badge

25.12.13

E-learning, Solusi Belajar Tambahan yang Tepat di Zaman yang Serba Cepat

Kemajuan  dunia modern membuat segala sektor kehidupan bergerak sangat cepat. Begitu juga dengan arus informasi. Tak hanya dalam hitungan hari. Pergerakan detik demi detik, kini mampu tersampaikan tanpa batas, dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Tak ayal, perkembangan dunia digital ini menjadi tak hanya menjadi sekadar gaya hidup, tetapi juga kebutuhan bagi semua kalangan. 

Dunia pendidikan adalah salah satu bidang kehidupan yang terkena dampak ini. Karena hal ini, dengan mudah, kita dapat menyaksikan pergantian buku-buku ajar dan buku-buku pegangan siswa serta guru yang direvisi dari tahun ke tahun. Sebabnya tentu bukan hanya untuk menyempurnakan edisi sebelumnya agar lebih update, kesesuaian dengan kurikulum yang terus mengalami perubahan, juga merupakan salah satu penyebabnya.

Fenomena tersebut sangat membuat dilemma. Di satu sisi, perubahan untuk penyempurnaan, memberikan tujuan yang baik, yaitu kesesuaian dengan keadaaan. Akan tetapi di sisi lain, ketidakmatangan kurikulum karena belum apa-apa sudah diganti serta mubazirnya buku-buku dan alat penunjang pengajaran di tahun-tahun sebelumnya yang tidak bisa dipakai lagi, membuat pemborosan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Tak pelak, bergonta-gantinya kurikulum beserta alat penunjang belajar mengajar ini menimbulkan pro dan kontra di sana-sini.

22.12.13

IBU, Cinta Tanpa Akhir

Malam itu begitu sempurna. Bintang dan Rembulan bersinar dengan cerahnya. Secerah hatiku yang dipenuhi sinar kehidupan dan harapan yang akan dimulai esok pagi. Ya, semenjak pagi hingga malam beranjak, hari rasanya memang begitu bersahabat. Tak ada setitik pun air langit yang jatuh ke bumi. Sepertinya mereka sangat mengerti. Hari itu, malam itu, dan esok hari adalah milikku. Hari yang akan sangat bersejarah untuk aku, dan kehidupanku.

Air langit memang tidak jatuh di sepanjang hari itu. Dia ternyata pindah ke ujung mata mamaku. Awalnya, hadirnya tak bisa aku rasakan. Tapi sembab matanya, perubahan warna matanya, hingga isak dari hidungnya jelas kentara pada sosok perempuan yang sudah melahirkanku itu.

“Mama, nangis?” tanyaku heran.
“Enggak,” jawabnya pelan sambil menebarkan seulas senyum yang dipaksakan.
“Kenapa nangis?” tanyaku lagi.
“Enggak nangis, ah!” Mama menghindar tatapan mataku.
“Mama… kenapa?” tanyaku memberondong.

1.12.13

Di Solo... Semua Ada!

Berbicara mengenai Solo, entah kenapa, pikiran saya langsung teringat pada teman-teman saya yang berasal dari kota ini. Meski sifatnya berbeda-beda, ada kesamaan yang sangat jelas di antara mereka. Ya, kesamaan itu tak lain dan tak bukan adalah keramahan dan tutur katanya yang halus serta lemah lembut. Selalu. Tak hanya perempuan, teman-teman lelaki pun begitu. Dan sejak saat itu, hampir dipastikan, setiap kali saya bertemu dan berbincang dengan orang baru yang berlogat Jawa dan tutur kata yang halus dan lemah lembut serta ramah, pikiran saya langsung menebak, “dia pasti orang Solo”. Walaupun sekali dua kali salah, tebakan saya sering benar adanya.

http://3.bp.blogspot.com/
Kesan positif lain yang tergambar di benak saya jika membayangkan kota Solo adalah Joko Widodo alias Jokowi. Yupp! A Rising Star yang beberapa waktu lalu sukses menjadi Walikota di kota Solo ini rasanya tak bisa dipisahkan dari kota tempat lahirnya ini. Kesuksesannya membangun kota Solo sehingga membuatnya terpilih menjadi walikota terbaik ketiga di dunia di awal tahun 2013 lalu dan kemudian mendapat banyak dukungan rakyat Jakarta untuk menjadi gubernur di ibu kota, sungguh sangat memukau siapa saja. Belum lagi kesederhanaan, ketegasan, dan metode ‘blusukan’ yang begitu melekat di dalam dirinya. Semua semakin menambah kesan positif saya terhadap kota Solo.

Percakapan yang panjang dan lebar beberapa waktu lalu untuk mengenal kota Solo dengan seorang teman asli Solo, cukup membuat saya melongo. Karena selain keramahan, kelemah-lembutan, dan juga Jokowi, ternyata ada banyak hal menarik lain yang tidak saya ketahui tentang kota Solo.

25.11.13

Ajarkan Anak Antikorupsi Melalui Cerita, Yuk!

Jika ada survey ke anak-anak mengenai berita-berita apa yang sedang populer saat ini, kira-kira, apa sih jawaban anak-anak? Meskipun tidak bisa disebut mewakili semua anak, jawaban  dua anak saya, Reihana (11 tahun) dan Radit (8 tahun) ternyata cukup membuat kaget. Ya, jangan salah, meskipun sepertinya anak-anak gak terlalu merhatiin perkembangan berita secara detail, mereka tahu dengan berita-berita yang kini wara-wiri di layar kaca. 

Selain kasus-kasus para selebritas di negara kita, mereka juga tahu berita-berita mengenai para petinggi negeri yang ditangkap karena kasus korupsi. Saking seringnya dibahas di tv, mereka bahkan tahu dengan benar nama-nama ngetop yang kini menghuni rutan KPK itu. 

Dulu, saat Angelina Sondakh ditangkap, Radit, anak saya yang pendiam di luar rumah tapi bawelnya minta ampun di dalam rumah, sempat mencecar saya dengan pertanyaan mengenai ini dan itu tentang 'KORUPSI'. Di luar dugaan, saya yang tadinya pede dan sok-sokan menggurui, KO juga dengan serangan pertanyaan-pertanyaan lugunya.

24.11.13

[Terios7Wonders] Petualangan Dahsyat Menyingkap 7 Keajaiban Nusantara

Keseruan yang terjadi pada petualangan Jelajah 7 Keajaiban Nusantara beberapa waktu lalu, begitu sangat kentara. Tak hanya terlihat pada para pesertanya saja. Bahkan siapa pun yang membaca tulisan reportase dan pengalaman hasil ‘oleh-oleh’ perjalanan dari tiap tempat yang disusuri para peserta, pasti akan merasa sangat terhipnotis. Bagaimana tidak, keindahan, keajaiban, hingga tantangan dari tiap tempat yang disinggahi mampu terdeskripsikan dengan jelas. Sungguh, semuanya membuat para pembaca seperti saya begitu excited. Tak heran jika setelahnya, kepenasaranan, keingintahuan, hingga rasa ‘cemburu’ sontak meninggi levelnya. Andai saja kami punya kesempatan yang sama.

Peserta Terios 7 Wonders
Sumber : indohoy.com

14.11.13

Acer Aspire E1, The Best Notebook untuk Emak-emak yang Sibuk

Memasuki minggu terakhir tantangan #30HariBlogChallenge Bikin Notebook 30% Lebih Tipis, aku rasanya semakin kenal dengan Si Slim Series Acer Aspire E1 ini. Tanpa terasa, si notebook idaman yang awalnya hanya tergambar saat membuat postingan untuk tantangan ini, kini mulai ‘gak sopan’ dengan merasuki mimpi. Yupp! Beberapa kali, di dalam mimpi, notebook perjuangan yang selama ini hadir di hidupku tiba-tiba saja raib. Dan entah datang darimana, di meja kerjaku, ada sebuah benda cantik yang menclok dengan anggunnya. Jelas aku girang karenanya, sebab si anggun itu adalah benda yang selama ini dipuja-puji oleh ratusan emak di grup KEB. Semoga saja, ini menjadi pertanda baik dari akan beralihnya masa ‘suram’ per-notebook-an jadulku. Sehingga era modern yang ditawarkan si Acer Aspire E1 tak lagi menjadi mimpi. Eh lagian, aku sudah pantas menyandang si Acer Aspire E1 ini, lho! Mau tahu kenapa?

Aku Ikut Berperan Dalam Menopang Tulang Punggung Perekonomian
Aktivitasku bareng notebook
Huah… dahsyat amat ya subjudulnya? Hehehe…. Begitulah. Sebut saja aku lebay untuk itu. Tapi, percaya atau tidak… itu benar 1000%. Ya, sebab walaupun sebagai isteri aku dinafkahi suami, sebagai mitra hidup yang (inginnya) baik, aku gak mau tinggal diam saja. Aku juga sebisa mungkin membantu suami untuk urusan keberlangsungan ngebulnya dapur kami serta terkumpulnya sekarung berlian. Karena itulah, sebagai makhluk yang hanya bisa mengandalkan keahlian jari dalam mengetik (walau pun cuma telunjuk tangan kanan dan kiri), aku bener-bener tergantung dengan benda kotak berlayar, ber-keyboard, dan sangat jenius ini. 

6.11.13

Acer Aspire E1, Teman Kerjaku, Sahabat Keluargaku

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, notebook yang keren bukanlah monopoli kaum tertentu saja. Emak-emak rempong yang kesehariannya nongkrong di rumah macam aku, pun termasuk ke dalam salah satu golongan yang wajib memilikinya. Tentu saja, sebab zaman sudah banyak berubah. Notebook yang dulu merupakan barang mewah sudah bergeser sudah menjadi barang kebutuhan primer.

Sambil Menyelam Minum Air, Sambil Hiburan Dapat Bonus
Begitulah adanya. Menulis, buatku adalah hiburan. Sebab ketika menulis, aku bisa menjadi apa pun yang aku mau dan mengeluarkan yang selama ini tidak terungkapkan. Dan dengan menulis, aku bisa 1000 kali lebih cerewet daripada biasanya. Dan ini berarti aku bisa mengeluarkan semua ganjalan serta semua kekesalan yang tak terucapkan. Sehingga setelah menulis, hati bisa menjadi lebih plong dan siap untuk melakukan rutinitas keseharian.

Selain melegakan hati dan pikiran, hasil tulisan bisa memberi bonus. Baik itu uang atau manfaat bagi orang lain. Dan bonus-bonus ini membuat kebahagiaan menjadi berlipat ganda.

31.10.13

Notebook Tipis, Kerja Online Makin Praktis

Sebagai emak-emak yang biasa ber-multitasking ria, diam adalah kegiatan yang paling malas untuk dilakukan. Mau itu di rumah, di sekolah anak-anak, atau bahkan di mal saat jalan-jalan, ada saja hal yang kudu dikerjakan. Dan menulis adalah si pembunuh waktu favorit sehingga paling banyak aku lakukan saat diam itu. 

Dulu, nulis cerpen, nulis buku, atau nulis artikel untuk media cetak adalah jenis nulis yang paling doyan aku lakukan. Sebabnya tentu saja sebab ketiga jenis nulis ini bisa ngasilin uang saku. Tapi sekarang, sejak kenal deket emak-emak keren yang hobi dan jago ngeblog, ngisi buku harian di dunia maya itu menggeser hobiku yang dulu. Sekali pun ngeblog gak ada bayarannya. Dan kalau pun ngeblog untuk lomba, belum tentu juga kemenangannya. Jujur, ngeblog itu ngasih kepuasan tersendiri yang gak bisa diungkapkan. Apalagi kalau tulisanku yang diposting itu dikomen orang lain atau menang lomba. Pulsa sepuluh ribu saja, rasanya aku sudah jadi raja dunia. Bener-bener indah deh!

Salah satu ekspresi di saat menang.
Harus pake manyun-manyun gitu, ya? :p

Semua orang yang gemar nulis pasti setuju. Nulis yang paling nyaman itu pasti di depan laptop atau notebook. Apalagi buat aku. Selain bisa sekalian pakai berbagai program, benda pintar ini sangat bersahabat dengan tangan dan jari jaheku yang gede-gede. Dengannya, dijamin gak ada typo atau salah-sala kata. Itu sebabnya, ke mana pun aku jalan, si notebook perjuangan selalu menjadi teman.

27.10.13

Rekreasi Seru yang Penuh Pengalaman Baru

Siapa bilang kalau jalan-jalan ke mal itu identik dengan konsumerisme? Dan siapa juga yang bilang jika rekreasi ke pusat perbelanjaan modern itu tidak mendidik anak-anak? Apa yang saya alami bareng keluarga, kemarin, sangat jauh dengan apa yang selama ini disangkakan orang-orang, lho. Dan sebaliknya, kami mendapat banyak pengalaman luar biasa yang sarat akan manfaat.

Yupp! Kemarin, saya sekeluarga jalan-jalan ke mal. Dengan maksud untuk refreshing Aa Radit setelah seminggu penuh UTS, kami pun memilih Trans Studio Mal Bandung sebagai tempat tujuan. Awalnya kami ragu, sebab wiken kemarin itu jatuh di tanggal tua. Namun berbekal keyakinan bahwa rekreasi itu tak harus menghabiskan banyak uang, kami pun pergi dengan penuh semangat.

Sesampainya di Trans Studio Mal, wajah Aa Radit dan Baby Zaudan semakin semringah. Keramaian yang ada di sana, rupanya menjadi penyebabnya. Ya, ternyata di sana sedang diselenggarakan sebuah acara besar. Namanya Mall Performance Bebestar 2. Tak hanya Aa Radit dan Baby Zaudan saja. Saya dan ayahnya anak-anak juga sangat penasaran.

Suasana acara (tampak depan dan atas)

26.10.13

Bete? Bikin #RecycledCrafts Aje!

Hari ini ceritanya bete. Jalan-jalan abis anak-anak UTS terpaksa gagal. Penyebabnya apalagi kalo bukan Mister Suami yang tiba-tiba ga jadinya liburnya. Ya, rekan kerjanya ternyata minta dia untuk ngisi materi LDKS anak-anak SMA. Dia sendiri padahal guru SMP. Katanya kasian, si temannya itu gada yang bantuin. Dan temannya ini udah banyak banget bantuin dia. Untung aja kemaren sore dia pulang bawa blackforest sebagai kue ultah. Kalo enggak, waduh, dijamin deh esmosi ga henti-henti. Atau emang jangan-jangan kemaren dia beli kue itu biar diijinin pergi? Weleh... hehehehe. Apa pun deh. Sing penting, janji dia untuk geser waktu jalan-jalan ke hari besok bisa dipenuhi. Kasian anak-anak, sutres abis uts. Apalagi emaknya, agenda nyari wrap watch yang selama beberapa malem bikin gak enak makan dan tidur (etdah, lebay), sangat urgent untuk segera dilakukan.

Sedikit bete tadi ternyata berimbas ke males nulis (#alibi). Akhirnya, tanpa banyak cingcong, jadilah waktu di depan laptop dihabiskan untuk ngintip Pinterest. Yang dicari tentu saja barang-barang lucu sebangsa wrap watch tadi. Tapi setelah beres dengan bookmark item-item kiyut itu, seperti biasa, ritual ditutup dengan buka kategori Crafts. Eh tiba-tiba sebuah ide muncul. Aha! Sepertinya bikin recycled crafts akan menyenangkan. Anak-anak juga pasti akan ikut senang. Hihihi... kayak ide brilian aja! :D

24.10.13

Lebih Produktif dan Semakin Eksis dengan Notebook Tipis yang Ekonomis

Sebagai seorang emak beranak 3 dengan tanpa asisten rumah tangga, menyalurkan hobi nulis dan ngeblog itu bukan hal yang mudah. Apalagi jika salah satu dari anak-anak itu adalah balita yang lagi belajar jalan. Bisa dipastikan, anteng sedikit di depan laptop, si balita udah jatuh duluan.

Bukti sebagai emak 3 anak :D

Menulis adalah ‘me time’. Karenanya, setiap hari, walau pun bukan naskah buku, artikel, atau pun apdetan blog dan cuma curhatan di facebook atau pun ocehan di twitter, mutlak aku lakukan. Tanpa itu, bisa dipastikan, hidupku jadi timpang dan tak karu-karuan. Lebay? That’s every woman's middle name, kan? :D

Agar bisa eksis, narsis, serta tetap bisa nulis, aku butuh gadget yang keren. Gak sekadar bisa browsing, ngeblog, atau pun ngapdet di media sosial. Performa, tongkrongan, spek, hingga harganya juga harus keren. Tentu saja, sebab me time ini dijabanin tak hanya di rumah saja. Di sekolah anak saat mereka sedang anteng belajar bareng gurunya; di meja foodcourt saat anak-anak bermain di KiddyLand; di pinggiran kolam renang saat anak-anak dan suami main air; hingga di dapur di sela-sela memotong sayuran ketika memasak. Belum lagi menulis pada saat seminar, workshop, pelatihan, atau menjadi instruktur menulis di luar rumah. Tanpa gadget canggih dan keren, mustahil semuanya bisa dilakukan.

Berbagai aktivitasku di dunia menulis dan blogging

21.10.13

Meet Chef Arnold bareng Emak-emak Blogger

Beberapa waktu lalu, saat MakPuh Indah Julianti di grup Emak-emak Blogger ngasih kuis yang hadiahnya tiket gratis ikut demo masak bareng Chef Arnold, aku seneng bukan kepalang. Soalnya, selain bisa ketemu chef nan kiyut itu, untuk pertama kalinya, aku juga juga berkesempatan ikut kopdar bareng Emak-emak Blogger Bandung. Jadi ga heran, dengan semangat '45, aku pun ikut kuis itu. Dan Alhamdulillah, terpilihlah aku bersama 9 emak blogger asal Bandung lainnya. 

Begitu mendekati Hari H, kekhawatiran untuk bisa ikutan acara ketemu Chef Arnold mulai dateng. Si kecil #BabyZ tiba-tiba sakit. Entah karena mau ditinggal emaknya atau emang si sakit itu keterlaluan :D, #BabyZ pun jadi rewel. Dari mulai muntah-muntah, diare, panas, sampe batuk pilek. Tapi Alhamdulillah, walau pun gak ke dokter karena aku males (gara-gara dokter-dokter di Soreang itu demen banget ngasih antibiotik, apa pun sakit si bayi dan aku gak tega liat si bayi harus nenggak antibiotik sampe habis), akhirnya #BabyZ pun sembuh. Ya, batuk pilek dikit mah jamak lah ya. Itu mah emang penyakit yang awet. Nanti juga sembuh sendiri. 

Hari Minggu tangal 20 Oktober pun tiba #halah. Ternyata eh ternyata, batuk pilek #BabyZ makin parah. Mendekati jam-jam aku harus pergi, si bungsu yang biasanya tidur siang tibra itu, mendadak rewel. Sempat terpikir untuk cancel ikut acara itu. Tapi karena udah kadung janji dan gak enak sama Emak-emak Blogger yang udah dikasih jatah 10 tiket dan kalo aku ga pergi berarti buang 1 tiket sekaligus ngilangin kesempatan emak blogger Bandung lainnnya, aku pun nekad untuk pergi. Satu jam sebelum pergi, si bayi yang mau berumur 1,5 tahun itu pun, aku kasih obat. Eh ternyata, batuk pilek dan ingus-ingusnya yang sejabrod itu mau juga berkurang. Alhasil, dia pun bisa dibebenjoin neneknya. So, aku pun bisa pergi melenggang dengan tenang. Bareng misua tercinta tentunya.

19.10.13

Si Jago Kandang yang Kian Cemerlang

“Mi, waktu kecil cita-citanya apa sih?” tanya Radit sepulang sekolah, sewaktu dia masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak.
“Dokter,” jawab saya. “Eh, kok nanya cita-cita. Tadi ditanya ibu guru di sekolah?” saya balik bertanya.
“Iya,” jawab Radit pendek.
“Radit jawab apa?” tanya saya lagi.
“Enggak jawab apa-apa. Malu!” Radit terdiam.
“Kok malu?” saya terheran.
Radit cuma tersenyum.


Percakapan kami mengenai cita-cita Radit waktu itu, adalah kali yang pertama. Sebab sesudahnya, Radit menjadi sering bercerita kepada saya mengenai hal yang sama. Sebelum ditanya ibu gurunya tempo hari, Radit pernah mengutarakan ketertarikannya untuk menjadi seorang astronot. Keseruan saat bisa melihat bintang dan juga bulan secara langsung, konon menjadi alasan dia. 

Begitu masuk kelas 1 SD, cita-cita Radit berubah lagi. Kekaguman dia akan sosok seorang pilot yang bisa menerbangkan pesawat terbang, membuat dia ingin menjadi orang yang serupa. Ya, seorang pilot. Menurutnya, sambil mengemudi alat yang hebat, dia bisa sekalian keliling dunia.

Hobi Radit dalam bermain game ternyata juga memengaruhi cita-citanya. Tanpa banyak berpikir, dalam sebuah percakapan, dia menyatakan perubahan cita-citanya itu. Lagi-lagi alasannya hampir sama. Membuat game akan sangat mengasyikkan. Dan katanya, dia akan membuat game-game impian yang selama ini sangat diinginkannya.

13.10.13

Horace Wells, Dokter Pertama Pengguna Zat Anestesi (1815-1848)

Credit
Penggunaan obat-obatan yang sekarang dikategorikan sebagai narkoba sebenarnya sudah lama diketahui. Di zaman Romawi kuno, Hypocrates bahkan sudah memakai opium sebagai obat tidur. Di abad ke-15, bangsa Indian juga menggunakan opium di dalam upacara ritual. Di Indonesia sendiri, zat-zat yang termasuk psikotropika sudah masuk di abad ke-17 yang diperkenalkan oleh Belanda.

Narkoba di dunia medis merupakan barang yang legal. Hal ini karena barang-barang tersebut digunakan untuk keperluan penenang, penahan rasa sakit, anestesi, hingga obat untuk penyakit tertentu. Akan tetapi karena banyak digunakan di luar dunia medis, pemakaian barang-barang ini disebut sebagai penyalahgunaan.

Adalah Horace Wells, seorang pria berkebangsaan Inggris yang menjadi dokter pertama, tepatnya dokter gigi pertama di dunia yang menggunakan ‘narkoba’ sebagai zat anastesi atau zat pembius guna menghilangkan rasa sakit ketika dilakukan pembedahan jaringan tubuh. Berkat jasa beliau, kini kita bisa melakukan bedah operasi jaringan dan organ tubuh tanpa rasa sakit.

12.10.13

Jenis-jenis Narkoba Selain Golongan Stimulan

Menyimak berita mengenai narkoba tentu membuat kita tergerak untuk mencari tahu segala sesuatu tentangnya, selain ekstasi, ganja, dan zat katinon yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya. Apa saja jenis-jenis barang haram tersebut? Apa pula efek-efeknya terhadap tubuh? 

Definisi narkoba
Dari asal katanya, Narkoba berarti NARkotika, psiKOtropika dan Bahan/zat Adiktif. Sedangkan menurut badan kesehatan dunia, WHO, narkoba adalah semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukkan ke dalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis. Di sini tidak termasuk makanan, air, dan oksigen yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.

Definisi narkotika sendiri adalah zat/obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Sedangkan psikotropika adalah zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Adapun zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. 

Dari definisi narkoba di atas, para ahli menggolongkan narkoba ini menjadi tiga golongan besar berdasarkan efeknya terhadap susunan saraf pusat. Golongan ini antara lain stimulan, depresan, dan halusinogen.

Narkoba, Barang Haram yang Melenakan

Beberapa waktu yang lalu, kita dihebohkan dengan sebuah berita yang menguasai media massa. Sebenarnya bukan hal yang baru, akan tetapi karena pelakunya ‘tidak biasa’, kasus ini menjadi luar biasa. Ya, berita itu adalah berita tentang penggerebekan artis-artis ibu kota yang sedang pesta narkoba. Ganja, ekstasi, dan sebuah narkoba jenis baru (katinon) konon terlibat di dalam penggerebekan ini.

Pesta narkoba tentu saja merupakan hal yang ilegal. Jangankan dilakukan secara bersama-sama, sendirian mengonsumsi narkoba saja sudah dilarang. Seperti apakah narkoba yang dikonsumsi para artis ibu kota tersebut? Apa efek dari narkoba-narkoba tersebut sehingga penggunaannya dilarang? Berikut ini uraiannya.

RM Warung Hejo, Tempat Makan Bercita Rasa Unik dengan Tempat yang Antik

Anda yang sedang atau akan berlibur di kota Bandung, tak ada salahnya mencoba suasana baru. Ya, suasana ini jauh sekali dari hingar-bingar kota Bandung yang kini mulai menyerupai kota Jakarta dalam hal macet dan juga panasnya. Liburan yang satu ini tepatnya berada di atas kota Bandung, yakni kota Lembang. Di kota kecil nan asri ini, Anda akan mendapatkan sensasi liburan yang berbeda, terutama dalam hal wisata kuliner.

Lembang merupakan kota sejuk yang masih dipenuhi hutan. Cuacanya yang adem, udaranya yang segar, lingkungannya yang masih bersih, serta penduduknya yang ramah membuat Lembang patut menjadi tujuan utama sebagai tempat untuk menghabiskan masa liburan. Apalagi kini, sarana dan prasarana yang menunjang untuk liburan di sana semakin lengkap. Mulai dari hotel, penginapan, tempat wisata, hingga rumah makan. Semuanya dijamin akan membuat Anda lupa akan kepenatan rutinitas yang dijalani sebelum liburan.

Satu dari sekian banyak tempat makan di Lembang tersebutlah Rumah Makan Warung Hejo – Sambel Hejo. Rumah makan ini tak jauh dari salah satu tempat wisata terkenal di Lembang, yaitu tempat wisata Air Terjun Maribaya. Tepatnya ada di jalan Kayu Ambon nomor 102 Lembang. Sebelah utara dari Pasar Lembang.

24.9.13

OCD Oh OCD...

Gaung OCD sangat keras terdengar ke mana-mana. Gak cuma orang-orang muda, bahkan emak-emak (muda) seperti aku pun sangat tergoda untuk ikutan program ajaib yang ditelurkan mentalis Deddy Corbuzier ini. Ya, gimana gak tergoda coba. Testimonial orang-orang yang sudah menjalankannya membuat emak-emak yang lagi tambun-tambunnya abis melahirkan dan sedang menyusui ini, terbuai angin syurga. Dan  bayangan 10 kilo lemak yang tiba-tiba muncul di badan ini, tergambar hilang dengan cara yang instan.

Singkat kata, sekitar 10 hari lalu, aku pun mendonlod ebook OCD ini. Setelah bolak-balik membacanya, aku pun berkesimpulan. Aku bisa menjalankannya. Toh sebenernya, badanku relatif gampang dalam hal menurunkan lemak. Asalkan mau sedikit menahan lapar, dalam waktu kurang dari 3 bulan, berat badan normal pasti akan segera aku miliki.

Tanpa ragu, aku pun mencoba OCD itu beberapa hari yang lalu. Hari pertama cukup sukses. Dengan mencoba jendela 8 jam, aku berhasil melewati rasa-rasa lapar nan sedap itu tanpa keluhan berarti. Asi juga lancar. Gak seret seperti yang dikhawatirkan.

23.9.13

Dilema De-A-Ka

Sejak masuk dunia penerbitan di tahun 2008, aku jadi kenal buku-buku DAK. Itu tuh, buku-buku yang dibuat dengan Dana Alokasi Khusus. Buku-buku yang dipake untuk instansi atau departemen tertentu. Yang menurut beberapa orang, itu buku erat banget sama yang namanya KKN. Ah entahlah, aku sih gak terlalu ngerti soal beginian. Bukan ga peduli. Tapi lebih baik diam toh daripada banyak ngomong tapi gak ngerti ini-itunya.

Aku sih mau curhat aja. Menulis buku DAK itu bikin dilema. Satu sisi, bisa dibilang buku ini bisa ngasilin uang cepat (wah?), tapi di sisi lain, kerjanya sangat sangkuriang banget. Bayangin aja, 1 buku yang tebelnya 40 - 80 halaman A4 dengan spasi 1,5 TNR, harus beres paling lama seminggu. Rekorku, 1 buku 1 hari. Dan saat itu, aku nulis 8 buku. Jadinya 8 hari. Gilaaaa! Padahal kan, waktu reguler nulis buku yang biasa dikasih penerbit atau agen sekitar 1 bulan. Wow! Tiap malam begadang. Jadi vampir sih mending siang bisa bobo (iya gitu? tar tanyain ah ke yayang cullen :p). Nah jadi penulis DAK? Siang depan laptop, malam depan laptop. Sampe jamuran (#lebay). Untung aja waktu itu masih berpredikat emak beranak 2. Dan belom punya orok kayak sekarang. :D Gak heran sih kalo gara-gara ke-instan-an buku-buku ini, proyek DAK seringkali rawan dengan copas dan ngaco. Dan jelas kualitasnya akan sangat berbeda dengan buku reguler. Mungkin, buku-buku yang bermasalah yang sekarang-sekarang ini marak dikeluhkan para orang tua murid akibat adanya pornografi, kata-kata kasar, atau cerita yang gak pantes untuk anak sekolah juga dihasilkan dari proyek DAK. Wuih... sotoy! Wkwkwkwk....

15.9.13

Jamu, Sebuah Alternatif Pengobatan yang Bisa Diandalkan

Sumber gambar: http://www.lchdhealthcare.org/wp-content/uploads/2012/09/Diabetes.jpg

Hari itu, tiga tahun yang lalu, adalah hari yang tak bisa saya lupakan. Bagaimana tidak, kepenasaranan saya selama beberapa minggu terakhir, terjawab sudah. Segala sakit badan; keluar-masuk kamar mandi untuk buang air kecil yang terus menerus; haus yang tiada kunjung terpuaskan; badan yang selalu letih, lemah, dan lesu; hingga penurunan berat badan yang cukup drastis, ternyata memang menguatkan dugaan saya. Diabetes mellitus. Sebuah penyakit yang disebut juga sebagai penyakit kencing manis itu, resmi divoniskan dokter terhadap bapak saya. Tak tanggung-tanggung, kadar glukosa darahnya saat itu mencapai 400 mg/dL.

Bagai tersambar petir. Diagnosis dokter tersebut sangat mengagetkan kami sekeluarga. Langsung saja, kami lemas dibuatnya. Pengalaman teman-teman bapak hingga orangtua dan saudara-saudaranya yang menderita diabetes, telah lama membuat kami berpraduga, bahwa penyakit yang satu ini tak bisa disembuhkan. Meskipun dokter mengatakan bahwa dengan pengobatan yang telaten penyakit ini bisa disembuhkan, kami, terutama bapak, tetap pesimis. Hilang sudah semangat hidup bapak. Bahkan bayang-bayang kematian, sepertinya begitu dekat dengan bapak.

11.9.13

Ulen Ketan + Bebeye Mertua


Makanan ini adalah buruan utama saat Lebaran di rumah mertua. Ulen ketan dan bebeye. Semua orang sunda kayaknya tahu makanan ini. Yupp, di beberapa daerah di Jawa Barat, tiap Lebaran, makanan ini jadi makanan khas selain ketupat. Makanan ini simpel banget. Ulen ketan goreng dan juga bebeye. Bebebye sendiri itu adalah campuran tumis kentang dan cabe yang digoreng kering. 

Aduuuh ngomong ulen ketan sama bebeye terus. Jadi ngileeeer! Lebaran, cepatlah datang.... :D

5.9.13

Jakarta, The Next Megapolitan City?

Sekretariat ASEAN di Jakarta
Sumber gambar:
http://upload.wikimedia.org
Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia juga adalah markas Sekretariat ASEAN. Keberadaan markas Sekretariat ASEAN di Jakarta ini merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antarnegara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.

Mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia, khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?

4.9.13

Ya Betul, Unity in Diversity!

Sumber gambar:
http://www.islamicfinder.org/maps/brunei_darussalam.jpg
Pada bulan April 2013 lalu, di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam diselenggarakan KTT ASEAN ke-22. Dalam KTT ke-22 di Brunei Darussalam itu,  tema yang diangkat adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan” dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN yang meliputi tiga pilar, yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi, dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015.

Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana cara mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan tema tersebut, “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”? 

3.9.13

Mari Bercermin pada Kebebasan Berpendapat di Filipina!

Dulu, ketika duduk di bangku kelas 3 SMP, saat dengan proses belajar-mengajar, seorang guru IPS melemparkan sebuah pertanyaan.

“Jika seorang anak pejabat negara melakukan tindakan anarkis, kemudian dia terbebas dari hukuman, bisakah kita memprotes hukum?” tanyanya.

Dengan serentak, seisi kelas menjawab, “tentu saja!”

Tiba-tiba guruku itu berkata, “kalian salah. Di era seperti sekarang, hal seperti itu tidak bisa dilakukan. Kalian tahu kenapa? Sebab itu adalah tindakan yang subversif.”

Sumber gambar:
http://forderecord.files.wordpress.com/2012/07/freedom_of_speech.jpg

Sebagai anak SMP, tentu kami bingung. Kok bisa hal itu terjadi. Dan apa pula itu subversif?

Seperti tahu dengan apa yang dipikirkan anak-anak, ibu guruku langsung menjelaskan semuanya, juga tentang arti kata subversif itu sendiri. Namun meskipun semua dijelaskan secara gamblang, apa yang diungkapkan ibu guru IPS-ku itu, hingga sekarang masih menjadi tanda tanya. Benarkah seperti itu?

Menginjak dewasa, saat baru masuk perguruan tinggi, saat itu ketika mahasiswa sedang giat-giatnya turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai macam protes terkait kondisi negeri, ajakan para senior untuk ikut berdemo membuat aku dan teman-teman susah menolak. Selain karena takut, rasa kebersamaan dan setuju atas tugas mulia itu mendorong aku dan teman-teman untuk berani membolos jam-jam kuliah. Meski baru sekadar ikut-ikutan, aku dan teman-teman merasa bangga bisa ikut serta. 

2.9.13

Sengketa Wilayah Negara? Hargai Keputusan yang Ada!

Tahun 2015 diharapkan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN.  Namun di antara anggota ASEAN, ada juga yang memiliki sengketa antar negara, terutama terkait dengan perbatasan antar negara. Seperti yang terjadi dengan Singapura dan Malaysia.

Singapura mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah, dan Karang Selatan. Persengketaan yang dimulai tahun 1979, sebenarnya sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional tahun 2008, dengan menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada pemerintahan Singapura. Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyarakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat.

Bagaimana penyelesaian konflik ini terkait dengan Komunitas ASEAN 2015?

1.9.13

Laos, Negara Anggota ASEAN yang Tak Boleh DIabaikan

Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya.

Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN?

Peta Laos

Sumber gambar: http://www.lonelyplanet.com/maps/asia/laos/map_of_laos.jpg

31.8.13

Bekerja Sama untuk Menguasai Pasar Dunia? Kenapa Tidak!

Menangkal rasa kantuk untuk mengerjakan laporan adalah salah satu fungsinya yang paling pertama aku kenal. Ya, saat duduk di bangku kuliah itulah, secara resmi, aku mengikrarkan diri untuk menjadi pengguna kopi. Meski saat itu, nikmatnya rasa kopi masih belum terlalu aku mengerti.

Menikah dengan seorang pencandu kopi membuat aku naik tingkat. Dari yang hanya sebatas oportunis, aku menjadi penikmat kopi yang manis. Hehehe, maksudnya, kopi yang aku suka masihlah terbatas pada kopi yang manis. Kopi susu, capucinno, kopi plus krimmer, dan sebangsanya. Adapun untuk kopi hitam, aku masih emoh. Bukan tak enak, tapi efeknya yang terlalu cepat bikin lapar membuat aku menghindarinya. Kalau diperturutkan, bisa-bisa, aku makan besar hingga 7 kali jadinya. Wow, rugi bandar, dong! :D

30.8.13

Visa Wisata, Penting Gak, Sih?

Suatu kali, saat sedang berkunjung ke rumah seorang teman, tiba-tiba si teman tersebut meminta izin untuk pergi. Menurutnya, dia sudah punya janji untuk membuat visa di kedubes Belanda. Tentu saja semua itu harus dilakukan, sebab dalam beberapa bulan ke depannya, dia akan pergi ke Belanda.

Sebagai orang yang tak pernah pelesiran ke luar negeri (duh, kasian banget, ya? haha), aku tentu jadi heran dan bertanya-tanya. Apa sih visa itu? Apa juga bedanya dengan paspor? Tapi, berhubung si teman sedang tergesa-gesa dan aku juga malu bertanya (untung gak tersesat di jalan), akhirnya aku menumpahkan semua tanda tanya itu pada mas Google. Yupp! Aku langsung saja cari tahu semua hal yang aku tidak tahu mengenai visa dan paspor. Ya, barangkali saja nanti punya rezeki bisa jalan-jalan ke luar negeri. Setidaknya kan aku sudah tahu ini – itunya.

29.8.13

Feel Indonesia!

Tiap kali melihat tayangan iklan pariwisata Malaysia di tv, aku selalu galau. Bukan karena ingin berkunjung ke sana, melainkan karena apa-apa yang ditayangkan di sana dipunyai juga di Indonesia. Bahkan tak seujung kuku dengan apa yang dimiliki Indonesia. Malaysia Truly Asia. Begitu katanya. Berani-beraninya mengatakan bahwa Malaysia itu sebenar-benarnya Asia. Tapi, ya itu hak mereka. Dan mau tidak mau, rido tidak rido, tagline iklan pariwisata Malaysia itu cukup sukses dalam hal penyampaian pesannya. Untuk urusan pengaruhnya pada kunjungan wisatawan ke Malaysia gara-gara iklan itu, aku tak mau tahu.

Sumber gambar:
http://puzzleminds.com/wp-content/uploads/2012/10/18-indonesia-tourism-where-are-you-headed.jpg

Menilik tagline Malaysia membuatku melirik tagline terakhir negeri sendiri. Wonderful Indonesia. Ya, tak diragukan lagi, Indonesia memang sangat menakjubkan. Tapi untuk dijadikan tagline, apalagi untuk tujuan mengangkat pariwisata negara kita, Wonderful Indonesia rasanya kurang ‘nancap’ dan kurang membuat penasaran. Karenanya, aku pikir, tagline itu harus segera diganti. 


28.8.13

Memangnya Kenapa Kalau Negara-negara ASEAN Itu Serumpun?

Beberapa hari yang lalu, dalam rangka memeriahkan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, di kampungku diselenggarakan sebuah pertandingan sepak bola. Pesertanya sendiri adalah pria-pria muda dari tiap RT. Akibat tim RT tempat rumahku berada kalah, anak keduaku, Radit, marah-marah. Dengan diam-diam, aku pun menyimak perbincangan pendek antara Radit dan kakaknya, Reihana mengenai hal itu.

"Coba kalau Kak Bayu masuk tim kita, kita pasti menang," ucap Radit serius.
"Ya enggak bisa lah. Timnya kan dari masing-masing RT. Kak Bayu kan dari RT 1. Kita mah RT 3, ya pesertanya harus dari RT 3 juga" Reihana nyeletuk.
"Iya, tapi jadinya kan gak adil. RT 1 jago-jago. RT 3 enggak," ujar Radit masih dengan ekspresi yang gemas.
"Ya gimana lagi, aturannya udah begitu, kok!" jawab Reihana mengakhiri percakapan.
***

27.8.13

Salon Thailand di Sebelah Rumah? Jangan Parno, Ah!

Sepertinya bukan rahasia lagi, jika selain penghasil buah-buahan berukuran besar dan berkualitas bagus, Thailand juga dikenal sebagai tempat tujuan wisata ‘permak’ tubuh. Hal ini bisa dilihat hasilnya dari makin kinclong, makin mancung, dan makin seksinya para selebritas di negeri kita pasca-berkunjung ke negara Gajah Putih ini. Meski sebagian ada yang malu-malu, bahkan menapiknya dengan keras, beberapa dari mereka yang terang-terangan, menguatkan dugaan. 

Tak hanya sebatas itu saja, terlepas dari pro dan kontranya, keahlian salon Thailand dalam mengubah jenis kelamin manusia juga terbilang sukses. Belum lagi salon penyedia pijat tradisionalnya yang cukup terkenal, semuanya memberi andil besar bagi Thailand untuk menjadi negara penyedia ‘jasa salon’ yang patut diperhitungkan.

Semakin berbondong-bondongnya pelanggan dari Indonesia yang menyengajakan diri untuk ‘nyalon’ ke Thailand, pasti membuat para pengusahanya berpikir untuk membuka usaha di Indonesia. Jika sekarang hanya beberapa saja yang ‘berani’, setelah dibentuknya Komunitas ASEAN 2015 nanti, mungkin akan terjadi ekspansi. Dan mungkin bisa sampai ke sebelah rumah. Apalagi jika menilik kesiapan negara ini dalam menghadapi Komunitas ASEAN 2015 tersebut. Pemberian kursus Bahasa Indonesia bagi para SDM-nya semakin menguatkan bukti bahwa besarnya jumlah penduduk negara kita sudah menjadi target pasar yang akan dibidiknya. Jika sudah begini, bagaimana dengan nasib salon-salon lokal?

22.8.13

Kacang Disko


Dari bungkusnya, katanya sih ini Kacang Disko Bali. Walopun lebih keras dan rasanya sedikit pedas, di Soreang mah ini namanya Kacang Bandung. Hehe... enaaaak. Bikin ga bisa brenti sebelom abis. Haduuuh... gimana kabar atuh diet? :p

Komunitas ASEAN 2015 : Sebuah Tantangan untuk ‘Naik Kelas’

library.thinkquest.org
Dalam sebuah kesempatan silaturahmi ke rumah seorang teman, mataku dibuat terpana tiada tara. Ya, di rumahnya, aku disuguhi tumpukan album foto yang isinya sangat menakjubkan. Pegunungan-pegunungan yang indah; jurang dan ngarai yang hebat; ombak-ombak pantai yang dahsyat; hingga berbagai foto aktivitas masyarakat lokal yang eksotis yang entah berada di mana. Ketika ditanya di mana dia mendokumentasikan foto-foto itu, dengan santainya dia menyebutkan nama-nama tempat yang baru pertama kalinya aku dengar. Tentu saja dia bisa begitu, sebab temanku yang satu ini sangat gemar bertualang, bahkan hingga pelosok-pelosok negeri. Sungguh, dari album-album itu aku baru tahu bahwa keindahan Indonesia itu tak hanya ada di Bali, Lombok, Bunaken, Raja Ampat, atau tempat yang selama ini menghias layar kaca saja. Lebih jauh dari itu. Indonesia adalah gudangnya tempat-tempat indah. Dan tempat-tempat ini tidak dimiliki negara-negara lain. 

Di kesempatan yang lain, saat aku sedang berselancar di dunia maya, sebuah artikel di portal berita menghenyakkanku. Di sana tertulis bagaimana negara tetangga kita begitu antusias dalam mengembangkan motif batik yang dimilikinya. Beberapa tahun ke belakang, negara tetangga tersebut sempat mendaftarkan batik sebagai budaya asli negaranya. Tapi untunglah, UNESCO segera mendeklarasikan bahwa budaya batik itu milik Indonesia. Dari sana aku jadi mikir, Negeri Jiran ini begitu hebat. Okelah mereka tidak mengantongi hak paten akan budaya batik, tapi pengembangan akan produknya sangat pesat. Belum lagi propagandanya melalui iklan di media masa seperti artikel yang saya baca itu. Sepertinya, jika dilakukan terus-menerus, dan negara kita diam saja, bukan mustahil jika suatu saat, batik mereka yang lebih dikenal dunia. Duh, rasanya hati ini tidak rela.

31.7.13

Bodrex, Meredakan Sakit Kepala Kurang Dari 5 Menit Saja

Mempunyai bayi berarti harus sudah siap dengan kerja yang ekstra. Jadwal makan pribadi yang ngaco, jam tidur yang awut-awutan, begadang, hingga nyuci pakaian kotor yang selalu seabrek. Belum lagi jika si bayi rewel, berbagai keluhan fisik sudah pasti hadir tanpa permisi. Misalnya saja seperti sakit kepala.

Aku dan Baby Zaudan
Siang itu adalah jadwal imunisasi DPT Baby Zaudan. Seperti dugaan, sepulang dari dokter, Baby Zaudan menderita demam. Bahkan hingga malam harinya. Sebagai ibu dari 3 anak, hal itu tentu bukanlah pengalaman yang baru. Namun meskipun demikian, melek untuk menemani dan menggendong Baby Zaudan di saat demam, tetap saja merupakan pengalaman tak enak untuk dilakukan.

18.7.13

Tasikmalaya, Kota Resik dengan Segudang Daya Tarik

Masjid Itje Trisnawati
Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda saat mendengar kata Tasikmalaya? Bagi saya, Masjid Itje dan Bordiran Tasikmalaya adalah dua hal pertama yang saya ingat. Tentu saja karena dua hal ini begitu terkenal hingga ke tempat saya (Bandung). Bahkan yang belum pernah ke Tasikmalaya pun, sudah tahu tentangnya. Masjid Itje atau Masjid Baitul Amanah yang terletak di KM17 desa Sindangraja, Jamanis Tasikmalaya, terkenal karena dibangun oleh artis dangdut senior Itje Trisnawati. Adapun bordiran Tasikmalaya, sudah terkenal keindahannya hingga ke pelosok nusantara, bahkan dunia. Jadi tidak salah jika memang dua hal itu begitu melekat di dalam ingatan saya.

Hal yang menjadi daya tarik bagi kota Tasikmalaya bukan hanya Masjid Itje dan juga bordirannya saja. Ada segudang hal lain dari Tasikmalaya yang tidak dipunyai kota-kota lain di Indonesia. Karenanya, sangat pantas sekali jika kota yang satu ini dijuluki sebagai Sang Mutiara dari Priangan Timur. Tahukah Anda, apa saja ‘harta karun’ yang dimiliki kota Tasikmalaya?

17.7.13

Puli Ketan dan Surandil (Kue Basah)


Makanan ini adalah makanan yang paling aku suka disaat menyusui seperti sekarang. Enggak tahu kenapa, tiap masa menyusui, makanan manis seperti kue basah ini selalu terlihat menggiurkan. Untunglah, tukang kue basah ini tiap hari mondar-mandir di depan rumah. Jadinya gampang deh beli. Enyaaaaak! Giuuung! :D

13.7.13

The Cousins, Flama Elementa: Dahsyatnya Kekuatan Batu Bertuah


Judul : The Cousins, Flama Elementa
Penulis : Dian Onasis
Cetakan : I, 2013
Penerbit : PT Penerbitan Pelangi Indonesia
Tebal : viii + 152 halaman

Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda saat membaca sebuah judul buku, The Cousins? Pasti saudara sepupu, bukan? Ya. Tak salah dengan dugaan Anda tersebut. Buku yang satu ini memang berkisah mengenai saudara-saudara sepupu. Tapi tunggu dulu! Cerita garis besarnya boleh saja tentang kehidupan keluarga, akan tetapi isinya, tidak seperti dugaan Anda. Ada banyak sekali kejutan yang pasti tidak Anda perkirakan. Mau tahu seperti apa serunya buku fantasi remaja dari penulis yang sudah melahirkan puluhan buku antologi dan solo ini? Yuk simak ulasanku berikut ini!

12.7.13

Cerebrovit Xcel, Multivitamin Remaja untuk Tetap Aktif Saat Berpuasa

Memasuki Bulan Ramadhan, kegiatan Reihanaku bertambah. Liburan sekolah yang bertepatan dengan bulan Ramadhan kali ini, seperti biasa, diisi Reihana dengan Pesantren Kilat aliat SanLat. Sebagai ibu tentu saja aku mengizinkan Reihanaku untuk mengikuti kegiatan ini. Selain mengisi waktu libur dan waktu puasa, SanLat juga pasti akan membuat kecerdasan spiritual Reihanaku bertambah. Sudah pasti, ini adalah kegiatan positif tahunan yang selalu aku setujui dan ditunggu Reihanaku.

Akan tetapi saat melihat Jadwal SanLat-nya, aku sedikit ragu. Kasihan Reihanaku jika harus mengisi waktu puasanya dengan kegiatan yang full seperti itu. Gimana enggak, sejak Adzan Subuh hingga waktu Tarawih, jam-jam di antaranya penuh dengan kegiatan. Dari mulai shalat berjamaah, kuliah Subuh, tadarusan, hapalan Alquran, Sirah Nabawiyah, Tarikh, menonton film Islami, dan masih banyak lagi. Wow! Penuh banget, euy! Gimana nanti Reihana istirahat? Kapan jam tidurnya? Waduh!

Ya… ya… ya… Aku tahu, Reihanaku kini sudah masuk di kelas SanLat remaja. Dan bukan lagi kelas anak-anak seperti tahun lalu. Atau seperti adiknya. Tapi, tetap saja, aku kasihan padanya. Tubuh dan otaknya pasti akan sangat terkuras. Nanti badannya lemas. Nanti dia pusing. Nanti dia bisa sakit. Nanti puasanya batal. Nanti dia gak fokus. Nanti nilai-nilai SanLatnya jelek. Begitu pikiran jelekku saat itu. 

Kwetiaw Goreng


Cuaca Hari Jumat ini mendung dari pagi hingga sore. Hujan gerimis yang terus turun membuat perut terasa lapar melulu. Kwetiaw panas nan pedas cocok banget untuk santapan di sore hari ini. Teh manis anget pun bisa jadi teman pendamping yang pas untuk menyambut senja yang sebentar lagi akan datang. Yummmmy!

7.7.13

Cerebrovit Xcel, Multivitamin Oke untuk Para ABG


Cuaca pagi itu benar-benar bikin aku galau. Gerimis yang sejak Subuh membasahi Bumi, membuat aku resah dan gelisah. Gimana enggak, sudah sebulan Reihana merencanakan keberangkatannya untuk hari itu. Sebuah hari yang akan menjadi salah satu hari paling istimewanya. Ya, hari itu adalah hari perpisahan dengan Pak Didin, wali kelasnya. Dengan seluruh teman sekelasnya, dia berhasil merencanakan acara perpisahan itu di Situ Patengan, Ciwidey, Bandung.

Bagaimana mungkin aku bisa adem-adem saja mengizinkan Reihanaku pergi. Gerimis yang turun semakin besar saja. Aku tahu dengan benar seperti apa keadaan di Ciwidey. Di Bandung panas aja, di sana pasti dingin dan gerimis. Apalagi jika di Bandung sudah gerimis. Dijamin deh, di Ciwidey pasti hujan besar. Duh!

6.7.13

Artikelku di Chipversity

Artikel ini ada di sini. Artikel ini juga menang dalam lomba artikel Lomba Artikel #SmartphonediMataku yang di buat Chipversity. Di Majalah Chip edisi Juni 2013, artikel ini juga ada.
***

Smartphone, Sahabat Karib Ibu Rumah Tangga Aktif
Siapa bilang smartphone hanya diperuntukkan bagi orang-orang kantoran, mahasiswa, atau pebisnis saja? Ibu-ibu rumah tangga juga membutuhkannya. Rutinitas keseharian yang 24 jam nonstop justru membuat para ibu membutuhkan asisten ekstra. Tak hanya memberikan bantuan tenaga saja, bantuan manajemen waktu dan juga ilmu bahkan lebih utama.

5.7.13

Acer Liquid E2, Ponsel Pintar Teranyar dengan Kekuatan yang Cetar

Bermimpi akan gadget keren dengan performa paten tapi harganya tetep bisa bikin pesta di tiap wiken? Acer menjawabnya untuk Anda. Tanpa sulap tanpa sihir, smartphone teranyar keluaran provider yang berkantor pusat Taiwan ini dijamin bikin Anda jatuh cinta. Ya, dialah Si Acer Liquid E2 yang sebulan lalu baru saja resmi diluncurkan di Indonesia. Seperti apa keren dan patennya si ponsel pintar ini? Yuk, kita jelajahi semua sisi si kotak elektronik nan hebat ini!

https://www.facebook.com/Acer.Indonesia

30.6.13

Miyako Rice Cooker, My Most Durable Home Appliance Ever

Ya, seperti itulah gelar yang kusandangkan pada penanak nasi listrik pertama yang kumiliki ini. Sebab, dua belas tahun kebersamaan tentu bukanlah waktu yang sebentar bagi si rice cooker untuk bisa selalu menghasilkan hasil terbaik bagi kami. Berkatnya, jam-jam makan besar menjadi saat-saat yang nikmat karena sajian nasi hangat.

Ketidaksengajaan yang Sangat Kusyukuri
Tabung pemasak nasi yang canggih ini kumiliki sejak Maret 2001. Tepat di hari pernikahanku, 25 Maret 2001, Si Miyako, panggilan sayang kami kepada si rice cooker ini, hadir sebagai kado pernikahan dari seorang teman.

29.6.13

Cerebrovit Xcel, Multivitamin Andalanku untuk Optimalkan Tumbuh-Kembang Otak dan Fisik ABG-ku

Pagi itu gak seperti biasanya. Entah kenapa, putriku Reihana sangat malas saat akan disuapi multivitamin yang biasa diminumnya. Bukan malas, dia bahkan gak mau. Ya sudah, daripada ribut, aku gak mau memaksanya. 

Kejadian itu berulang di keesokan harinya. Reihana tutup mulut lagi seperti hari kemarin. Padahal, itu multivitamin kesukaan dia sejak 3 tahun terakhir. Lagi-lagi, agar rumah tak berisik dengan teriakannya, aku biarkan saja semua seperti keinginannya. Kenapa sih si Reihana ini?

Di hari ketiga kesabaranku habis. Dengan setengah memaksa, sesendok multivitamin itu akhirnya bisa masuk juga ke mulutnya. Tapi olala, Reihana menangis. Waduh! Ada apa gerangan?

Selidik punya selidik, gadis kecilku ternyata gak mau lagi multivitamin itu. Menurutnya, dia sudah besar. Dia sudah gak cocok lagi dengan multivitamin itu. Dia juga malu dengan teman-temannya yang kini sudah beralih pada multivitamin remaja, sementara dia masih meminum multivitamin untuk anak-anak. Ya Ampun!

17.6.13

LeBuy, Pasar Digital Gratisan Namun 100% Memuaskan


Kamu berniat membuka bisnis secara online? Atau kamu sudah mempunyai bisnis tapi tidak punya dana untuk beriklan secara online? Tak usah khawatir. Kini, kamu punya tempat yang tepat. Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan sarana beriklan dan belajar dalam mengelola toko online. Mau tahu? Yuk kita cari tahu!

LeBuy? Apaan Tuh?
Ini yang aku maksud. LeBuy. Ya, LeBuy. Pasar digital baru tempat menampung iklan para pedagang dari berbagai kalangan. Tak peduli dengan usia, agama, domisili, atau pun besar-kecilnya bisnis si pengiklan. Dan yang paling menarik, di sini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis… tis… tis! Semua pengiklan mempunyai hak yang sama. Gak ada deh istilah ‘pilih kasih’ atau ‘pandang bulu’ dalam pemasangan iklan di situs LeBuy.

12.6.13

#CurhatGeje Season 2

Mendapat hadiah rasanya memang selalu menyenangkan. Tidak melulu dilihat dari besarnya nominal hadiah itu. Tulisan kita bisa dilirik para juri saja sungguh merupakan suatu kebanggaan. Ya, itu artinya tulisan kita layak, setara, pantas, dan sesuai dengan selera mereka. 

Beberapa minggu belakangan, Alhamdulillah, beberapa tulisanku dilirik para juri. Walau pun sebenarnya, tulisanku yang menang itu seperti fenomena gunung es. Hanya 40%. Selebihnya hanya jadi pengisi blog saja.

Si Cantik Penambah Semangat

Selain nulis, hobi lain yang tak bisa saya tahan dalam keseharian adalah membaca. Entah itu cuma artikel koran, web, atau mungkin postingan di blog teman. Sepertinya, hidup saya akan sangat membosankan jika sehari saja terlewatkan tanpa membaca.

Saat memegang buku fiksi, hobi membaca saya bisa naik sekian kali lipat. Lima ratus halaman bisa selesai dalam waktu semalam saja. Perut yang lapar, mata yang ngantuk, dan badan yang pegal tak pernah sedikit pun menjadi halangan bagi saya untuk segera menamatkan bacaan saya itu.

10.6.13

Seblak Ceker


Sebelum makan siang, ngemil makanan yang satu ini kayaknya enak. Yaaa... seblak ceker yang pedas. Dengan tambahan seblak kerupuk, makanan yang satu ini makin ajiiiiiib. Dijamin deh bisa mengganjal perut sebelom makan siang. Hihihi.... dasar RW06! :D

9.6.13

Miras, Biang Keladi Penyakit Fisik dan Penyakit Masyarakat

Suara musik dangdut dari hajatan tetangga depan rumah, semakin malam semakin ramai saja. Lengkingan suara sang biduan, liarnya goyangan para penonton, dan ramainya para tukang dagang asongan, membuat saya ingin berteriak agar mereka segera bubar saja. Benar-benar seperti di neraka.

Tiba-tiba, dari balik musik yang menggema terdengar suara riuh yang diiringi teriakan-teriakan cacian. Musik pun berhenti, tetapi cacian-cacian itu semakin menjadi. Tak lama, terdengar teriakan histeris yang memekakan telinga.

8.6.13

Trans Studio Bandung, Ikon Baru Wisata Bandung yang 100% Memuaskan Para Pengunjung

Trans Studio Blog Competition

Liburan udah di depan mata nih, Friends! Mau liburan di mana? Masih bingung? Ke luar negeri? Kenapa? Bosan dengan tempat rekreasi di dalam negeri? Wah, kamu pasti belum tahu Bandung sekarang. Iya Bandung, Si Kota Kembang itu. Sekarang, Bandung punya tempat rekreasi baru, lho. Namanya TRANS STUDIO BANDUNG. 

Yupp! Trans Studio Bandung atau biasa disingkat TSB. Tempat rekreasi yang satu ini dijamin bakal bikin kamu nyesel udah ngabisin ongkos gede untuk ke luar negeri cuma untuk liburan. Soalnya, di sini, kamu bisa hemat uang berpuluh-puluh kali lipat. Sementara kepuasan, keseruan, kehebohan, dan keasyikannya sama, bahkan lebih daripada rekreasi di luar negeri. Gak percaya? Yuk kita jelajahi tempat wisata ini bersama-sama!

5.6.13

Seblak Basreng


Sore-sore gini enaknya makan yang pedes-pedes. Ini dia, Seblak Basreng dari warung tetangga. Dijamin bikin nyeblak dan lidah panassss. Temennya bisa teh manis anget atau cokelat anget. Sedeeeeep! :)

2.6.13

Pertamax untuk Pendidikan Indonesia yang Lebih Baik

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” ~Nelson Mandela
Sepakat dengan Nelson Mandela. Ya, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia. Berawal dari mengubah diri sendiri, lingkungan sekitar, masyarakat luas, hingga akhirnya dunia. Dan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia pun hal ini sudah bisa dibuktikan kebenarannya.

Pendidikan sebagai tonggak kebangkitan bangsa Indonesia

Masih ingat dengan peristiwa di balik penetapan tanggal 20 Mei sebagai hari Kebangkitan Nasional? Di sana terjadi sebuah peristiwa penting, yaitu berdirinya organisasi pemuda Budi Utomo (Boedi Oetomo) di tahun 1908. Pemrakarsanya adalah Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA lain, yakni Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji. Awalnya, organisasi ini bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan dengan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi seiring waktu berjalan, muatan politik masuk di dalamnya.

Pendiri Budi Utomo

1.6.13

Cimahi, The Cyber City dengan Segudang Prestasi

Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda saat mendengar kata ‘Cimahi’? Jujur, bagi saya sendiri, Cimahi itu sangat identik dengan tentara. Ya, tentara. Sebab saat saya kecil, setiap kali berkunjung ke kota Cimahi, orang tua saya selalu mengajak untuk berkeliling melihat-lihat gedung-gedung tua ABRI beserta simbol-simbol tentara yang ada di sana. Sungguh, hingga sekarang, kenangan ‘berwisata’ ke tempat-tempat bersejarah itu masih melekat kuat di dalam memori ingatan saya.

Menginjak SMA, image saya mengenai kota Cimahi meluas. Banyaknya teman yang berdomisili di kota kecil ini menambah nilai kota Cimahi di mata saya. Sebuah kota kecil yang bersih, asri, teratur, dan juga berpendidikan. Bukan tanpa sebab, dibandingkan kota-kota lainnya yang dekat dengan Cimahi, yaitu Bandung dan juga kabupaten Bandung, kota ini rasanya lebih unggul dalam hal kebersihan, keasrian, keteraturan, dan juga pendidikannya.

26.5.13

Epson, Produk Terbaik untuk Indonesia yang Lebih Baik

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah buku yang membuat Anda berdecak kagum saat membacanya bisa sampai ke tangan Anda? Pernahkah Anda ingin tahu seperti apa proses sebuah buku tercipta?

Sebuah buku yang baik tidak 'lahir' melalui satu kibasan tongkat sihir. Dia hadir ke hadapan pembacanya setalah mengalami berbagai macam proses. Penulisan, editing, setting/layout, re-editing, proofreading, dan akhirnya publish. Semua tahapan ini harus dilakukan. Tentu saja agar buku tersebut bisa terhindar dari kesalahan, sehingga ‘enak’dan ‘nyaman’ untuk dilihat dan dibaca siapa saja.

22.5.13

Setahun yang Lalu

Azan Maghrib senja itu terasa berbeda. Sambil merasakan perut yang ‘sedikit aneh’ dengan tangan yang tetap menyuapi anak-anak secara bergantian, aku terus bertanya-tanya.

"Inikah hari yang dinanti itu?"

Semakin malam semakin terasa. Benar saja, air hangat terus merembes di sela-sela kedua kakiku. Ya, air pelindung bayiku itu mungkin sudah pecah. Dan ini adalah saat si bocah mungil yang selama 9 bulan ini menjadi bagian dari diriku ke luar untuk melihat dunia.

19.5.13

#CurhatGeje

Beberapa kali gagal menang dalam lomba ternyata bikin kecewa juga. Padahal niat awalnya coba-coba, iseng, dan ningkatin kemampuan ngeblog. Ah dasar, aku emak-emak yang galau-an. Untung aja kecewa-kecewa itu ga berlangsung lama. Begitu lihat daftar DL lomba lain di kalender, semangat kontes dan ngelomba itu datang lagi.

Meskipun belom bisa jadi juara yang menggondol hadiah keren, mendapat kiriman hadiah dari menulis ternyata seneng juga. Buktinya kemaren. Sore-sore saat hujan besar, si mamang dari JNE datang membawa paket hadiah dari Sariayu. Isinya lumayan beragam. Dari paket pelangsing (tau aja kalo aku lagi gendut), paket penyubur (lho, tar aku tambah banyak anak dong?) kosmetika, hingga paket lulur spa. Hehehe. Alhamdulillah…



17.5.13

Apa Ya Judulnya? :D

Ga pernah nyangka kalo aku akhirnya terperangkap bahagia ke dalam dunia kontes-kontesan. Sungguh, walopun aku kenal dunia tulis-menulis sejak zaman SMP – SMA (nulis cerpen cinta-cintaan), lalu kuliah (nulis artikel di koran biar bisa jajan lebih), hingga sekarang ngasilin uang dari menulis, aku sama sekali tak pernah tertarik untuk ikut kontes-kontesan (kecuali audisi antologi buku). 

Baru deh, di bulan Februari lalu, aku tertantang dengan ajang menulis berhadiah ini. Sebabnya sih gegara gabung di grup KEB (Kumpulan Emak-emak Blogger) di Facebook. Hadeuh! Gimana enggak ‘panas’ coba, kalo tiap hari selalu saja ada apdetan blog-blog keren, postingan-postingan lomba, hingga sharing berita bahagia para member yang berhasil menggondol hadiah. Beuh! Aku tersepona dibuatnya.

12.5.13

Djarum Indonesia Open, Harapan Bangkitnya Kejayaan Badminton Indonesia

Siapa sih yang tak kenal Badminton? Olahraga yang menggunakan raket dan shuttlecock ini begitu populer di seantero nusantara. Pria, wanita, tua, atau pun muda pasti mengenalnya. Tentu saja karena olahraga yang juga disebut bulu tangkis ini begitu mendarah daging dan sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sejak lama. Bahkan konon, olahraga ini sudah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan.
Sumber gambar:
http://files.ctfspor.webnode.com.tr/200001585-80626815db/806515-badminton-racket-and-shuttlecock-isolated-on-a-black-background.jpg

Badminton, lebih dari sekadar olahraga
Berbicara mengenai badminton, dada saya mendadak berdebar penuh semangat. Gulungan film pertandingan-pertandingan badminton yang pernah saya tonton, tiba-tiba muncul begitu saja dari memori otak saya. Adrenalin pun mengalir deras. Sungguh, ingatan saya mengenai badminton selalu saja mengharu biru manakala mengingatnya.

7.5.13

Ulukutek Leunca


Bukan orang sunda kalo gak suka leunca. Walopun rasanya pahit, kalo sudah dikaredok atau diulukutek, sayur yang satu ini enak rasanya. Oncom, cabe hijau, dan bumbu-bumbu membuat makanan yang kaya vitamin dan mineral ini makin enak. Anda suka? :D

6.5.13

#CurhatAsal

Pekerjaan suami yang bergelut di sekolah ternyata banyak membawa berkah. Tak hanya untuk dia, aku dan anak-anak di rumah seringkali juga kebagian jatah. Maksudku tentu bukan gaji suamiku dari sekolah itu. Tapi lebih kepada hal lain di luar yang biasa.   

Yupp! Ini mengenai bingkisan, oleh-oleh, hingga hadiah yang diberikan para orang tua murid. Eits, jangan salah paham. Bingkisan, oleh-oleh, dan hadiah yang diterima ini tentu bukan bentuk sogokan yang haram. Sebab tak jarang, aku lihat, walau pun si orang tua terkenal rajin memberi hadiah, gak ngaruh tuh ke nilai anaknya. Nilai yang jelek mah tetep aja di raport anaknya jelek.

27.4.13

Sustagen, 100% Memenuhi Angka Kecukupan Gizi untuk Anak Setiap Hari

Tak salah memang jika susu dimasukkan sebagai penyempurna di dalam slogan, “Empat Sehat Lima Sempurna”. Kandungan gizinya yang lengkap sangat mungkin tidak dimiliki dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berkatnya, tubuh dan berbagai macam fungsinya bisa bekerja secara optimal.

Susu di dalam keluarga
Keluarga besar saya termasuk keluarga yang jarang meminum susu. Budaya meminum susu secara rutin, bahkan pada anak-anak yang sudah disapih dari ASI ibunya pun nyaris tidak ada. Keluarga kami menganggap bahwa setelah ASI, kita hanya butuh makanan dan minuman saja. Dan susu hanyalah minuman ‘sunah’ yang boleh saja tidak dikonsumsi dalam kesehariannya.

25.4.13

Iga Bakar Purnawarman, Bandung


Suka iga bakar? Coba iga bakar yang ada di jalan Purnawarman ini. Dagingnya tebal dan empuk dengan rasa yang uenaaaak banget. Pilihan rasanya juga banyak. Ada klasik, bumbu hijau, dan yang lainnya. Jangan banyak pesan makanan saat makan iga bakar ini karena dijamin mubazir gak kemakan. Harganya sekitar 50 ribu untuk 1 porsi iga bakar ini saja. Coba, yuuuuk!

21.4.13

Srikandi Kolong Jembatan

"Kak, aku belum kebagian kertas gambarnya."
"Bu, pensil warnaku mana?"
"Tante, adikku mau ikutan juga."

15.4.13

Sambel Bu Imas, Kebon Kalapa - Bandung


Sebagai penyuka pedas, makan sambel yang satu ini wajib hukumnya. Yupp! Olahan cabe, rawit, terasi, dan lain-lainnya ini ada di RM Bu Imas yang letaknya di sekitar Kebon Kalapa Bandung. Rasanya? Cetaaaaar! Tiap main ke daerah itu, makan sambel ini menjadi keharusan. Harganya juga murah. Berbekal uang 25 ribu rupiah aja, kita udah bisa kenyang dengan lauk ayam, tahu goreng, perkedel jagung, dan juga es jeruk. Tapi jangan kaget, makan di tempat ini ngantriiiiii. Yuk dicoba!

14.4.13

Sundial Puspa Iptek, Tempat Seru Penyuka Sains

Halo Keke, halo Nai!

Ngiri deh Tante lihat postingan jalan-jalannya. Tante jadi pengen jalan-jalan juga jadinya. Eh ya, Keke sama Nai suka pelajaran Sains, ga? Kalo suka, jalan-jalan ke tempat ini pasti bakalan seru. Tapi kalo pun ga suka, ga ada salahnya deh dateng ke tempat ini. Yuk Tante kenalin biar Keke sama Nai tahu serunya tempat ini.

Tempat ini namanya Sundial Puspa Iptek. Sesuai namanya, tempat ini, di bagian luarnya mempunyai bagian yang berfungsi sebagai jam matahari (sundial). Cara kerjanya sederhana. Saat matahari menyinari bagian itu, bayangannya akan mengarah pada angka jam. Misalnya saja saat pagi hari, ketika matahari menyinari tempat itu, bayangannya akan jatuh pada angka 7, 8, 9, atau yang lainnya. Dan jika siang, bayangan akan jatuh pada angka 11, 12, atau yang lainnya. Begitu seterusnya.

Pecah Telor di 2013

Daftar resolusi tahun 2013 yang beberapa bulan terakhir hanya sebatas tulisan tak bermakna (untuk urusan menulis), akhirnya bisa dicentang juga. Yupp! Akhirnya si telor pun pecah. Meski sudah menginjak bulan ke-4, terbitnya sebuah buku antologi dan juga sebuah artikel media massa, aku tetep aja seneng.

Alhamdulillah, di sela-sela mengurus bayi umur 10 bulan, dan dua anak (10 tahun dan 7 tahun), dengan tanpa pembantu, aku masih sempet menulis. Semoga deh, dengan pecah telor ini, hari-hari ke depan bisa lebih produktif lagi menulis buku dan artikel di media massa.

12.4.13

Facelift, Kisah-Kisah Seru di Dalam Lift

Setiap akhir tahun atau beberapa hari menjelang tahun baru, semua orang biasanya membuat resolusi. Begitu pun dengan saya. Beberapa target yang selama setahun tidak tercapai dan target setahun ke depan yang ingin dicapai, saya tulis satu per satu. Semuanya sengaja ditulis agar saya tetep inget dan malu sendiri jika berleha-leha dan akhirnya lupa dengan target yang pernah dituliskan.

Sudah menginjak tengah bulan keempat, resolusi saya yang segambreng itu ternyata masih hanya sekadar tulisan tak bermakna. Malu? Tentu saja, tapi apa boleh dikata, karena satu dan lain hal, resolusi-resolusi itu belum juga bisa dicentang sebagai tanda pencapaian (alasan). 


11.4.13

Mizan, Budaya Baca, dan Sebuah Mimpi

Tak tuk tak tuk tak tuk tak tuk tak tuk ....
Bunyi pelan tuts-tuts keyboard laptop mengagetkanku pagi itu. Bagaimana tidak, sepagi itu, biasanya belum ada orang rumah yang bangun, apalagi memakai laptop. Awalnya kupikir itu hanya khayalanku saja, tapi begitu ke ruang tengah, benar saja, seseorang sedang memakai laptopku. Dan dia adalah Reihana, puteri pertamaku.
"Teteh?" tanyaku heran.
"Ssssstttt ...," Reihana menempelkan telunjuk kanannya tepat di atas kedua bibirnya sebagai isyarat agar aku diam.
Aku semakin terheran.
"Teteh lagi apa?" tanyaku lagi.
"Umi jangan ribut dong. Teteh kan lagi nulis," jawabnya sambil cemberut.
Aku pun menyerah. Baiklah, jika itu maunya. Aku pun kembali ke dapur dan membiarkan Reihana meneruskan kembali kegiatannya dengan laptopku.

8.4.13

Keberuntungan Ada di Mana-Mana

http://rishadt.files.wordpress.com/2011/04/eight.jpeg
 "Wi, kamu kenapa, sih? Dari tadi manyun mulu?" akhirnya tanya itu ke luar juga dari mulutku.
Dewi menghela napas panjang.
"Bete, Ni," jawabnya pendek.
"Bete? Bete kenapa?" tanyaku penasaran.
"Kemaren kan pengumuman hasil tes di Instansi A itu," jawab Dewi dengan tatapan kesal.
"So?" aku bertanya lagi.
"Ya gue ga keterima. Lo tahu sendiri. Yang keterima, orang-orang yang punya koneksi di dalam," jawab Dewi ketus.
"Masa sih, Wi? Kamu kan pinter!" Aku heran.
"Ya gitu deh. Coba kalo bokap gue punya kenalan di situ, aku pasti keterima kerja di sana!" Dewi menjawab masih dengan nada kesal.

***

5.4.13

CERITA DI BALIK NODA, Setiap Noda Mempunyai Banyak Cerita (Sebuah Review)

Judul : CERITA DI BALIK NODA
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Jakarta KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Rinso Indonesia @ PT. Unilever Indonesia Tbk.
Editor : Candra Gautama
Perancang Sampul : LOWE Indonesia
Penata Letak : Dadang Kusmana
Isi : xii + 235 halaman
Ukuran buku : 13,5 x 20 cm
Dicetak oleh : PT. Gramedia Jakarta
Harga : Rp. 40.000,-

Apa yang terlintas pertama kali saat Anda membaca Cerita di Balik Noda tertulis di sebuah sampul buku? Sudah pasti, Anda akan menebak bahwa buku tersebut isinya adalah adalah kumpulan cerita pengalaman para pengguna Rinso. Dengan kata lain, mereka curhat soal bagaimana ampuhnya Rinso dalam menghilangkan noda membandel pada pakaian yang mereka cuci. Begitu, bukan?

Jika Anda setuju dengan pernyataan di atas, Anda salah besar. Buku ini bukan mengenai propaganda Rinso dalam hal mengagungkan kehebatan daya cucinya. Jauh lebih dari itu, buku ini justru adalah buku kumpulan cerita inspiratif yang bisa disamakan dengan buku Chicken Soup yang terkenal itu.