tubuh kita biasanya akan lemas, pusing, banyak berkeringat, ngantuk, dan juga sakit kepala. Belum lagi jika kolaknya memakai santan. Santan yang merupakan lemak akan lebih susah dicerna di dalam perut. Selain tentunya bisa menyebabkan diare dan kegemukan.
            Pilihan yang disarankan sebagai pengganti makanan yang manis-manis (misalnya kolak) adalah makanan berkarbohdrat kompleks seperti kurma. Hal ini karena makanan berkarbohidrat kompleks tidak langsung diserap layaknya gula sederhana. Butuh proses untuk bisa memecahnya menjadi glukosa. Jadi kadar gula darah tidak langsung naik drastis dan perut juga bisa kenyang karena seratnya.
Asam lemak esensial
            Bagi sebagian kalangan, berpuasa tidaklah berat dalam menahan lapar. Hal yang terberat justru adalah menahan haus. Ya, bayangkan saja jika dalam hari-hari biasa di siang hari bisa minum air hingga 8 gelas, dan tiba-tiba di bulan puasa, di siang hari tidak minum sama sekali. Ini pasti mengagetkan tubuh secara drastis. Dan tentu tubuh akan sangat kehausan.
            Minum air dalam jumlah yang banyak saat berbuka dan sahur juga tidak menjadi penyelesaian. Setelah minum banyak, kita biasanya akan bolak-balik ke kamar mandi untuk pipis. Dan dalam sekejap, kita akan haus lagi.
            Ada cara yang efektif agar tubuh tidak mudah kehilangan cairan. Cara tersebut adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan lemak esensial atau EFA (essential fatty acid) seperti GLA (gamma linoleic acid). Ya, hal ini karena asam lemak esensial dapat menambah kekenyalan dinding sel tubuh. Dan ini berpengaruh besar pada kemampuannya mengikat air. Dengan kata lain, air tidak akan mudah dikeluarkan tubuh dan tubuh tidak akan mudah kehausan.
Jenis-jenis makanan yang mengandung asam lemak esensial seperti GLA misalnya saja  adalah sayuran hijau berbiji. Buncis, kacang panjang, kacang polong dan oyong merupakan contoh yang bisa ditemui dimana-mana. Tak hanya sayuran, daging ikan yang kaya akan omega3 juga mempunyai fungsi yang sama. Jika diperlukan, konsumsilah suplemen yang mengandung banyak GLA walaupun mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut lebih disarankan.
Adapun makanan yang berlemak jenuh sangat tidak disarankan. Selain tidak sehat untuk tubuh juga bisa mengakibatkan tubuh ngantuk di siang hari. Hal ini karena dibutuhkan energi yang besar untuk mencerna lemak ini. Dengan begitu, tubuh akan kekurangan energi dan akhirnya ngantuk.
Makanan kaya serat
Makanan yang kaya serat sangat dianjurkan dikonsumsi saat sedang berpuasa. Selain untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sehari-hari, makanan kaya serat juga mempunyai fungsi sebagai pelancar proses pencernaan agar tidak sembelit (susah buang air besar). Contoh makanan kaya serat ini misalnya saja sayur-sayuran, buah-buahan, dan jug agar-agar.
Tak hanya itu saja, mengganti konsumsi nasi beras putih dengan nasi beras merah juga sangat dianjurkan. Hal ini karena nasi beras merah mempunyai kadar serat yang tinggi dengan vitamin B1 yang lebih banyak dan juga kadar gula yang lebih sedikit. Dan pasti, ini lebih menyehatkan.
Makanan pedas dan kaya bumbu
Jika dalam keseharian kita terbiasa menyantap makanan pedas dan kaya bumbu, pada saat bulan puasa, sebaiknya makanan tersebut dihindari. Hal ini bukan tanpa alasan. Ini tentu saja karena makanan-makanan seperti itu bisa memicu produksi keringat yang berlebihan. Dan ini jelas mengurangi kadar air di dalam tubuh (dehidrasi) yang berakibat pada munculnya rasa haus yang terus-terusan.
Jangan lupa susu!
            Menu seimbang empat sehat lima sempurna tak hanya berlaku di hari-hari biasa saja. Saat berpuasa pun, menu nan menyehatkan ini wajib masuk dalam menu berbuka dan sahur. Nasi, lauk, sayur, buah, dan tentu saja susu.
            Zat gizi baik dalam susu sangat bermanfaat saat puasa. Misalnya saja kalsium yang bermanfaat bagi tulang dan otot. Ya, kalsium bisa menghindarkannya tulang dan otot dari kejang dan cedera. Tak hanya itu saja, susu juga bisa membuat tubuh selalu segar dan tidak lemas saat sedang berpuasa.
            Pastikan selalu tubuh kita tercukupi semua kebutuhannya. Hal ini agar ibadah puasa kita bermanfaat bagi tubuh dan juga khusyuk dalam beribadah. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan ibadah puasa kita diterima Allah swt. Amin YRA.

Dimuat di HU Pikiran Rakyat, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman juga. Hatur tengkyu. :)